pos giv

Gamisku menyapu jalan

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 04.31 | | 0 komentar »

“Mbak, mau nyapu jalan ya? Itu lho gamisnya kepanjangan, sampai ke tanah.”

“Sudah lebar, panjang pula. Apa ga kotor? Kalau kena najis di jalan gimana? Ga sah donk kalau pakaiannya dipakai sholat.”
.
.
Ukhty, sering mendengar komentar semacam ini bukan?

Namun di sisi lain, kita temukan pula para wanita yang masih meremehkan masalah menutup aurat. Kaki, bagian tubuh wanita yang seharusnya ditutup justru ditampakkan.
.
.
Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah,
.
“Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal,”
Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta saja dan jangan lebih dari itu,” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih).
.
.
Lalu bagaimana membersihkan ujung pakaian wanita? Bukankah dengan ukurannya yang panjang menjadikan pakaian tersebut besar kemungkinannya terkena najis di jalan?”.
.
.
Islam agama yang kamil (sempurna) dan syamil (lengkap) yang menjelaskan setiap urusan secara detail, sehingga kita akan mengetahui berbagai solusi dari permasalahan yang kita hadapi dan belum kita ketahui. Ini sebagai bentuk kemudahan Islam.
.
.
Dari seorang ibu putra Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf
bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,
'‘Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan (ukuran) pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat kotor?’.
.
.
Jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah bersabda, “Tanah selanjutnya menjadi pembersihnya (HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan Tirmidzi. Hadits shahih).
.
.
Imam Syafi’i menjelaskan, bahwa ketentuan berlaku apabila najis yang diinjak adalah najis yang kering sehingga tidak ada najis yang melekat padanya. Maksudnya, najis tidak terlihat jelas secara fisik melekat pada pakaian (tanah telah menyucikannya). Apabila najis yang diinjak adalah najis yang basah, maka harus tetap dibersihkan dengan air hingga bersih.
.
.
Lalu, bagian mana yang harus dibersihkan. Apakah hanya pada bagian yang terkena najis saja ataukah seluruh pakaian?.
.
.
Ukhty, pada asalnya yang wajib dibersihkan adalah hanya pada bagian yang terkena najis. Tidak harus dicuci semua.
.
.
Jangan sampai muncul anggapan bahwa wanita muslimah adalah sosok yang tidak mengerti dan tidak peduli masalah kebersihan. Bukankah wanita juga yang mengurus sandang-papan bagi suami dan anak-anaknya. Jika kita sendiri tak mengerti, lalu bagaimana keadaan keluarga dan rumah kita nantinya?
.
.
#hijab #

Penulis: Ummu Rumman

Ket. Satu jengkal adalah ukuran panjang rentangan dari ujung jempol dan ujung kelingking. Satu hasta adalah ukuran panjang dari siku sampai ke ujung jari tengah (kisaran 45-56 sentimeter).

Suamiku ...pujaan hatiku

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 17.48 | | 0 komentar »

:::SUAMIKU, ENGKAULAH PUJAAN HATIKU:::

Suamiku tercinta ... engkau bagiku adalah rasa aman, dan aku bagimu adalah amanah, maka jagalah aku...
وأخذن منكم ميثاقا غليظا

"Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil darimu perjanjian yang kuat."

Suamiku tersayang... aku tidak mendambakan seorang suami yang sekaya Nabi Sulaiman, atau setampan Nabi Yusuf, atau pandai membuat puisi rayuan seperti penyair hebat...
Tetapi yang aku dambakan adalah suami seperti dirimu, yang mampu membaca mataku tatkala aku sedih, lalu engkau berkata kepadaku: "Tempatmu di sini... di hatiku... maka janganlah engkau bersedih."
لتسكنوا إليها

"Agar engkau merasa tentram kepadanya"

Suamiku... aku membutuhkanmu sebagai teman ketika aku gundah, sebagai kekasih di saat aku membutuhkan cinta, dan sebagai saudara di waktu menasehati
...
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خيرا فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ , فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ , فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خيرا .
Nasehatilah para wanita dengan baik, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya, jika kamu mencoba untuk meluruskannya maka dia akan patah namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasehatilah para wanita dengan baik."

Suamiku tercinta... Tidaklah tercela jika seorang suami belajar sesuatu dari hati perempuan yang menjadikannya lebih lembut dan berperasaan...

Suamiku tersayang... seorang istri adalah anugrah yang paling utama yang Allah berikan kepadamu, maka jagalah selalu perasaanku...

رفقا بالقوارير

"Berlemah lembutlah kepada gelas- gelas kaca."

Suamiku... milikilah hatiku dengan akhlaqmu yang indah, curahkanlah kasih sayangmu dengan selalu berlemah lembut kepadaku, yang demikian itu pertanda kesempurnaanmu sebagai seorang laki-laki.

Suamiku, pujaan hatiku ... engkau adalah pemimpin bagiku...

الرجال قوامون على النساء

"Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan."
Dan Allah menetapkan kepemimpinanmu itu bukan sebagai penghinaan bagiku, bahkan dengan kepemimpinan itulah engkau memuliakan diriku dan menjadikanku permaisuri di istana cintamu, lalu kau genggam tanganku & menuntunku menuju surga-Nya yang abadi Insya Allah Aamiin...




Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

cek juga IG instagram.com/loveislam.id

Ada pelangi dimatamu

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 16.57 | | 0 komentar »

Ada Pelangi di Matamu

Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona....

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu makhlukpun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.

Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, justru pendamping hidupnya seorang yang cenderung kasar, pemarah, dingin dan suka impromisasi lantas dengan kenyataan pahit itu, pantaskah pasutri berfikir negatif untuk segera mengakhiri fraghme kehidupan pernikahan?

Episode kehidupan Asma’ putri Abu Bakar As Sidiq dengan Zubair bin Awwam, kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.

Asma’ harus berjuang membawa air, merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah suami yang pencemburu. Dan kesabaran Asma’ telah membuat pelangi pernikahan mereka terlihat elegan dan membuat kagum orang-orang yang berharap kebahagiaan abadi di kampung akhirat.

Kisah cinta Abu Darda’ bersama istrinya terkasih Ummu Darda’ tak kalah romantis. Dengan bangga dia ungkapkan isi hatinya dengan mengatakan,

اللهم إن أبا الدرداء خطبني فتزوجني في الدنيا، اللهم فأنا أخطبه إليك، فأسألك أن تزوجنيه في الآخرة

“Ya Allah, Abu Darda telah melamarku dan menikahiku di dunia, karena itu ya Allah, aku melamar Abu Darda melalui Engkau. Aku memohon, agar Engkau menikahkanku dengannya di akhirat.”

Masya Allah.. istri yang cerdas dan salihah yang kata-katanya senantiasa membuat suami surprise dan bahagia.

Anda berhasrat mengikuti jejak cinta kasih mereka dan bercita-cita membangun istana cinta bersama pasangan sejati anda? Simak tips dan kiat singkat di bawah ini,

Mengubah Hidup dengan Mengubah Kata-Kata

Tak jarang konflik berawal dari tak adanya komunikasi yang harmonis di antara pasutri. Ketika emosi tak terkontrol dan pasangan mulai berkata kasar dan lepas kontrol, saat itulah anda harus menata hati. Jangan terpancing melontarkan ucapan negatif. Biarlah dia mengeluarkan segala perasaannya dan anda tetap berkata dan bersikap positif. Kunci utama anda bertahan dengan memperbanyak kata maaf, terima kasih dan selalu berempati padanya. Dengan memperbanyak kata-kata positif dan mengandung optimis niscaya pasangan kita akan terpengaruh dan lambat laun diapun akan terbiasa berfikir dan berkata positif.

Fokus pada Kelebihan Pasangan

Bersikaplah realistis, pasangan kita bukanlah sosok malaikat tanpa cela, dia tidak juga bidadari tanpa dosa. Ketika anda fokus pada kelebihan yang ada pada pasangan niscaya kekurangannya akan nampak kecil. Seperti karakter pasangan kita sabar dan penuh pengertian namun ia tak mahir berolah kata yang indah bak pujangga.

Maka kita ingatkan dan kita suport dia agar menjadi pribadi yang lebih sabar dan jangan terlalu memaksanya utnuk selalu memuji anda dengan untaian kata cinta penuh bunga, karena dia memang tak bisa mengekspresikan perasaan sayangnya dengan ungkapan mesra. Pahamilah kelebihan dan kekurangannya apa adanya, jangan terlalu ekstrem, toh tak ada orang yang sempurna.

Jangan Suka Membandingkan.

Ketika pasangan kita berkarakter temperamental tak suka basa-basi dan to the poin, lantas anda melihat pasangan lain begitu romantis, supel, lembut dan bijaksana, seketika itu terbesit di benak anda harapan agar pasangan kita seperti si dia. Jangan sekali-kali membandingkan kelemahan pasangan karena hal itu justru bisa membuat anda stress dan frustasi.

Solusinya berpikirlah jernih, membandingkan pasangan dengan pasangan lainnya justru bisa membuat dia tersinggung dan sakit hati. Saatnya berdua instropeksi diri bersama-sama berdiskusi, saling mencari peluang dan bekerja sama menjadi pasutri yang baik.

Badai akan Berlalu

Perselisihan atau perbedaan pandangan kecil adalah bumbu penyedap sebuah pernikahan, benarkah? Namun orang lain berkomentar perselisihan merupakan pintu awal sebuah perceraian.

Sedahsyat apapun problema keluarga ketika pasutri masih memiliki perasaan cinta, niscaya rumah tangga akan damai. Selain itu kecintaan dan keimanan pada Allah adalah benteng kokoh yang melindungi pasutri agar tak mudah melontarkan kata-kata cerai. Saatnya mencari solusi bukan mempertajam konflik. Bukankah setelah badai matahari akan bersinar, Insya Allah.

Bagai Mengukir di atas Batu

Sering disakiti pasangan, hobi mengkritik, tak suka memuji, jangan ambil pusing. Tulislah sikap negatif itu di atas air sehingga anda akan mudah melupakanya. Namun ketika dia berbuat sesuatu yang membahagiakan maka segera ukirlah kebaikannya di atas batu hingga tetap berbekas anda selalu mengingatnya. Seorang istri hendaknya selalu bersyukur pada suaminya agar kehidupan pernikahannya abadi. Sang suami juga hendaklah menekan semaksimal mungkin sikap egoisnya agar banyak kebaikan dan keindahan yang mampu diukir di hatinya hingga ajal memisahkan mereka bedua.

Sembari menggandeng pasangan tak ada salahnya anda berdua menikmati indahnya pelangi. Katakan padanya “di matamu kulihat pelangi, engkaulah pelangi cinta di hatiku”.

————————————————————————————

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifah

Muroja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel muslimah.or.id

Istrimu juga butuh perhatian mu

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 01.33 | | 0 komentar »

. Jika memberi hadiah kepada teman dan tetangga itu dianjurkan.. karena dapat menumbuhkan ukhuwah dan kasih sayang.. Maka sangat berhak bagi seorang istri untuk mendapat hadiah dari sang suami.. Wahai para suami....sesekali berikan hadiah buat istrimu.. secara kejutan.. tanpa ia minta..

Mungkin walau sekedar coklat atau apa saja yang ia suka... tak seberapalah harganya.. Atau kau hadiahkan perhiasan yang biasa wanita sukai.. tulis kata cinta didalamnya.. Itu akan melanggengkan kasih sayang kalian berdua..

Siapakah yang ingin istrinya tetap berwajah ceria dan senyum mesra padanya? Siapakah yang ingin istrinya selalu tulus untuknya.. Istrimu membutuhkan siraman cinta.. walau sederhana.. Pohon itu akan tumbuh segar sampai akhir masanya..

Siapakah yang akan untung? Tentu kenikmatan tsb akan kembali kepadamu wahai suami..

Wanita jika engkau tanami satu kebaikan ia mungkin akan membalas dg ribuan kebaikan untukmu.. Dan kita telah menjadi orang yang terbaik dari kaum muslimin.

Tapi ingat ini hanya buat pasutri.. Awas.. kalo buat orang lain..!!! Jangan sampai membuat zina hati.. . Khoirukum khoirukum liahlihi...

Sebaik baik kalian adalah yang terbaik untuk berbuat baik kpd istrinya.. Semoga bermanfaat tuk mengisi liburan pekan ini.. Barakallahu fikum..

Perkenankan aku mencintai Mu semampuku

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 04.14 | | 0 komentar »

PERKENANKAN AKU MENCINTAIMU SEMAMPUKU
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para Nabi.
Tentang kasih para sahabat.
Tentang mahabbah para sufi.
Tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam.
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…

Tapi Ya Rabbi,
Berbilang detik, menit, jam, hari,bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang.
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…

Wahai Illahi,
Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi
dan menegakkan jiwaku kembali.
Menatap, memohon dan menghiba-Mu...

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, Semampuku

Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintai-Mu Sebolehku
Dengan segala kelemahanku.

Ya Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa.
Kerana itu izinkan aku mencintai-Mu
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku.
Ya Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.
Atau Uthman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan din-Mu.
Izinkan aku mencintai-Mu, melalui seringgit-dua yang terulur
pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi jambatan.
Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ya Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan khusyuknya solat salah seorang shahabat Nabi-Mu hingga tiada terasa anak panah musuh menujah di kakinya.
Karena itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,
dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Ya Rabbii,
Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu.
Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Yaa Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintai-Mu bagai para al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Maha Rahiim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya Din-Mu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagi-Mu.
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu.
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

(A. Musthofa Bisri)

Follow channel telegram @kajianislam untuk mendapatkan informasi seputar  Islam ��

SujudKu

Diposkan oleh Mutiara azizah Tiara | 04.10 | | 0 komentar »

"SUJUDKU"

Dalam sujud ku bercerita,
Dalam sujud ku meminta,
Dalam sujud ku mengalirkan airmata,
Dalam sujud ku mengadu segalanya.

Dalam sujud ku temukan ketenangan dan kedamaian.
Dalam sujud ku dapatkan kebahagiaan hakiki.

Ya Allah...
Dengarkan rintihan hambaMu ini.
Setiap sujudku kepadaMu Ya Rabb,
Airmata di pipi tanda penyesalan.

Duduk di hening malam memohon pengampunan.

Ya Allah...
Aku malu kepadaMu,
Rasa terhina, rasa terharu,
Menyesali hakekat dosa yang telah lalu.

Dalam sujud ku bersimpuh, tunduk membujuk merayu.

Ya Rabb...
Berilah taufik dan hidayahMu.
Mudahkanlah meniti di jalanMu.

Ya Rabb...
Takkan sanggup diri ini bila Kau jauhi.
Takkan sanggup diri ini bila Kau tak peduli.
Takkan sanggup ... takkan sanggup ya Allah.
Hanya Engkau Ya Allah tempatku mengadu.

Hanya padaMu Ya Allah,
Ya Rahman...Ya Rahiim...
Sungguh tiada yang lebih indah daripada ampunan RahmatMu.

Aamiin Ya Rabbal'alamiin
(Al Kautsar,2015)

Follow channel telegram @kajianislam untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam ��