pos giv

pertunangan dan 3 macam jodoh

Diposting oleh Unknown | 07.51 | | 0 komentar »

Beberapa Minggu yang lalu, bersama suamiku keluarga besar kami mengadakan acara pinangan, dari sepupunya kepada seorang gadis pilihannya yang masih satu kecamatan namun berlainan desa.

menurut suamiku prosesi budaya Madura ini dalam bahasa daerahnya di sebut phephekalan, kalau kita tarik dalam terminologi Islam mungkin inilah yang di sebut khitbah atau meminang.

Seperti biasa ada acara seserahan berbagai macam buah dalam bentuk Parcel sebagai cendera mata dari keluarga laki kepada keluarga perempuan, setelah itu ada sambutan dari tuan rumah sebagai wujud terima kasih dan sedikit wejangan sebagi nasihat untuk kedua calon.

Dan bagiku ada yang menarik dari untaian nasihat yang disampaikan seorang Ustadz yang mewakili tuan rumah yang juga orang Madura, yakni beliau (ustad) menjelaskan tentang macam-macam jodoh dalam terminologi orang Madura, meski di sampaikan dalam bahasa mereka sedikit banyak aku paham apa maksudnya, karena selama ini sudah sering berinteraksi dengan keluarga dan saudara dari suamiku.

Menurutnya jodoh itu ada tiga macam.

Pertama : jodoh mampir , jodoh mampir itu ada dua pertama, baru bertunangan tidak lama atau putus sebelum menikah, hal ini tidak perlu di sesali apalagi sampai membuat putus hubungan silaturrachim antara kedua belah pihak, karena yang jelas itu berarti tidak berjodoh bersyukurlah bila hal itu terjadi sebelum pernikahan setidaknya masing-masing pihak masih bisa selamat dari sebutan duda atau janda, sebuah ungkapan atau status yang tidak merdu terdengar di telinga bahkan cenderung merupakan sesuatu aib dalam kehidupan berumah tangga apapun penyebabnya. Jodoh mampir kedua, adalah terputusnya tali pernikahan yang disebut dengan jatuhnya talaq, peristiwa itulah yang paling tidak diharapkan oleh kedua belah pihak , apapun hasil positifnya dari perceraian itu apalagi bila sudah berketurunan, hal ini pun jangan sampai membuat terputus hubungan silatur rachim , agar tidak merugi dua kali yakni sudah putus hubungan suami istri juga putus hubungan silatur rachim, naudzu billah.

 Kedua : jodoh pasti , yakni setelah terjadi pernikahan salah satu dari pasangan tersebut di panggil lebih dahulu oleh Allah... hiyyy merinding mendengar hal ini.. ya Allah !..mati itu adalah salah satu sifat-Mu yang absolut , bila diperkenankan matikan kami setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban kami terhadap anak-anak kami, bisa melihat mereka bahagia bahkan kami dapat menimang anak cucu kami.

Ketiga : jodoh waris, jodoh waris, mungkin inilah yang kita kenal sebuah pernikahan yang bisa memasuki ulang tahun Emas , yakni ulang tahun yang ke 50 dari tahun pernikannya, jodoh waris juga mempunyai makna , harta dari keduanya mempunyai ahli waris yang akan menerimanya saat keduanya meninggal dunia, yakni anak dan cucu bahkan cicit.. subhanallah mudah-mudahan kita di sampaikan pada yang ketiga .. amin..bahagia dunia, bahagia akherat karena ada anak anak yang senantiasa mendoakan .



jodoh....oh jodoh.......

Diposting oleh Unknown | 05.11 | | 0 komentar »




Seorang akhwat mengeluh, sudah dua kali ini cintanya kandas tidak sampai di mahligai pelaminan, entah ,.! Mungkin ada yg salah dalam perjalanan kisah cintanya,. Begitulah (mungkin)manakala ta’arruf sudah tidak lagi jelas batas batasnya, baik batas waktu maupun inter aksi antara keduanya, jenuh , bosan hingga pintu perpisahan terbuka lebar.

Cinta memang semu , masing masing pihak akan selalu berusaha menonjolkan kelebihan dirinya, baik yg sebenarnya maupun yang kadang dibuat buat dengan dipaksakan, dgn maksud untukmenimbulkan rasa kagum dari pasangannya, dan bersamaan dengan itu sekaligus menutupi banyak kekurangannya, memang, bukankah diantara makna cinta itu adalah saling melengkapi ? namun apa yang mau dilengkapi kalau semu , dan tidak berusaha secara jujur untuk di nampakkan, agar tidak menjadi sesalan di kemudian hari .

Di antara rahasia Allah adalah jodoh,. Oleh karena itulah, kegagalan dalam memilih jodoh sebelum menikah patut disyukuri, bahkan setelah menikahpun sebelum punya keturunan.. orang beriman adalah orang yang selalu berbaik sangka kpd Allah, sebab Allahlah yang Maha tahu apa yg terbaik untuk kita, kegagalan kali ini atau bahkan yang akan datang merupakan kehendak Allah yang akan memberikan yang terbaik bagi kita, tentunya dengan catatan “kegagalan tersebut muaranya bukan dari keburukan kita yang terungkap, melainkan terjadi di luar kemampuan dan kalkulasi logika kita, itulah yang di sebut takdir.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu padahal, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2;216)

Sabar ,. Mungkin itulah kata yang tepat pada saat awal tibanya musibah,. Namun yang harus kita tahu musibah apapun yang menimpa seorang hamba, selain sudah tercatat di Laihul Mahfudz juga disesuaikan dengan kadar kemampuan dan keImanan hamba itu, hanya kadang kita terasa amat berat menerimanya, hal itu bersumber dari kesempitan hati kita, atau ketidak besaran jiwa kita, diantara inti kesabaran ialah menerima dengan lapang dada suatu hal yg bertentangan dgn kehendak hati. Di iringi suatu keyakinan bahwa itulah yang terbaik untuk kita.

Untuk Ahkwat atau Ikhwan yang mengalami hal serupa, selalu berbaik sangkalah kepada Allah,sebab pemberian Allah tergantung kepada prasangka kita kepada Nya, dalam hadits Qudsi Allah berfirman.

Sesungguhnya Aku bagaimana prasangka hamba Ku  kepada Ku.

tak lupa juga tawakkal kepada Nya, tentunya setelah usaha maximal kita laksanakan, sebagai kewajiban yang bersifat manusiawi. 

Bahasa cinta suami istri

Diposting oleh Unknown | 18.29 | | 0 komentar »




Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan istri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainnya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan istrinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanallah! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika Allah menghendaki lain, semua akan terjadi. Pada awalnya ia terkejut karena istrinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nazhar (melihat) calon istrinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan istrinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati istrinya tersebut sebagai wanita yang shalihah, rajin shalat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin shalat malam.
Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan istrinya. Bahkan ia berpikir, lama-kelamaan istrinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Allah menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan.
Berikut ini kami bawakan kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta :
1. Saling memberi hadiah
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah bersabda:
Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling cinta mencintai.”(HR. Bukhari dlm Adabul Mufrad, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk perhatian seorang suami kepada istrinya, atau istri kepada suaminya. Terlebih bagi istri, hadiah dari suami mempunyai nilai yang sangat mengesankan. Hadiah tidak harus mahal, tetapi sebagai simbol perhatian suami kepada istri.
Seorang suami yang ketika pulang membawa sekedar oleh-oleh kesukaan istrinya, tentu akan membuat sang istri senang dan merasa mendapat perhatian. Dan seorang suami, semestinya lebih mengerti apa yang lebih disenangi oleh istrinya. Oleh karena itu, para suami hendaklah menunjukkan perhatian kepada istri, diungkapkan dengan memberi hadiah meski sederhana.
2. Mengkhususkan waktu untuk duduk bersama
Jangan sampai antara suami istri sibuk dengan urusan masing-masing, dan tidak ada waktu untuk duduk bersama. Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baaz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan istri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan istri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?
Syaikh bin Bazz menjawab pertanyaan ini. Beliau menyatakan, tidak ragu lagi, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik berdasarkan firman Allah:
ayat17.jpg
Pergaulilah mereka dengan baik.” (QS. An Nisa’:19)
Juga sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepada Abdullah bin ‘Amr bin Ash, yaitu manakal sahabat ini sibuk dengan shalat malam dan sibuk dengan puasa, sehingga lupa dan lalai terhadap istrinya, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:
Puasalah dan berbukalah. Tidur dan bangunlah. Puasalah sebulan selama tiga hari, karena sesungguhnya kebaikan itu memiliki sepuluh kali lipat. Sesungguhnya engkau memiliki kewajiban atas dirimu. Dirimu sendiri memiliki hak dan engkau juga mempunyai kewajiban terhadap isterimu, juga kepada tamumu. Maka, berikanlah haknya setiap orang yang memiliki hak.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Banyak hadits yang menunjukkan adanya kewajiabn agar suami memperlakukan isteri dengan baik. Oleh karena itu, para pemuda dan para suami hendaklah memperlakukan isteri dengan baik, berlemah lembut sesuai dengan kemampuan. Apabila memungkinkan untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah, maka lakukanlah di rumah, sehingga disamping dia mendapatkan ilmu dan menyelesaikan tugas, dia juga dapat membuat isteri dan anak-anaknya senang. Kesimpulannya, adalah disyari’atkan atas suami mengkhususkan waktu-waktu tertentu, meluangkan waktu untuk isterinya, agar sang isteri merasa tentram, memperlakukan isterinya dengan baik; terlebih lagi apabila tidak memiliki anak.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluarganya. Dan saya adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.”
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga bersabda:
Orang yang paling sempurna imannya adalah yang tebaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian.”(HR. Tirmidzi)
Sebaliknya, seorang istri juga disyari’atkan untuk membantu suaminya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas studi ataupun tugas kantor. Hendaklah dia bersabar apabila suaminya memiliki kekurangan karena kesibukannya, sehingga kurang memberikan waktu yang cukup kepada isterinya. Berdasarkan firman Allah, hendaklah antara suami dan istri saling bekerjasama :
ayat27.jpg
Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan takwa.” (QS. Al Maidah :2)
Juga berdasarkan keumuman sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
ayat36.jpg
Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya.” (Muttafaqun ‘alaihi, diterjemahkan dari buku Fatawa Islamiyyah)
Nasihat Syaikh bin Baaz tersebut ditujukan kepada kedua belah pihak. Kepada suami hendaklah benar-benar tidak sampai melalaikan, dan kepada istri pun untuk bisa bersabar dan memahami apabila suaminya sibuk bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Untuk para isteri, bisa juga mengoreksi diri mereka. Mungkin diantara sebab suami tidak kerasan di rumah karena memiliki isteri yang sering marah, selalu bermuka masam dan ketus apabila berbicara.
3. Menampakkan wajah yang ceria
Di antara cara untuk mempererat cinta kasih, hendaklah menampakkan wajah yang ceria. Ungkapan dengan bahasa wajah, mempunyai pengaruh yang besar dalam kegembiraan dan kesedihan seseorang. Seorang isteri akan senang jika suaminya berwajah ceria, tidak cemberut. Secara umum Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
ayat44.jpg
Sedikit pun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria.” (HR. Muslim)
Begitu pula sebaliknya, ketika suami datang, seorang isteri jangan sampai menunjukkan wajah cemberut atau marah. Meskipun demikian, hendaknya seorang suami juga bisa memahami kondisi isteri secara kejiwaan. Misalnya, isteri yang sedang haidh atau nifas, terkadang melakukan tindakan yang menjengkelkan. Maka seorang suami hendaklah bersabar. Ada pertanyaan dari seorangb isteri yang disampaiakan kepada Syaikh bin Baaz, sebagai berikut:
Suami saya-semoga Allah memaafkan dia-, meskipun dia berpegang teguh dengan agama dan memiliki akhlak yang tinggi serta takut kepada Allah, tetapi dia tidak memiliki perhatian kepada saya sedikitpun. Jka di rumah, ia selalu berwajah cemberut, sempit dadanya dan terkadang dia mengatakan bahwa sayalah penyebab masalahnya. Tetapi Allah lah yang mengetahui bahwa saya-alhamdulillah-telah melaksanakan hak-haknya. Yakni menjalankan kewajiban saya sebagai isteri. Saya berusaha semaksimal mungkin dapat memberikan ketenangan kepada suami dan menjauhkan segala hal yang membuatnya tidak suka. Saya selalu sabar atas tindakan-tindakannya terhadap saya.
Setiap saya bertanya sesuatu kepadanya, dia selalu marah, dan dia mengatakan bahwa ucapan saya tidak bermanfaat dan kampungan. Padahal perlu diketahui, jika kepada teman-temannya, suami saya tersebut termasuk murah senyum. Sedangkan terhadap saya, ia tidak pernah tersenyum; yang ada hanyalah celaan dan perlakuan buruk. Hal ini menyakitkan dan saya merasa sering tersiksa dengan perbuatannya. Saya ragu-ragu dan beberapa kali berpikir untuk meninggalkan rumah.
Wahai Syaikh, apabila saya meninggalkan rumah dan mendidik sendiri anak-anak saya dan berusaha mencari pekerjaan untuk membiayai anak-anak saya sendiri, apakah saya berdosa? Ataukah saya harus tetap tinggal bersama suami dalam keadaan seperti ini, (yaitu) jarang berbicara dengan suami, (ia) tidak bekerja sama dan tidak merasakan problem saya ini?
Di jawab oleh Syaikh bin Baaz: “Tidak diragukan lagi, bahwa kewajiban atas suami isteri ialah bergaul dengan baik dan saling menampakkan wajah penuh dengan kecintaan. Dan hendaklah berakhlak dengan akhlak yang mulia, (yakni) dengan menampakkan wajah ceria, berdasarkan firman Allah:
ayat53.jpg
Pergaulilah mereka dengan baik.” (QS. An Nisa:19)
Juga dalam surat Al Baqarah ayat 228:
ayat62.jpg
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isteri.” (QS. Al Baqarah :228)
Arti kelebihan disini, secara umum laki-laki lebih unggul daripada wanita. Tetapi nilai-nilai yang ada pada setiap individu di sisi Allah, tidak berarti laki-laki pasti derajatnya lebih tinggi. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
Kebaikan itu adalah akhlak yang baik.” (HR. Muslim)
Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
ayat72.jpg
Sedikitpun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria.” (HR. Muslim)
Juga berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
ayat82.jpg
Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian.”(HR. Tirmidzi)
Ini semua menunjukkan, bahwa motivasi berakhlak yang baik dan menampakkan wajah ceria pada saat bertemu serta bergaul dengan baik kepada kaum Muslimin, berlaku secara umum; terlebih lagi kepada suami atau isteri dan kerabat. Oleh karena itu, engkau telah berbuat baik dalam hal kesabaran dan ketabahan atas penderitaanmu, yaitu menghadapi kekasaran dan keburukan suamimu. Saya berwasiat kepada dirimu untuk terus meningkatkan kesabaran dan tidak meninggalkan rumah di karenakan hal itu. Insya Allah akan mendatangkan kebaikan yang banyak. Dan akibat yang baik, insya Allah diberikan kepada orang-orang yang sabar. Banyak ayat yang menunjukkan, barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya balasan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran yang besar tanpa hisab kepada orang-orang yang sabar.
Tidak ada halangan dan rintangan untuk bercanda dan bergurau, serta mengajak bicara suami dengan ucapan-ucapan yang dapat melunakkan hatinya, dan yang dapat menyebabkan lapang dadanya dan menumbuhkan kesadaran akan hak-hakmu. Tinggalkanlah tuntutan-tuntutan kebutuhan dunia (yang tidak pokok) selama sang suami melaksanakan kewajiban dengan memberikan nafkah dari kebutuhan-kebutuhan pokok, sehingga ia menjadi lapang dada dan hatinya tenang. Engkau akan merasakan balasan yang baik, insya Allah. Semoga Allah memberikan taufik kepada dirimu untuk mendapatkan kebaikan dan memperbaiki keadaan suamimu. Semoga Allah membimbingnya kepada kebaikan dan memperbaiki akhlaknya. Semoga Allah membimbingnya untuk dapat bermuka ceria dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada isterinya dengan baik. Sesungguhnya, Allah adalah sebaik-baik yang diminta, dan Dia adalah pemberi hidayah kepada jalan yang lurus.(Dinukil dari buku Fatawa Islamiyyah).
Ini menunjukkan, bahwa seorang wanita diperbolehkan untuk mengeluh dan menyampaikan problemnya kepada orang yang alim, atau orang yang dianggap bisa menyelesaikan masalahnya. Hal ini tidak sama dengan sebagian wanita yang sering, atau suka menceritakan rahasia rumah tangganya, termasuk kelemahan dan keburukan suaminya kepada orang lain, tanpa bermaksud menyelesaikan masalahnya.
Sehubungan dengan permasalahan ini, Syaikh Utsaimin mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh sebagian wanita yang menceritakan keadaan rumah tangganya kepada kerabatnya, bisa jadi (kepada) orang tua isteri atau kakak perempuannya, atau kerabat yang lainnya, bahkan kepada teman-temannya, (hukumnya) adalah diharamkan. Tidak halal bagi seorang wanita membuka rahasia rumah tangganya dan keadaan suaminya kepada seorangpun. Karena seorang wanita yang shalihah adalah yang bisa menjaga dan memelihara kedudukanmartabat suaminya. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah memberitakan, seburuk-buruk manusia kedudukannya disisi Allah pada hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang suka menceritakan keburukan isterinya atau seorang wanita yang menceritakan keburukan suaminya.
Meski demikian, jangan dipahami bahwa secara mutlak seorang wanita tidak boleh menceritakan keburukan seorang suami. Karena, pada masa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pun ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata: “Ya, Rasulullah. Suami saya adalah orang yang kikir, tidak memberi nafkah yang cukup bagi saya. Bolehkah saya mengambil darinya tanpa sepengetahuannya untuk sekedar mencukupi kebutuhan saya dan anak saya?”
Mendengar penuturan orang ini, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab:
ayat9.jpg
Ambillah nominal yang mencukupi kebutuhanmu dan anakmu.” (Muttafaqun ‘alaih)
4. Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya
Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya, baik ketika hendak pergi keluar rumah ataupun ketika pulang. Penghormatan itu hendaklah dilakukan dengan mesra. Dalam beberapa hadits diriwayatkan, ketika hendak pergi shalat, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mencium isterinya tanpa berwudhu lagi dan langsung shalat. Ini menunjukkan, bahwa mencium isteri dapat mempererat hubungan antara suami isteri, meluluhkan kebekuan ataupun kekakuan antara suami isteri. Tentunya dengan melihat situasi, jangan dilakukan di hadapan anak-anak.
Perbuatan sebagian orang ketika seorang isteri menjemput suaminya yang datang dari luar kota atau dari luar negeri, ia mencium pipi kanan dan pipi kiri di tempat umum. Demikian ini tidak tepat. Memberikan penghormatan dengan hangat tidak mesti dengan mencium pasangannya. Misalnya, seorang suami dapat memanggil isterinya dengan baik, tidak menjelek-jelekkan keluarganya, tidak menegur isterinya dihadapan anak-anak mereka. Atau seorang isteri, bila melakukan penghormatan dengan menyambut kedatangan suaminya di depan pintu. Apabila suami hendak bepergian, isteri menyiapkan pakaian yang telah disetrika dan dimasukkannya ke dalam tas dengan rapi.
Suami hendaknya menghormati isterinya dengan mendengarkan ucapan isteri secara seksama. Sebab terkadang, ada sebagian suami, jika isterinya berbicara, ia justru sibuk dengan handphonenya mengirim sms atau sambl membaca Koran. Dia tidak serius mendengarkan ucapan isterinya. Dan jika menanggapinya, hanya dengan kata-kata singkat. Jika isteri mengeluh, suami mengatakan “hal seperti ini saja dipikirkan!”
Meskipun sepele atau ringan, tetapi hendaklah suami menanggapinya dengan serius, karena bagi isteri mungkin merupakan masalah yang besar dan berat.
5. Hendaklah memuji pasangannya
Di antara kebutuhan manusia adalah keinginan untuk di puji- dalam batas- yang wajar. Dalam masalah pujian ini, para ulama telah menjelaskan, bahwa pujian diperbolehkan atau bahkan dianjurkan dengan syarat-syarat: untuk memberikan motivasi, pujian itu diungkapkan dengan jujur dan tulus, dan pujian itu tidak menyebabkan orang yang dipuji menjadi sombong atau lupa diri.
Abu Bakar As Siddiq radhiallahu amhu pernah di puji, dan dia berdoa kepada Allah:“Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku dengan apa yang mereka ucapkan. Jangan jadikan dosa bagiku dengan pujian mereka, jangan timbulkan sifat sombong. Jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunilah aku atas perbuatan-perbuatan dosa yang mereka tidak ketahui.”
Perkataan ini juga di ucapkan oleh Syaikh Al Albani ketika beliau di puji-puji oleh seseorang dihadapan manusia. Beliau rahimahullah menangis dan mengucapkan perkataan Abu Bakar tersebut serta mengatakan: “Saya ini hanyalah penuntut ilmu saja”.
Seorang isteri senang pujian dari suaminya, khususnya dihadapan orang lain, seperti keluarga suami atau isteri. Dia tidak suka jika suami menyebutkan aibnya, khususnya dihadapan orang lain. Jika masakan isteri kurang sedap jangan dicela.
6. Bersama-sama melakukan tugas yang ringan
Di antara kesalahan sebagian suami ialah, mereka menolak untuk melakukan sebagian tugas di rumah. Mereka mempunyai anggapan, jika melakukan tugas di rumah, berarti mengurangi kedudukannya, menurunkan atau menjatuhkan kewibawaannya di hadapan sang isteri. Pendapat ini tidak benar.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melakukan tugas-tugas di rumah, seperti menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya dan melakukan tugas-tugas di rumah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dan terdapat dalam Jami’ush Shaghir. Terlebih lagi dalam keadaan darurat, seperti isteri sedang sakit setelah melahirkan. Terkadang isteri dalam keadaan repot, maka suami bisa meringankan beban isteri dengan memandikan anak atau menyuapi anak-anaknya. Hal ini disamping menyenangkan isteri, juga dapat menguatkan ikatan yang lebih erat lagi antara ayah dan anak-anaknya.
7. Ucapan yang baik
Kalimat yang baik adalah kalimat-kalimat yang menyenangkan. Hendaklah menghindari kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan. Seorang suami yang menegur isterinya karena tidak berhias, tidak mempercantik diri dengan celak dimata, harus dengan ucapa yang baik. (Nasihat untuk akhwat yg berkeluarga atau ibu-ibu. Hendaknya wanita mempercantik diri dan berhias untuk suaminya. Yang terjadi, umumnya berdandan dan mempercantik diri kalau mau keluar rumah, atau kalau ada walimah, misalnya. Sedangkan di rumah, ia enggan mempercantik diri dan tampil seadanya. Padahal berdandan dan mempercantik diri untuk keluar rumah hukumnya haram.)
Misalnya dengan perkataan “Mengapa engkau tidak memakai celak?” Isteri menjawab dengan kalimat yang menyenangkan: “Kalau aku memakai celak, akan mengganggu mataku untuk melihat wajahmu”.
Perkataan yang demikian menunjukkan ungkapan perasaan cinta isteri kepada suami. Ketika ditegur, ia menjawab dengan kalimat yang menyenangkan. Berbeda dengan kasus lain. Saat suami isteri berjalan-jalan di bawah bulan pernama, suami bertanya:”Tahukah engkau bulan purnama di atas?” Mendengar pertanyaan ini, sang isteri menjawab:”Apakah engkau lihat aku buta?”
8. Perlu berekreasi berdua tanpa membawa anak
Rutinitas pekerjaan suami di luar rumah dan pekerjaan isteri di rumah membuat suasana menjadi keruh. Sekali-kali diperlukan suasana lain dengan cara pergi berdua tanpa membawa anak. Hal ini sangat penting, karena bisa memperbaharui cinta suami isteri. Kita mempunyai anak, lantas bagaimana caranya? Ini memang sebuah problem. Kita cari solusinya, jangan menyerah begitu saja.
Bukan berarti setelah mempunyai anak banyak tidak bisa pergi berdua. Tidak! kita bisa meminta tolong kepada saudara, kerabat ataupun tetangga untuk menjaga anak-anak, lalu kita dapat pergi bersilaturahmi atau belanja ke toko dan lain sebagainya. Kemudian pada kesempatan lainnya, kita pergi berekreasi membawa isteri dan anak-anak.
9. Hendaklah memiliki rasa empati pada pasangannya
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
ayat10.jpg
Perumpamaan kaum mukminan antara satu dengan yang lainnya itu seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam.” (HR. Muslim)
Ini berlaku secara umum kepada semua kaum muslimin. Rasa empati harus ada. Yaitu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, termasuk kepada isteri atau suami. Jangan sampai suami sakit, terbaring ditempat tidur, isteri tertawa-tawa disampingnya, bergurau, bercanda. Begitu pula sebaliknya, jangan sampai karena kesibukan, suami kemudian kurang merasakan apa yang dirasakan oleh isteri.
10. Perlu adanya keterbukaan
Keterbukaan antara suami dan isteri sangat penting. Di antara problem yang timbul di keluarga, lantaran antara suami dan isteri masing-masing menutup diri, tidak terbuka menyampaikan problemnya kepada pasangannya. Yang akhirnya kian menumpuk. Pada gilirannya menjadi lebih besar, sampai akhirnya meledak.
Inilah sepuluh tips untuk merekatkan hubungan suami isteri, sehingga biduk rumah tangga tetap harmonis dan tentram. Semoga bermanfaat, menjadi bekal keharmonisan keluarga.
Dikutip dari Majalah As Sunnah Edisi Khusus 7&8 Thn IX/1426H/2005M

hukum yang kacau

Diposting oleh Unknown | 07.18 | | 0 komentar »

Hukum jahliyah yang carut marut.

Disuatu negri entah apa namanya, di kisahkan ada dua orang pencuri yang mengendap-endap untuk melakukan kejahatan di sebuah rumah ,salah seorang masuk melalui jendela, ketika tiba-tiba ia jatuh tersungkur  dan lehernya patah.

Al kisah pencuri tersebut melapor ke polisi, ia menuntut pemilik rumah yang telah menyebabkan cidera cacat pada lehernya agar dihukum karena kecerobohannya.
Polisi pun akhirnya memanggil pemilik rumah untuk dimintai pertanggung jawaban atas keteledorannya hingga menyebabkan orang lain celaka.

Pemilik rumah tidak terima disalahkan, karena yang memasang jendela itu ialah tukang bangunan, ia meminta agar tukang tersebut dipanggil untuk dihukum karena kelalaiannya.
Sang tukang pun akhirnya datang memenuhi panggilan yang berwajib, oleh polisi ia di ancam dengan hukuman kurungan sel karena sembarang memasang kusen hingga sang pencuri terjatuh.

Tukang pun ternyata tidak terima di salahkan, ia menuding penyebabnya ialah seorang perempuan bersepatu hak tinggi yang kebetulan lewat hingga ia tertarik untuk melirik akibatnya kusen tidak terpasang dengan sempurna.

Akhirnya dengan sedikit usaha polisi menemukan alamat si perempuan, dan ia pun di panggil ke kantor polisi untuk mintai pertanggung jawaban atas kelakuannya karena penampilannya membuat sang tukang menjadi tidak fokus pada pekerjaannya.

Ketika datang memenuhi panggilan polisi, dengan serta merta sang wanita membela diri, bahwa hal ini bukan salahnya , melainkan kesalahan tukang sepatu yang dengan desain sepatunya membuat sang tukang tertarik untuk melirik, akhirnya kusen terpasang miring ke arah dalam.
Dengan mudah polisi menemukan alamat tukang sepatu melalui wanita tersebut, maka tukang sepatu pun di panggil juga untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya, yakni membuat sepatu yang menarik perhatian orang lain termasuk tukang.

Kasus pun akhirya menemukan ujung penyelesaiannya , kasihan si tukang sepatu ia tidak dapat membela diri, setelah berkasnya lengkap lalu ia di ajukan ke pengadilan, karena saksi dan bukti kuat ia pun dijatuhi hukuman gantung.

Hingga tibalah hari yang dan tempat yang ditentukan, ia pun bersiap menerima hukuman gantung , dengan lesu ia berdiri di samping tali gantungan, yah !...di samping bukan di bawahnya, kenapa ? karena tubuhnya jangkung ..

Sang eksekutor gantung menjadi bingung, ia pun melapor bahwa “tidak dapat melaksanakan hukuman karena tubuh tersangka jangkung hingga melebihi tinggi tiang gantungan.

akhirnya hukuman di tunda sementara, tapi apa yang terjadi !.. sang pencuri sebagai pelapor menuntut agar hukuman segera di laksanakan, hakim pun panik maka dicarilah tukang sepatu lain yang badannya pendek , setelah sedikit melalui proses ilegal tapi di benarkan maka hukuman beralih kepada tukang sepatu yang bertubuh pendek.. dan ia pun mati di tiang gantungan.

Cerita pendek di atas , hanyalah sebuah visualisasi tentang carut marutnya hukum di negeri kita, sebuah negeri yang menganut system hukum dengan mengedepankan “katanya “praduga tak bersalah, tapi kenapa, seorang yang baru terduga di eksekusi di tempat penangkapan, apa perlunya puluhan petugas terlatih dengan senjata dan perlengkapan canggih kalau hasilnya sang buruan di tembak di tempat.

Bagaimana kasus dapat di urai kalau saksi kunci sudah mati, bagaimana calon tersangka dapat membela diri kalau ia sudah terbujur kaku

Benarkah bukti yang disita milik tersangka, siapa yang dapat di mintai kesaksian kepemilikan kalau ‘yang di duga pemilik di habisi.

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS 5;50)




Tolong, cintai aku, Ya Allah ...

Diposting oleh Unknown | 19.29 | | 0 komentar »






Kaki ini sudah terlalu jauh melangkah, Ribuan jejak sudah terekam, Walau kadang hilang dan lenyap, Bersama bergantinya waktu dan musim.
Seluruh cinta sudah terbagi,
Sehingga segala rasa berbalut cinta,
Walau kadang tak pernah merasa,
Berbalas luka, berbalur duka.

Ya Allah….
Kala cinta sangat di harap,
Hanya kepada Mu Jua harapan satu,
Biarlah mimpi tentang cinta,
Hanya terukir indah untuk Mu,
Karena Engkau yang punya Cinta ,
Engkau pula yang mengambil Cinta,

Ya Allah….
Tolong …, cintai aku …..
Kala hati luka tersayat sembilu,
Serasa darah seakan berhenti,
Seluruh tubuh terasa hancur,
Hanya Engkau, tempat ku berharap…..

Ayam Penyet

Diposting oleh Unknown | 01.13 | | 0 komentar »







Resep Ayam Penyet

Ayam Penyet, yang pasti jika menyantap menu ayam yang satu ini lidah terasa terbakar. HUahhhhh…pedesssnyuaaa....!!!! Ayam Penyet dengan sambal yang pedas menggigit pastinya bikin ketagihan. Nikmatnya dari pada makan Ayam Penyet diluaran terus, mending sekali-kali bikin kita sendiri yuk...!!

Resep Bahan Ayam Penyet :
1 ekor ayam berukuran kecil, potong menjadi empat bagian
300 ml air
2 lembar daun salam
minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Resep Bumbu Ayam Penyet (haluskan) :
4 siung bawang putih
1/2 sendok tek ketumbar
1 cm kunyit
3 cm jahe
3 cm lengkuas
1 1/2 sendok teh garam

Resep Bahan Sambal Ayam Penyet :
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
6 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit merah
1/2 buah tomat
1 sendok makan terasi goreng
1/2 sendok teh garam
1 sendok makan irisan gula merah
1 ikat kemangi, ambil daunnya
2 buah jeruk limau, belah dua

Cara Memasak Ayam Penyet :
Lumuri ayam dengan bumbu yang dihaluskan. Tambahkan daun salam dan air. Masak hingga daging ayam empuk. Angkat dan sisihkan.
Goreng daging ayam hingga matang. Angkat dan tiriskan.

Sambal : Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat hingga layu. Haluskan bersama terasi, garam, dan gula. Tambahkan air jeruk limau dan daun kemangi. Aduk rata.
Letakkan ayam goreng di atas sambal. Penyet-penyet hingga sambal menempel pada daging ayam.
Selamat mencoba Resep Ayam Penyet


Suatu senja

Diposting oleh Unknown | 21.20 | | 0 komentar »







Abi : “rasanya semua jam pengen  Abi rusakin deeh Mii…..
Umi : “ lho kenapa Biii….?”
Abi : “rasanya semua tempat pengen Abi gelapin..”
Umi : “aahh..Abi  niiih, ngelantur aja..”
Abi : “gimana gak ngelantur Mii…., tiap detik itu berharga tau..”
Umi : “iya Umi  tau koq (hmm…koq Abi mendadak sensi yah???)…”
Abi : “apa lagi kalo sama Umii…”
Umi : “Aiiih si Abi bisa aja (sambil senyum-senyum jadi malu :D )
Abi : “Eh Abi Pinjem tangan Umi dong.. dua.duanya”
Umi : ” hah, emank buat apa Bii??”
Abi  : “Udah sini deh tangan Umi
Umi : (mengulurkan tangan) mau ngeramal ya Bii ??hehehehe….
Abi : bukan, coba Umi buka telapak tangan Umi…..!!
Umi : Abi emangnya  mau ngapain sih, mau ngasih uang  yaa?? oke sini Bii uang nya  hehe….
Abi : ah Umi tuh uang mulu pikirannya  , nih Abi titip hati Abi yaaa… tolong di jagain jangan sampai rusak atau patah soalnya Abi gak bisa kelain hati . . :D
Umi : to tweeeett  Abii….(jadi berdebar :D )  ”

*** " CINTA " ***

Diposting oleh Unknown | 08.40 | | 0 komentar »






Cinta bukanlah tujuan
Cinta adalah sarana untuk menggapai tujuan
Jangan kau sibuk mencari definisi dan makna cinta
Namun kau lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta
Dzat yang menumbuhsuburkan rasa cinta
Dzat yang memberikan kekuatan cinta
Dzat yang paling layak dicintai Allah, Sang Pemilik Cinta
Cinta memang tak kenal warna
Cinta tak kenal baik buruk
Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah
Memang begitulah adanya
Karena yang mengenal baik buruk, warna dan rupa
Adalah sang pelaku cinta yang menggunakan akal pikirannya
Cinta bukanlah kata benda
Cinta adalah kata kerja
Cinta bukan sesuatu tanpa proses
Cinta itu butuh proses
Jangan mau kau terjatuh dalam cinta
Namun, bangunlah cinta itu
Bangunlah cinta dengan keimanan
Maka kau akan mengorbankan apa saja
Demi meraih keridhaan Sang Pemilik Cinta
Bangunlah cinta dengan ketakwaan
Maka kau tak kan gundah gulana
Ketika kehilangan cinta duniawi
Karna kau yakin Yang kau cari adalah cinta dan ridha Allah
Bukan cinta yang sementara

... "PERASAAN WANITA" ...

Diposting oleh Unknown | 03.55 | | 0 komentar »








untuk para Suami....pernahkah terbesit di benak pikiranmu,bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu,kadangkala perasaan ini mengganggu fikiranku, terkadang ku takut perasaan cintamu menjadi benci,limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan,dan ketenanganpun menjadi ketegangan.

Disaat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yg tak kunjung selesai,tak jarang aku kau abaikan,waktu di rumahpun,kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu,bukankah engkau tahu akupun butuh perhatian darimu,terkadang ku cari perhatian itu,kalaulah itu terlihat salah,semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain,bukankah ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan ''Dan pergaulilah mereka(istrimu)dengan baik,kemudian bilal kamu tidak menyukai mereka(maka bersabarlah)karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,padahal ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan padanya kebaikan yg banyak'' (QS.An Nisa''19)

Rasullullah shallallu'alaihi wa sallam yg kita cintaipun berpesan ''Sempurnanya iman seorang mukmin adalah mereka yg baek akhlaknya,dan yg terbaek(pergaulannya)dgn istri-istri mereka''jika engkau melihat kekurangan pada diriku,ingat lah kembali pesan beliau,jgn membenci seorang mukmin(laki-laki)pada mukminat(perempuan)jika ia tdk suka suatu kelakuannya pasti ada jg kelakuan lainnya yg ia sukai''(HR.Muslim)

tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya,bukankah engkau tahu bahwa hanyalah ALLAH yang maha sempurna,tidak lh sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitunh kekurangan dan kesalahanmu,jangan lah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat padamu..

Saat ku rela pergi bersamamu, kutinggalkan orang tua dan sanak saudaraku,ku ingin kaulah yang mengisi kekosongan hatiku,naungilah diriku dgn kasih sayang dan senyuman darimu,
ku ingat pula saat ku ragu memilih siapa pendampingku,ketakwaan yang terlihat dlm keseharianmu-lah yang mempesona diriku bukankah sahabat Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam,ali bin Tholib saat ditanya oleh seorang,''Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan degan siapakah sepatutnya aku nikahkan dai,'Ali R.a pun mnjawab,'kawinkan lah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada ALLAH,sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya,dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya,'ku harap engkau lah laki-laki itu.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan,sadarlah sesungguhnya egois telah menguasai dirimu,perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut,janganlah kasar terhadapku,bukankah Rasullullah telah mengajarkan kepada dirimu,saat Muawiah bin ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggung jawab suami kepada istri,beliaupun menjawab,'Dia memberimu makan ketika ia makan,dan memberinya pakaian ketika ia berpakaian,janganlah engkau keras terhadapku,karena Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari ALLAH di akhirat kelak,renungkanlah bahwa''mereka yang berlaku adil,kelak di hari kiamat akan bertahta singgasana yang terbuat dari cahaya.mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum,dan adil trhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya,''(HR.Muslim)
ku do'akan bahwa engkau lah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut dan aku adalah permaisuri istanamu.

jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah ALLAH berikan kepadamu,apalagi engkau sibuk,maka biarkan aku menuntut ilmu,namun takkan ku lupakan tanggung jawabku,sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra putrimu,bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra putrinya semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Ya ALLAH, Engkaulah saksi ikatan hati ini.. aku telah jatuh cinta pada lelaki pasangan hidupku,jadikanlah cinta pada suamiku ini sebagai penambah kekuatanku untuk mencintai-MU

Namun ku mohon pula,jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-MU ya ALLAH...hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yg semu,jagalah hatiku agar tdk brpaling pada hati-MU ya ALLAH,jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku.
Jadikanlah pula kerinduan terhadapku tdk melupakan kerinduannya trhadap surga-MU,
bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-MU,ingatkanlah diriku,jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-MU,telah berjumpa pada taat pada-MU,telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-MU,kokohkanlah ya Allah ikatanya,kekalkanlah cintanya,tunjukilah jalan-jalannya,penuhilah hati-hati ini dengan Nur-MU yang tiada pernah pudar, lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-MU dan keindahan bertawakal di jalan-MU.. Aamiin ya Rabbal'alamin.

Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

bolu ketan item kukus

Diposting oleh Unknown | 06.29 | | 0 komentar »









Untuk ketan item kukus ini, ada dua resep, dengan santan ataupun tanpa santan.

Resep I

Bahan-bahan :
8 buah telur ayam
350 gr tepung ketan item
350 gr gula pasir
250 ml minyak goreng atau margarin cair
1sdt emulsifier

Cara Membuat:
Siapkan kukusan, didihkan dengan api sedang
Siapkan loyang yang telah di oles dengan minyak goreng
Kocok telur bersama dengan gula, masukkan emulsifier atau jenis pengembang yang lain seperti spa tau tbm. Kocok sampai mengembang
Kecilkan speed mikser, masukkan minyak goreng, aduk rata
Masukkan tepung ketan item, aduk rata
Tuang kedalam loyang, taruh di dalam kukusan. Tutup panci dengan lap, untuk menjaga air tidak menetes ke adonan kue
Masak hingga matang, kurang lebih 45 menit - 1 jam

Resep II

Bahan-bahan :
5 Telur ayam utuh
250 gr gula pasir
350 gr ketan item
150 ml minyak goreng
200 ml santan
1sdt emulsifier

Cara Membuat:
Kocok telur, gula dan masukkan emulsifier atau sejenis pengembang yang lain seperti tbm atau sp. Kocok hingga mengembang
Masukkan tepung, aduk rata. Lalu masukkan minyak goreng dan santan, aduk rata
Tuang ke dalam loyang. Masak hingga matang, 45 menit - 1 jam

Selamat Mencoba...!!




Cantiknya Wanita

Diposting oleh Unknown | 05.52 | | 0 komentar »










Tentang Cantiknya Wanita

Menjadi cantik adalah dambaan setiap wanita.Dengannya wanita menjadi lebih percaya diri untuk menjadi yang paling pantas dipilih seorang lelaki. Banyak wanita juga berpendapat bahwa dengan kecantikan yang mereka miliki, membuat mereka tampil lebih percaya diri untuk menunjukkan identitas mereka kepada dunia, bahwa mereka ada dan pantas untuk dihargai.

Tampilan cantik tak jarang melahirkan sebuah pujian. Ya, Pujian adalah satu kata yang penuh makna untuk seorang wanita. Disana wanita mengira bahwa harga diri mereka dapat terangkat karena sederet kata rayuan, yang dibalut atas nama pujian. kebanyakan wanita juga mengira dapat mengukur tinggi atau rendahnya kualitas mereka dari sebuah pujian yang diterima. Dalam kalimat pujian itu pula, impian mereka dapat melambung melupakan akal sehatnya.Dalam sebuah pujian juga terdapat harapan yang kuat, dimana wanita ingin sekali dikagumi demi menjadi seorang yang berpredikat paling cantik.

Maka, demi pujian itu pulalah wanita bertindak untuk merawat dan mempermak diri mereka. Namun sayang, banyak dari mereka yang kemudian menabrak dan melupakan etika dan norma. Larangan Allah pun tak segan- segan dikaji ulang demi sebuah tampilan cantik versi manusia. Sambung rambut atau hair extension, tato, hot pants,rok mini, jeans ketat dan seabreg pakaian setan lainnya, banyak dijadikan pilihan untuk sebuah tampilan yang dinilai mereka memberikan sebuah keindahan dari tubuhnya.

Selanjutnya merekapun keluar, berjalan dan berkeliaran dibumi Allah untuk menebar godaan. Atau paling tidak berharap bisa mendapat sedikit pujian, dan diakui atas keberadaan mereka. kata seksi disematkan untuk melambungkan hati para wanita atas tampilan mereka. Dan wanita itupun bahagia.
Ah, kalau saja wanita- wanita tersebut tahu, bukan kesejatian dari keindahan yang ingin ditonjolkan oleh para kreator pembolak- balik pikiran mereka tersebut. Sebenarnya para setan manusia itu hanyalah ingin menikmati tampilan tubuh wanita dengan gratis atau cuma- cuma. Maka benarlah bahwa yang didalam hati mereka sebenarnya lebih jahat dari pada yang mereka tampilkan dalam manisnya kata.

Wahai wanita, pandangan siapa yang seharusnya kita dahulukan, pandangan manusia atau Allah?. Satu hal yang harus kita ingat, manusia memiliki pendapat masing- masing sesuai dengan pemikiran mereka. Tak ada yang tetap atau konstan dari sesuatu yang bernama pikiran manusia tersebut. Dan cara mereka memberikan penilaian atas kita, terkadang mengandung maksud yang hanya diketahui oleh hati mereka sendiri. Sedangkan pandangan Allah atas kita, mutlak menentukan keberkahan atau kecelakaan atas diri kita, dan hal itu pasti akan terjadi.

Sungguh, sebuah intan tidak akan dibiarkan begitu saja tergeletak dijalan. Sebuah intan juga tidak akan pernah dengan begitu saja digelar dijalanan. Dia akan tersimpan rapi dalam tempatnya yang tertutup dan hanya pemiliknya saja yang boleh menyentuhnya.

Dan wanita adalah ibarat intan. Dia cantik jika terjaga kecantikannya. Terjaga dalam balutan iman dan rasa malu. Kecantikan yang merupakan amanah dari Allah, akan terlihat begitu indah jika hanya dipersembahkan kepada yang berhak menerimanya, yaitu suami mereka. Dan itulah yang membedakan mereka dari seorang pelacur. 


(Syahidah/voa-islam.com)

Bolu Kukus pelangi

Diposting oleh Unknown | 21.02 | | 0 komentar »










Resep dan cara Membuat Kue Bolu Kukus Pelangi sebagai berikut :
Resep Kue Bolu Kukus Pelangi:
6 butir Telur Ayam Kampung
200 gram Gula Pasir
200 gram Tepung Terigu.
Setengah sendok teh Garam halus

1 sendok makan Emulsifier yang berfungsai sebagai pelembut adonan. Beberapa merek yang beredar di pasaran antara lain Spontan 88, Ovalet, SP, TBM, dan lain-lain. Emulsifier ini juga bisa anda ganti dengan bahan Baking Ingredient.
80 ml Santan Kental Murni
50 ml Minyak Sayur
Pewarna makanan merah, kuning, hijau atau sesuai selera anda

Langkah - Langkah Cara Membuat Kue Bolu Kukus Pelangi :

Mixer telur, emulsifier, garam dan gula sampai benar2 menyatu dan adonan berubah warna pucat dan kental
Masukkan tepung terigu, aduk perlahan lahan sampai merata
Masukkkan santan serta minyak sayur, aduk sampai merata menggunakan spatula atau sutil.
Bagilah adonan kue menjadi 3 bagian. Campurkan masing masing bagian tersebut dengan pewarna makanan dan pastikan sampai masing masing bagian memiliki warna yang merata.

Siapkan loyang yang sebelumnya harus diolesi mentega dan alaskan dengan kertas roti. Tuang adonan merah dan kukus kurang lebih sampai 10 menit agar kue bolu nya mengembang dengan sempurna.
Persiapkan handuk kecil atau kain lap bersih untuk memberi alas pada tutup kukusan agar air yang berasal dari uap tidak jatuh ke dalam adonan kue yang sedang di kukus.

Setelah 10 menit kemudian masukkan lapisan yg warna berikutnya, lalu kukus lagi selama 10 menit. dan sampai bagian / warna yang terakhir. Untuk warna pelapis yang terakhir ini sebaiknya dikukus sampai 30 menit hingga benar-benar matang.

Itulah Resep dan cara Membuat Kue Bolu Kukus Pelangi Semoga bermanfaat bagi teman semua .

Ibrah dari sebuah permainan

Diposting oleh Unknown | 18.53 | | 0 komentar »

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم

Sungguh kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk bentuk (QS 95:4)

Apa yang terfikir dalam benak anda saat melihat topeng monyet di atas ?

Seingat saya sejak kecil pun topeng monyet  seperti  itulah atraksinya, hanya ada beberapa tambahan agar penonton tidak bosan dan tentunya disesuaikan dengan kemajuan zaman. Tapi satu hal yang perlu kita catat, apapun atraksi yang dilakukan sang monyet tak lepas dari kegigihan pelatihnya, apa yang mereka pertontonkan begitulah yang mereka latihkan, yakni bukan karena sang kera cerdas, belum pernah kita mendengar tiba-tiba seekor monyet bisa mendadak sesuatu atraksi, begitu pula atraksi lumba-lumba, beruang, singa, berang berang juga hewan-hewan sirkus yang lain..

Kalau kita berpikir kritis, kritis atau ngaco yah !...penghasilan pemilik hewan tersebut cukup lumayan dari atraksi mereka, itu artinya modal utama dari usaha tersebut adalah hewan itu sendiri, mengapa para hewan tersebut tidak mencari uang sendiri agar mereka bisa hidup layak dan sejahtera...

Jawabannya ... hewan memang tidak punya akal, mereka di anugerahi oleh Allah berupa insting, yang di wahyukan Allah kepada mereka, sebagaimana Allah juga mewahyukan kepada lebah untuk membuat sarang.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", (QS 16;68)

Insting juga untuk mengetahui adanya sesuatu bahaya.

Bila kita mau berpikir kritis, atau istilah Qur,annya Ulul albab, maka akan banyak Ibrah atau hikmah dari peristiwa yang terjadi di sekitar kita, manusia di anugerahkan oleh Allah banyak kelebihan dan keunggulan bahkan dari malaikat sekalipun, hanya maukah kita memaksimalkan fasilitas dari Allah tersebut ?

Manusia Allah ciptakan dalam sebaik baik bentuk , baik bentuk fisik maupun psikisnya. Namun Bentuk hanyalah tampilan dzahir sebagai casing atau kemasan, karena yang bernilai adalah isi atau kontennya, sebagai seorang Mukmin yakni hatinya, karena hati tempatnya Taqwa, di hatilah Iman Allah sematkan, dan Iman serta Taqwa adalah karunia terbesar dalam hidup kita, yang tidak dapat dinilai berapa  pun nominalnya, keduanya tetap bernilai apa dan bagaimanapun bentuk kemasannya.

Muslim adalah identitas, adapun iman adalah Aqidah atau ikatan kita dengan Allah yang harus di wujudkan dalam bentuk aksi, di situlah peranan akal sangat penting untuk dapat menangkap sebuah pesan, baik itu pengalaman, pelajaran maupun yang lainnya, cekatan atau tidak tergantung tingkat kecerdasan, dan sejauh mana kita memaksimalkan akal kita selaku manusia, apakah mengalami perkembangan kecerdasan atau stagnan ?..