pos giv

ETIKA MENYAMPAIKAN PENDAPAT

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 18.37 | | 0 komentar »


Di kisahkan Suatu malam seorang raja bermimpi istananya terbakar seluruh keluarganya di mulai dari isteri dan anaknya tewas terbakar terakhir dia melihat dirinya sendiri terbakar..

Pada pagi harinya sang raja menyuruh penasehatnya memanggil semua juru tafsir mimpi dan terpilihlah tiga orang penafsir mimpi yang sudah dipercaya akurasi tafsirnya.

Lalu raja menceriterakan mimpinya kepada ketiganya dan meminta satu persatu menafsirkan mimpinya  .

Yang pertama maju berkata “ ampun tuanku tuanku akan di bunuh beserta seluruh keluarga.

Rajapun marah dengan tafsir mimpinya , maka beliau memerintahkan untuk menghukum
bunuh penafsir tersebut.

Lalu yang kedua maju “ ampun tuanku , di kerajaan ini akan terjadi pemberontakan dari para penghianat negara , mereka dendam terhadap tuan , mereka akan menguasai kerajaan ini , dan sebagai pelampiasannya mereka akan membunuh satau persatu keluarga istana dimulai dari isteri , lalu anak anak paduka di depan tuanku , yang terakhir setelah mereka puas melampiaskan dendamnya , mereka akan membunuh paduka juga. Raja pun bertambah marah , penafsir yang kedua pun di hukum bunuh.

Maka majulah penafsir yang terakhir dia berkata “ tuanku berbahagialah , bahwa umur paduka lebih panjang dari umur isteri dan anak anak paduka.

Rajapun senang penafsir pulang dan diberi hadiah.

Inti dari tafsir dan apa yang akan dikatakan penafsir sebenarnya sama saja , yakni raja beserta seluruh keluarganya akan mati dalam sebuah pembrontakan , namun kepandaian mengolah kata dalam kalimat membuat nasibnya berbeda.

Yang pertama terlalu ringkas tapi menyakitkan

Yang kedua memang logis tapi panjangnya  cerita membuat alur rangkaian ceitera menjadi dramatis sehingga menakutkan dan menegangkan.

Yang ketika , ringkas namun menghadirkan harapan bahagia .

Ini hanyalah sebuah cerita,  namun hikmahnya cukup bagus , yakni pandai pandailah menyusun kata ketika menyampaikan sesuatu , mungkin maksudnya baik , lantaran tidak pandai menyusun kata malah menyakitkan si pendengar , biasakan terampil menyusun kalimat yang  santun , dan bisa menghadirkan senyum ..”Tabassanuka fi akhika laka shadaqatun (senyummu kepada saudaramu adalah sedekah) .. namun berartikah sebuah senyuman bila lawan bicara kita telah lebih dahulu tersakiti. maka menghadirkan ucapan yang menumbuhkan senyuman dan rasa bahagia itu (menurut saya) lebih tepat, dan itu butuh keterampilan dan pembiasaan.

Seorang guru yang  bijak  tidak akan mengumumkan anak muridnya yang belum bayaran , karena akan menimbulkan rasa malu , maka cukup ia menyampaikan terima kasih kepada yang telah melunasinya.

Suamiku milik ibunya

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 06.12 | | 0 komentar »

SUAMIKU MILIK IBUNYA"*
( Merinding bacanya )

Berpuluh kali membaca postingan ini, tidak akan bosan. Subhanallah...

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

*"Sarah...,*
*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*
*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*

*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*

*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.

Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.

Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....

Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...

🙏🙏
Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada Bu ibunya.

Akan tiba saatnya

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 02.47 | | 0 komentar »

*AKAN TIBA SAATNYA*

Akan tiba saatnya nanti kau akan merasa risih ketika 1 helai rambutmu ada yang terlihat.

Akan tiba saatnya nanti betapa malunya dirimu ketika kerudung yang kau pakai tidak menutupi dada.

Akan tiba saatnya nanti kau akan musiumkan baju ketat and celana jeansmu. Lalu kau ganti isi lemari mu dengan gamis syar'i dan pakaian longgar.

Akan tiba saatnya nanti kau akan keluar rumah, hal yang kau cari setelah kerudung adalah kaos kaki.

Akan tiba saatnya nanti kau merasa enggan menggunakan parfum yang sangat wangi.

Akan tiba saatnya nanti di saat ada laki-laki yang bukan mahrommu mengajak berjabat tangan dengan mu, tanganmu sudah siap untuk tidak menerima jabat tangan itu.

Akan tiba saatnya nanti hari liburmu diisi dengan menghadiri majelis taklim dan berkumpul dengan orang-orang shalih/ah.

Akan tiba saat nya nanti Sosmed yang kau punya bermanfaat untuk mengajak pada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.

               Kapan waktu itu akan tiba?

-Saat hatimu peka terhadap sinyal-sinyal hidayah dariNya (Allah Azza wa Jalla )

-Saat hatimu tidak sekeras detik ini

-Hidayah bukan ditunggu, tapi dijemput

-Hidayah kadang ada di sekitarmu, tapi hatimu yang belum menyadari nya

-Sentuhlah hatimu, agar hati itu tidak mengeras sebagaimana batu

-agar hidayah itu juga dapat mudah masuk ke dalam qolbu

-Aku juga sama sepertimu, pernah begini and begitu

Maka dari itu, perlahan ku perbaiki pondasiku, yang dulu amat rapuh.
Ku ganti pondasi itu dengan lebih mendekat kepada Allah azza wa jalla ..

Dishare dari account fb Pury Sumadiono
Pury Sumadiono :
*hasil copas dengan sedikit perbaikan , sumber tidak diketahui. semoga penulis aslinya selalu dalam perlindungan Allah azza wa jalla*

Allah bersama kita

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 15.00 | | 0 komentar »

"Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”

Ujian

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 20.54 | | 0 komentar »

Ujian ....

ujian yang datang membuktikan diri kita ini begitu lemah, sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah ...

ujian yang datang bukan karena Allah membenci kita, tapi sungguh karenna Allah sayang kepada kita. Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah  yang maha memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita .

Tak kenal maka tak sayang

Diposting oleh Mutiara azizah Tiara | 07.37 | | 0 komentar »

💞 Tak Kenal Maka Tak Sayang 💞

📌Sebuah kajian singkat dengan faidah yang tumpah ruah,
📌Memantik diri tergerak, untuk mengenal Allah lebih banyak,

Ringkasan dari kajian yang disampaikan oleh
👤Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA hafizhahullah
🕌Masjid Agung Sleman
⏰Ahad, 23 Rajab 1437, 1 Mei 2016 pukul 09.00-11.30 WIB
📡Disiarkan oleh www.radiomuslim.com

▶Saudaraku, tahukah engkau apa itu puncak kenikmatan dunia?

👉🏻Ibnu Rajab -rahimahullah- bertutur dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam,

"Penduduk dunia yang paling miskin adalah mereka yang meninggalkan dunia ini dalam keadaan belum merasakan puncak kenikmatan dunia."

Seseorang bertanya," Apa itu puncak kenikmatan dunia?"

Beliau lanjutkan, "Yaitu pengenalan yang baik kepada Allah (=disebut Ma'rifatullah)

▶Namun, sayang seribu sayang, sedikit dari kita yang benar-benar mengenal Allah Ta'ala

☝🏻5 Pokok bahasan kajian ini :

1⃣Mengapa Kita Harus Mengenal Allah ?
2⃣Apa itu Ma'rifatullah ?
3⃣Cara Mengenal Allah
4⃣Apa Yang Harus Kita Kenal dari Allah
5⃣Mengenal Allah Bukan Sekedar Teori

☝🏻Mari kita simak pelajaran dari beliau secara ringkas

1⃣Mengapa Kita Harus mengenal Allah?

📌Karena mengenal Allah adalah kebutuhan primer bagi setiap hamba

📌Bahkan, disebutkan beberapa ulama, lebih primer dari makan dan minum, karena kita membutuhkan Allah dalam setiap gerak-gerik dan setiap tarikan nafas kita.

📌Sebagian ulama mengatakan

افضال العلم هو العلم معرفة بالله

"Ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang mengenal Allah"

📌Semua ilmu yg kita pelajari tidak beharga, tanpa ilmu pengenalan kepada Allah Ta'ala

📌Ibnu Taimiyah bertutur,

العلم بالله اصل لكل علم

"Ilmu tentang mengenal Allah adalah dasar bagi semua ilmu"

▶Mengapa Harus Mengenal Allah ?

👉🏻Setidaknya ada 4 manfaat ketika kita mengenal Allah dengan baik, yakni :

A. Memberikan Ketenangan Dalam Hidup

📌Seseorang yang mengenal Allah dengan baik akan paham bahwa setiap yang Allah takdirkan untuk dirinya, pastilah ketentuan yang paling baik.

📌Karena Allah yang lebih tau mana yang terbaik untuk kita.

📌Suatu takdir yg tidak baik menurut kita, bisa jadi akan kita ketahui hikmahnya di kemudian hari.

📌Sebaliknya, orang yang tidak mengenal Allah hidupnya akan berantakan dan jauh dari ketenangan

B. Menimbulkan kecintaan kepada Allah

📌Diantara cara membuat kita semangat beribadah adalah kecintaan kepada Allah yang besar

📌2 Cara meningkatkan kecintaan kepada Allah :

1. Ingatlah kecintaan Allah yang teramat banyak untuk kita
2. Renungilah betapa Maha Indah dan Maha SempurnaNya Allah Ta'ala

▶Bagaimana caranya Mengenal keindahan Allah ?
👉🏻Dengan memahami Nama, Sifat dan perbuatan Allah

C. Tumbuh rasa takut kita kepada Allah

📌Orang yang masih menikmati maksiat berarti belum serius dalam mengenal Allah

📌Ibnu Rajab mengatakan,
"Ketika tauhid dalam hati seseorang sudah sempurna, tidak ada ruang lagi dalam hatinya untuk mencintai apa yang Allah benci.
Begitu juga, dia tidak akan membenci apa yang Allah cintai. Anggota tubuhnya tidak akan bergerak kecuali dalam rangka beribadah kepada Allah semata.

▶Kenapa kita bermaksiat?
👉🏻Karena kita masih mencintai apa yang Allah benci dan membenci apa yang Allah cintai. Hawa nafsu masih kita dahulukan daripada rasa cinta kita kepada Allah.

D. Merupakan Jalan Menuju Surga

📌Ibnu Taimiyah rahimahullah bertutur,

“Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”

📌Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya.

2⃣Apa itu Ma'rifatullah

📌Ibnu Rajab menjelaskan,

هو العلم باسماء الله و صفاته و افعاله

"Ma'rifatullah adalah ilmu tentang
1. Nama-nama Allah,
2. Sifat-sifat Allah 
3. Perbuatan-perbuatan Allah."

▶Apa manfaatnya mengenal 3 hal di atas ?
👉🏻Menumbuhkan kecintaan, ketakutan dan pengagungan kepada Allah

3⃣Cara mengenal Allah

📌Ibnu Qayyim menerangkan  ada 2 cara, yakni :

1. Merenungi Qur'an dan Sunnah (Ayat-ayat Syar'iyah)

📌Setiap Halaman al Quran pasti ada nama Allah, menunjukkan Al-Quran senantiasa mengajak kita untuk terus mengenal Allah, lebih dalam dan lebih dalam.

📌Semakin seseorang merenungi Kalam Ilahi, kiranya akan semakin tersadar betapa Allah menyayangi hamba-hambaNya.

2. Merenungi Alam semesta (Ayat-ayat Kauniyah)

4⃣Apa Saja Yang Harus Kita Kenal dari Allah

📌Ada 4 hal, yaitu :
1. Mengenal bahwa Allah itu ada
2. Mengenal Rubbubiyah Allah (Meyakini Allah satu-satunya dalam menciptakan alam semesta, mengatur rizki,menurunkan hujan dll)
3. Mengenal Uluhiyah Allah (Meyakini Allah satu satunya yang berhak untuk disembah)
4. Mengenal Asma' wa Sifat Allah

5⃣Ma'rifatullah Bukan Sekedar Teori

▶Istimewanya Islam adalah agama yang teoritis dan Aplikatif

▶Ibnu Taimiyah
Inti dari ma'rifatullah
1. Mengenal tentang Allah Ta'ala dengan baik
2. Mengenal syariat Allah

👉🏻Alangkah indahnya apa yang kami tulis dan anda baca ini tidak berhenti di teori, tapi berbuah amalan salih sehingga dengannya Allah mempertemukan kita di tujuan utama, Surga Allah Ta'ala.

👉🏻Mari beramal shalih dengan "Share"
Ringan di jari tangan, tapi bisa jadi sebab tergeraknya hati seorang untuk lebih mengenal Rabb-nya.

Diringkas oleh : Bagas Prasetya F
Semoga bermanfaat.

******

Donasi Radio Muslim Jogja
📞 085293348887
📲 59DD2BEC
📡 @radiomuslim

Ayo ngaji di radiomuslim.com