Sabtu, 19 Mei 2012

sadarilah siapa musuh kita

“ Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
“ Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. (QS 36; 60,61).

Betapa indah bahasa al-Qur,an , Allah menegur kita dengan untaian kalimat “Hai Bani Adam , bagai mengingatkan memori rijigi kita, bagaimana kronologi Adam di usir dari surga , dan menjadi fondasi  kekalahan manusia terhadap tipu daya iblis, yang semestinya menjadi ibrah bagi kita agar tidak terulang bagi kita sebagai keturunan Adam.
Menyembah kepada syaitan tidak harus berwujud acara ritual formal, yang sering kita saksikan di layar kaca, menyembah mempunyai makna mengabdi, menghamba , adapun setan secara istilah adalah “BA’ADA MINAL KHAIR (yang jauh dari kebaikan) . maka saat kita menjadikan hal-hal yang jauh dari kebaikan sebagai hal yang terdepan dalam kehidupan kita , maka pada hakikatnya kita telah mengabdi kepada setan, dalam bahasa al-Qur,an :
“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya. (QS 25;43).
Pada akhir ayat Allah kembali menegaskan , dan menjelaskan alasan pelarangan-Nya , karena Setan adalah musuh kita yang nyata., nyata bukan bentuknya, tapi nyata pernyataan dan sumpahnya, yakni akan menjadikan keturunan Adam sebagai kawannya di neraka, diikuti sikapnya a yang cuci tangan.
Dan pada ayat selanjutnya Allah memberikan solusi dari larangan-Nya , yakni “sembahlah Aku, menyembah atau mengabdi tidak melulu dalam bentuk formal seperti shalat, zakat atau haji , namun banyak juga ibadah yang sifatnya non formal (ghairu mahdah), bahkan boleh jadi semua aktivitas kita baik yang bersifat pribadi, keluarga atau umum bila kita jadikan sebagai sarana ibadah dengan cara meniatkan semata-mata karena Allah, asal jangan yang sudah nyata haramnya.
Yang disebut dengan jalan yang lurus, adalah jalan yang mendekatkan kita kepada Allah (taqarrub ilallahi) dalam teori tematik dijelaskan “untuk menghubungkan dua titik dengan jarak dekat atau pendek, cukup tarik garis lurus. Titik yang satu adalah kita, titik kedua kita umpamakan adalah Allah, dan bila kita dekat kepada Allah maka Allah pun akan dekat kepada kita.
Wallahu a’;lam bissawab.





Sabtu, 05 Mei 2012

Jujur dan proporsional dalam berpromosi.


Tuk sahabat FB bagi yang jualan Online maupun ofline, yuk kita berpromosi yang wajar, jangan terlalu muluk menjanjikan khasiat dari bisnis yang kita jalankan, terutama kosmetik , obat-obatan juga vitamin , kebetulan saya juga melakukan jualan Online berupa kosmetik, baju & obat serta vitamin, banyak konsumen ofline yang mengeluh kepada saya karena seolah menjadi korban dari promosi muluk , yang bahkan diiringi dengan testimoni dari penjual.

Sobat FB,anda tidak mau kan di katakan pembohong akibat produk yang kita jual tidak sesuai dengan keinginan konsumen kita, padahal , sebenarnya kita tidak membohongi mereka,hanya saja konsumen ,terutama saya contohkan pemakai kosmetik mereka tidak tahu jenis kulitnya, lembab atau kering, lebih parah lagi mereka memakainya pada siang hari di bawah terik matahari , di mana  kosmetik yang dioleskan akan memuai bahkan luntur terbawa dan terdorong oleh keringat dari pori-porinya akibatnya kosmetik semahal dan sebagus apapun tak akan ada khasiat maupun manfaatnya, padahal ada cara lain untuk melindungi baik kulit maupun wajah, dengan masker Cream dari sinar matahari atau ultra violet. Adapun kosmetik yang berfungsi sebagai obat hanya cocok dipakai malam hari saat istirahat agar meresap ke pori-pori, pendek kata mereka tidak mengikuti prosedur pemakaiannya.

Karena di jualan Online saya yang laku kosmetik, maka setiap kali ada yang order saya selalu tanya beberapa hal, kosmetik apa yang pernah dipakai, apa jenis kulitnya , dan sedikit tips yang berkaitan dengan kosmetik yang akan di order, beruntung dulunya saya sering mengikuti kursus kecantikan, jadi ada modal untuk sedikit presentasi.

Saya juga tidak menjanjikan yang muluk-muluk, karena kosmetik sama dengan obat, bukan mahal atau murahnya yang membuat berkhasiat tapi cocok atau tidaknya pada kulit kita, kulit orang-orang asia Dengan promosi yang jujur dan proporsional dengan kemampuan kita , insya Allah hati kita akan tenang dan siap untuk senantiasa di komplain konsumen,  karena kita telah menyampaikan segala minus plusnya produk jualan kita.

Dan Alhamdulillah bisnis kecil-kecilan ini baik yang Online maupun  ofline sampai saat ini masih dapat eksis berjalan disela-sela  ketatnya persaingan meski tidak se’ Wah !.rekan rekan di dunia maya.. hi hi hi.

Dan satu lagi, harga yang proporsional , atau tidak terlalu mahal, istilahnya “tidak ngapokin, karena konsumen sekarang  sudah banyak yang pintar, saat mereka membutuhkan barang, mereka akan melakukan pengecekan harga ke berbagai situs secara Online, lalu membandingkannya, setelahnya dapat ditebak, mereka akan mencari yang paling murah, dan untuk hal ini saya menyiasatinya dengan bekerja sama kepada toko obat dan apotek langganan untuk mendapatkan informasi baik harga maupun  kualitas barang, karena ada satu aitem barang yang sampai ada tiga kw (kualitas) itulah yang membuat harga variatif dan itu menjadi modal untuk dijelaskan kepada konsumen , salah satu contoh adalah sabun pepaya, sabun pepaya ada yang aspal, lokal dan impor yang kalau dilihat dari kemasannya nyaris sama persis, dan akan diketahui pertama dari hologram yang sangat kecil dan yang asli dari baunya yang berbeda, dan untuk ini perlu pengalaman khusus karena produk yang satu ini punya bahan dasar sebagai bahan baku yang berbeda.

Sekian saja, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila catatan ini membuat hati pembaca merasa tidak nyaman.

Rabu, 02 Mei 2012

Eksistensi manusia dalam perspektif hukum fiqih


Dalam ilmu fiqih kita mengenal beberapa hukum sesuatu baik berwujud amaliyah, maupun bendawiyah ‘hukum taklifi namanya, yang terbagi dalam lima kategori, yakni 1. Wajib atau rukun (dalam kajian yang lebih dalam wajib dan rukun berbeda), 2. Sunnah atau anjuran, 3. Mubah atau halal, 4. Makruh,  5. Haram.
Lalu bagaimana bila hukum tersebut di transformasikan kepada eksistensi atau keberadaan manusia ?
1.       Manusia wajib , yakni seorang manusia yang keberadaannya sangat dibutuhkan yang  dalam banyak hal, baik tenaga, pikiran, dana maupun waktunya bahkan yang lebih dari itu, begitu urgen keberadaannya yang andaikata jasanya bisa di beli, orang akan membayar berapa pun .
2.       Manusia Sunnah, adalah manusia yang keberadaannya juga sangat dibutuhkan , namun masih bisa tergantikan oleh yang lain, atau absennya masih dapat dicari alternatif penggantinya.
3.       Manusia mubah adalah manusia yang ada atau tidaknya tidak banyak membawa arti, karena ke tidak adaan manfaatkan dalam kehadirannya, atau seperti pepatah Arab “   WUJUDUHU KA ‘ADAMIHI (adanya seperti tidak adanya)
4.       Manusia makruh adalah manusia yang keberadaannya tidak begitu disukai bahkan cenderung orang berharap agar dia tidak ada bersama sama mereka.
5.       Manusia haram adalah manusia yang sama sekali  orang tidak pernah berharap kehadirannya, baik pemikiran, tenaga maupun sumbangan morilnya.

Bagi seorang Muslim yang taat kepada Allah dan senantiasa menjaga dirinya dari hal-hal yang dilarang-Nya, tidak perlu risau dengan kondisi lingkungan yang dihadapinya, sebab situasi yang di mana kita seolah terproteksi berada pada salah satu  yang lima tergantung siapa yang menciptakan kondisi tersebut, beruntunglah bila lingkungan tersebut sangat kondusif dengan keimanan kita, karena  pengaruh positif dari orang-orang beriman yang tinggal di situ, namun bila lingkungan tidak kondusif dengan ke iman kita tentunya tidak harus membuat kita menjadi larut dalam lingkungan tersebut, dengan asumsi agar kita diterima dan menjadi bagian atau menjadi sesuatu yang berarti bagi lingkungan tersebut, jadilah diri kita tetap yang sebenarnya yakni seorang Mukmin meskipun kita menjadi manusia yang tidak dibutuhkan atau bahkan manusia haram, namun haram dikalangkan pelaku maksiat.

Sebagai seorang Mukmin, tunjukkan sikap istiqamah kita, dan bila mampu kita bukan menjadi bagian dari mereka tapi upayakan mereka atau sebagian mereka menjadi bagian dari kita, rubahlah !.. setidaknya warnailah..

Nabi bersabda “KHAIRUNNAS MAN ANFA’UN NAS (sebaik-baik manusia ada;lah yang bisa memberi manfaat bagi manusia yang lain)

Jumat, 20 April 2012

Cinta Allah


Cinta
Siapa pun kita pasti pernah /akan merasakan muda, masa di mana perasaan cinta kepada lawan jenis juga terjadi pada masa itu, Dan disaat pertama kali kita mengenal cinta atau jatuh cinta kepada lawan jenis, masa itulah rasanya masa yang paling indah dalam kehidupan kita, suatu masa di mana keindahannya tak dapat terukir oleh untaian kata-kata  baik secara majazi maupun hakiki .
Banyak ungkapan yang kadang tidak realistis untuk mengungkapkan keindahan itu, tapi apa mau di kata akal sehat telah tertutupi oleh perasaan yang namanya cinta, mungkin itulah yang disebut dengan mabuk cinta.
Mabuk, dalam istilah Fiqih, ialah rasa senang yang berlebihan di iringi berkurangnya fungsi akal, begitulah yang akan terjadi manakala kita sedang jatuh cinta, akal yang sehat tertutup oleh perasaan .
Tapi tunggu dulu, separah itukah keadaan orang yang mabuk cinta ?
Tergantung bagaimana latar belakang cinta itu tumbuh, seorang Muslim atau Muslimah yang taat tentu akan melatarbelakangi cinta kepada lawan jenisnya dengan sesuatu yang diridhai oleh Allah, bukan pada PANDANGAN PERTAMA, sebab istilah jatuh cinta pada pandangan pertama, biasanya karena keelokan  atau ketampanan  lawan jenis, namun boleh jadi seorang Ikhwan atau Akhwat jatuh cinta pada PENILAIAN PERTAMA, karena kesopanan dalam bicara dan kesantunan dalam bersikap.
Seorang ulama Jawa yang terkenal dgn kitabnya (Nasaehul ebad)  dalah suatu makalahnya membawakan hadits Rasulullah yang berbunyi
“Cinta yang benar ada tiga tempat 1. Memilih ucapan kekasihnya dari pada ucapan yang lainnya 2. Memilih Majelis kekasihnya dari Majelis yang lainnya 3. Memilih ridha kekasihnya  dari ridha yang lainnya.
Siapa kekasih itu ? kekasih orang beriman adalah Allah .
Artinya , seorang mukmin, ucapannya selalu dalam bingkai kitabullah , majelis yang dipilihnya adalah majelis Allah , dan semua perbuatannya selalu dalam ridha Allah.
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. (QS 2;165)
Wallahu a’lam.

Senin, 16 April 2012

Shalat Dhuha

Shalat Dhuha.
Siapa yang shalat Dhuha 2 rakaat tidak ditulis sebagai orang yang lalai
Siapa yang shalat Dhuha 4 rakaat di tulis sebagai ahli ibadah
Siapa yang shalat Dhuha 6 rakaat akan dicukup pada hari Kiamat
Siapa yang shalat Dhuha 8 rakaat akan di tulis sebagai orang yang khusu
Siapa yang shalat Dhuha 12 rakaat akan dibangunkan sebuah Kisra/Istana atau kerajaan di surga
(HR Tabrani dari Abu Darda secara Marfu)
“sumber , Sarah bulughul maram fi Ibanatul ahkam juz 1 bab salat Sunnah hal 531.
Shalat Dhuha dari segi waktunya antara jam 7.30 s/d jam 11.00 dari segi rakaatnya antara  2,4, 6,8 dan 12 rakaat adapun dari segi kemanfaatannya untuk memohon rizeki (ini dilihat dari redaksi doanya)
Bagi rekan yang  dari pagi s/d siang ada dirumah kenapa tidak, untuk kita jalankan Shalat ini, yang mempunyai beberapa pilihan dalam rakaatnya sesuai dengan kemampuan kita.
Bagi rekan yang mempunyai usaha sendiri, baik online maupun ofline kemungkinan besar diwaktu-waktu tersebut ada di rumah kan ?
Saya ingat nasihat ustad saya dulu, “kalau kita ingin bebas dalam ibadah dapat menentukan sekehendak hati kita, carilah usaha yang tidak mengikat, tidurlah sebentar di siang hari agar kita dapat bangun malam, berniagalah karena rizeki Allah sebagian besar ada di perniagaan, rizeki kita tidak ditakar dengan gaji, kita dapat libur tanpa perlu minta cuti, mungkin ini nilai plus dalam berniaga.
Namun bagi yang karyawan, anda tidak perlu dipusingkan dengan harga barang yang fluktuatif , hutang dari pelanggan yang tidak jelas kapan bayarnya, lokasi yang tidak strategis, persaingan yang tidak sehat dan hal hal lainnya, anda dapat khusus dan konsen dalam ibadah sebab semua problem tidak mempengaruhi insentif anda.
Mau pilih yang mana ?
Terserah keduanya yang penting halal, Rasul pernah jadi pekerja dari sebagai penggembala ternak milik orang Quraisy, maupun manajer kabilah dagang milik Siti Khadijah.
Tidak ada pekerjaan yang hina saat kita melakukan dengan penuh keikhlasan, bahkan kecelakaan kerja dari pekerjaan yang halal dinilai sebagai syahid, meski tak setinggi Syahid pada perang fi sabilillah.

Jumat, 06 April 2012

Menata emosi kita

“AKu kagum terhadap perkara orang beriman, bila ia tertimpa musibah lalu bersabar, maka itu baik dan berpahala, dan bila mendapat nikmat ia bersyukur juga baik dan berpahala baginya (AL-Hadits) “

Pasti sobat ingat bahkan hafal redaksi hadits di atas, namun sedikit kita yang mau merenungi secara lebih dalam akan maksud lain yang terkandung di dalamnya.

Makna lain yang dapat saya tangkap dari hadits tersebut  , dua hal yang sering kita alami  dalam hidup  baik bahagia, senang ataupun  susah adalah romantika kehidupan, yang semuanya akan menjadi pengalaman yang cukup berharga , yang saya maksud berharga , yakni kesulitan-kesulitan yang kita alami akan membuat kita menjadi pandai dalam mencari solusi atau jalan keluar pada saat kali yang lain kita mendapat sesuatu musibah, adapun kebahagiaan-kebahagiaan yang kita alami merupakan aset, untuk kita kenang saat susah, namun demikian bukan saya mengesampingkan sabar dan syukur, namun susah dan senang, atau suka dan duka akan mendidik kita untuk dapat hidup cerdas secara emosional, dalam makna kita tidak gampang mengeluh apalagi menyerah pada keadaan. Dalam sebuah ayatnya Allah berfirman.

5. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS 94;5/6)

Dalam redaksi ayat di atas terkesan seperti ada ungkapan yang cenderung mubazir, karena diulang ulang, benarkah ?, pengulangan kalam dalam bahasa Arab sebenarnya menunjukkan beberapa maksud di antaranya adalah penegasan , adapun bila kita mau kritis terhadap susunan kalimatnya, kalimat Al-“usri (artinya kesulitan) yang menggunakan AL (alif lam) bermakna khas atau khusus (ma’rifat) sedangkan “Yusran (artinya kemudahan) maknanya adalah umum atau lazim dalam qaidah bahasa di sebut “nakirah, yakni umum, dari ini saja kita dapat pahami umum yang artinya banyak, dan khusus yang artinya sedikit , ayat tersebut telah memberi makna yang mudah kita pahami, yakni “Betapa banyak kemudahan yang kita peroleh dari pada kesulitan yang kita derita.

Hanya saja terkadang kita mendramatisir kesulitan yang kita peroleh sedemikian rupa, yang pada akhirnya akan membuat kita merasa sulit dengan berbagai macam andai-andai dalam pikiran kita, yang puncaknya boleh jadi pikiran kita akan membentuk sesuatu kesimpulan , bahwa “Allah telah dzalim kepada kita, naudzu billah.

Sebenarnya kita bisa belajar dari sebuah hikmah , yang insya Allah akan menghantarkan kesadaran kita kepada sesuatu keyakinan, yakni “sunnahnya bacaan BASMALAH , anjuran ini bukanlah tanpa makna selain membaca Basmalah berpahala, pada sisi yang lain juga mengingatkan kita akan bantuan atau pemberian Allah, yang lebih awal dari sayang Nya.

“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS 2;286)


Allah tidak akan pernah ingkar janji hanya saja kesadaran tertinggi kitalah yang merasa , betapa Allah itu Maha benar dengan segala janjinya.



Rabu, 21 Maret 2012

mendidik anak Shalat sejak dini

Kewajiban shalat bagi seorang Muslim merupakan hukum yang tdk terbantahkan .
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(QS 4;103)
 lalu kapan seorang muslim mulai mendapat kewajiban shalat ?
dalam hukum syara’ kita mengenal yang namanya “Mukallaf, yakni orang yang  sudah terkena kewajiban menjalankan ajaran agama, pertanyaan selanjutnya kapan waktunya ?
 ketika sudah Baligh itulah jawaban yang umum kita dengar, Baligh ditandai dengan datangnya haid bagi wanita dan bermimpi bersetubuh hingga keluar air mani bagi lelaki, lalu usia berapakah umumnya balig itu ?
Masa baligh selain ditentukan oleh usia juga ditentukan oleh faktor atau keadaan lingkungan sekitar, boleh jadi seorang anak menjadi lebih cepat matang libidonya, berbicara libido di sini karena datangnya haid akibat  gugurnya indung telur yang tidak dibuahi adapun bagi lelaki derasnya arus informasi melalui dunia maya berbarengan dengan apa yang ia lihat dan ia dengar , salah satu contoh mudahnya mengakses situs porno lebih mempercepat seorang anak menjadi dewasa meskipun belum waktunya, tapi secara umum usia baligh antara 10 s/d 12 tahun.
“Hai anakku, dirikanlah shalat (QS 31;17)
Ayat di atas merupakan nasihat Lukman kepada anaknya, dalam bahasa arab kalimat “BUNAYYA, adalah isim Tasghir, maknanya kecil, yang saya maksud, Lukman di sini berbicara dengan anaknya yang masih kecil, karena dari sejak usia dinilah seorang anak harus mulai dibiasakan akrab dengan hal hal yang akan menjadi kewajibannya kelak manakala ia sudah dewasa seperti shalat, hal ini agar anak tersebut tidak lagi merasa terbebani karena perbuatan tersebut sudah menjadi kebiasaannya.
Tidak kalah penting dari itu bagaimana kedua orang tua dapat secara maksimal memberikan suri tauladan bagi anaknya, bahkan kedua orang tua harus mampu membangun kebanggaan bagi si anak terhadap orang tua sebagai figur yang bisa dicontoh, yakni bukan hanya memberi perintah namun juga menjadi pelaksana utama.
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS 61;3)
Mendidik anak dalam usia dini untuk shalat juga dianjurkan oleh Rasulullah
“didiklah anakmu shalat pada umur 7 tahun dan pukullah manakala umur 10 tahun belum shalat (al-hadits)
Perintah pukul bekan berarti menyakiti karena pukul bisa bermakna pukulan yang sifatnya edukatif atau memberi pelajaran, atau boleh juga berupa pukulan fisik kalau memang dengan hal itu seorang anak baru mau melaksanakan shalat, lalu setelah itu tentunya tidak berhenti sekedar menerapkan kewajiban shalat, melainkan di paparkan hikmah dan keutamaan shalat hingga seorang anak menjadi senang bahkan cinta terhadap shalat.
Shalat adalah amal yang dengannya amal kita akan diperhitungkan kelak baik ataupun buruknya, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah
“Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat, bila baik shalatnya maka baik pulalah seluruh amalnya, dan bila rusak shalatnya maka rusak pulalah seluruh amalnya (al-Hadits)
Shalat yang baik bukan hanya dilihat dari teknis maupun waktu ditunaikannya , namun juga dapat terlihat dari prilaku dan bicara pelaksananya, karena shalat mempunyai pengaruh terhadap dua hal tersebut.
“dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 29;45).
Wallau a’lam bissawab.




Kamis, 08 Maret 2012

BBM dan KIta rakyat kecil

Bulan afril 2012 , entah tanggal berapa  tapi biasanya pada awal bulan atau tanggal satu sebagaimana di wacanakan oleh pemerintah , akan ada kebijakan baru, namun tidak populis dengan alasan banyak memakan anggaran, atau terlalu membebani APBN , lantaran kebutuhan melebihi stock yang disediakan padahal menambah kuota berarti menambah subsidi, artinya menambah pengeluaran untuk rakyat.

BBM (bahan bakar minyak) dalam hal ini yakni bahan bakar kendaraan yaitu bensin, akan di cabut subsidinya sebagai konsekuensi dari penyelamatan keuangan negara, sebagai rakyat kecil yang tidak paham akan manajemen tata ekonomi negeri ini yang kami tahu setelah itu harga akan naik, karena nyaris semua distribusi barang kebutuhan pokok diangkut dengan kendaraan yang bahan bakarnya naik, pak sopir tentu tak mau rugi , maka ia pasti menaikkan jasa angkutnya agar dapat menutupi biaya operasionalnya, dan pedagang tentu akan menjadikan kenaikan tersebut sebagai bagian dari modal , atau operasional usahanya.

Sebagai rakyat kecil kita juga tidak banyak tahu, masalah pelik negeri ini, yang kita tahu nyaris semua barang-barang yang kita beli telah dikenakan pajak sebagai sumber pendapatan negara non Migas, belum lagi kekayaan alam negeri ini dari hasil hutan, laut , tambang belum lagi BUMN, para punggawa negeri ini banyak yang kaya raya, baik karena jalan yang tidak halal maupun besarnya gaji dan tunjangan mereka.

Sebagai kompensasinya pemerintah akan memberikan BLT (bantuan langsung tunai), yang sasarannya “katanya, untuk rakyat Miskin, entah apa standar Miskin menurut pemerintah, karena untuk hal itu pendataannya diserahkan kepada Rt dan Rw paling tinggi kelurahan, dan celakanya lagi instansi terendah dari struktur pemerintah tersebut bukan malaikat,, setidak-tidaknya sangat jarang yang bersifat amanah maka yang nampak terlihat adalah ke tidak adilan  karena yang mendapat BLT kebanyakan adalah saudara/keluarga atau kroni dari petugas pendata baik rt maupun rw yang loyal dan mendukung saat pemilihan, naudzu billah... bukan fakir miskin atau dhuafa, puncaknya adalah gesekan sosial dan kesenjangan.

Teringat ungkapan seorang Khalifah, “andai saja ada seekor unta yang tersesat di tepi sungai Efrat, maka sebagai khalifah pasti aku akan di tanya oleh Allah,. Bagaimana dengan pemimpin sekarang ? sangat jauh panggang dari api,. Teringat lagi pada kisah khalifah Umar bin Abdul Azis, yang mematikan lenteranya minyaknya yang di biayai dari kas negara, saat kehadiran putranya lantaran yang dibicarakan urusan keluarga bukan negara, mungkin ,, hanya menurut saya saja, saat inilah dimana perut bumi lebih baik dari permukaan bumi, seperti yang pernah di sampaikan oleh baginda yang mulia.

Sebenarnya bukan masalah, harga kebutuhan pokok maupun ekstra naik, yang penting di tangan kita ada uang, toh mata uang kita juga sudah tidak begitu bernilai, yang jadi masalah menghadirkan rupiah itu yang sangat sulit,. Lapangan kerja sangat sempit, membuka usaha tidak ada modal kalaupun ada harus berhadapan dengan perusahaan Ritael seperti Minimarket yang masuk ke gang gang, sementara pemerintah , tidak pernah fokus apalagi serius dalam hal ini.

Pemiskinan  dan pembodohan secara sistematis, sebenarnya itulah yang tengah terjadi, ......

Selasa, 06 Maret 2012

2 Hal tidak terkumpul pada diri mukmin

Dari Abi Said al-Khudri RA berkata, “bersabda rasulullah SAW. Tidak akan berkumpul dua hal dalam diri seorang Mukmin, yakni sifat Bakhil dan akhlaq yang buruk HR Tirmidzi dgn sanad yang da’if) Subulus salam/Syarah Bulughul Maram bab kitab al-jami’ hal 197 /juz 2.

Bakhil adalah sifat buruk yang berkaitan dengan  kepemilikan harta dan pemiliknya enggan menginfakkannya, bakhil merupakan perasaan takut kehilangan harta karena dikeluarkan baik untuk amal maupun membantu orang lain, di minta atau dengan kesadaran sendiri.

Seorang Mukmin adalah yang mempunyai sifat Taawwun, saling bantu membantu di saat melihat kekurangan saudaranya , karena seorang Mukmin bagaikan satu bangunan yang harus saling menguatkan, ke tidak pantasan itulah yang membuat sifat bakhil tidak pantas berada pada diri seorang Mukmin, namun bukan sifat seorang Mukmin juga manakala selalu mengandalkan bantuan saudaranya dalam segala kebutuhannya, karena yang terbaik dan paling di cintai oleh Allah adalah tangan di atas atau pemberi bukan tangan di bawah yang selalu menadah.

Sifat bakhil akan bertambah buruk lagi manakala menyeret atau mempengaruhi pihak lain untuk melakukan hal serupa, sebagaimana firman Allah, 

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (QS 107;4)

Maka termasuklah pelakunya sebagai pendusta agama, yakni ber agamanya di anggap dusta, karena sifat tersebut adalah sifat orang yang tidak beragama.

Akhlaq buruk merupakan bagian kedua yang tidak akan terkumpul dalam diri seorang Mukmin , karena  kerasulan nabi Muhammad adalah menyempurnakan akhlaq

بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

“Aku di utus untuk menyempurnakan akhlaq (al-hadits)

Akhlaq merupakan perhiasan seorang Mukmin baik dalam bertutur kata maupun bersikaf yang kita kenal sopan dan santun, yakni sopan dalam bertutur dan santun dalam bersikaf, dan kemuliyaan akhlaq tersebut juga merupakan implementasi dari hasil shalat, yakni “Tanha anil fahsyai wal mungkar, yang Allah memujinya pada diri yang Mulia, baginda SAW 

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS 68;4)

Maka ahklaq yang buruk tidak pantas melekat pada diri seorang Mukmin, sebagaimana juga tidak pantasnya sifat bakhil.




Anda ada di blogg

Photobucket

Blog Archive

Buku tamu bloog

Profilku

Foto Saya
Mutiara azizah adalah nama yang aku siapkan untuk calon anakku (semoga Allah mengabulkannya) blogg ini berisi catatan harian yg di uplod ke face book dan di abadikan di blogg,. semoga bermanfaat bagi yg sempat mampir ke blogg ini.--