pos giv

pertunangan dan 3 macam jodoh

Diposting oleh Unknown | 07.51 | | 0 komentar »

Beberapa Minggu yang lalu, bersama suamiku keluarga besar kami mengadakan acara pinangan, dari sepupunya kepada seorang gadis pilihannya yang masih satu kecamatan namun berlainan desa.

menurut suamiku prosesi budaya Madura ini dalam bahasa daerahnya di sebut phephekalan, kalau kita tarik dalam terminologi Islam mungkin inilah yang di sebut khitbah atau meminang.

Seperti biasa ada acara seserahan berbagai macam buah dalam bentuk Parcel sebagai cendera mata dari keluarga laki kepada keluarga perempuan, setelah itu ada sambutan dari tuan rumah sebagai wujud terima kasih dan sedikit wejangan sebagi nasihat untuk kedua calon.

Dan bagiku ada yang menarik dari untaian nasihat yang disampaikan seorang Ustadz yang mewakili tuan rumah yang juga orang Madura, yakni beliau (ustad) menjelaskan tentang macam-macam jodoh dalam terminologi orang Madura, meski di sampaikan dalam bahasa mereka sedikit banyak aku paham apa maksudnya, karena selama ini sudah sering berinteraksi dengan keluarga dan saudara dari suamiku.

Menurutnya jodoh itu ada tiga macam.

Pertama : jodoh mampir , jodoh mampir itu ada dua pertama, baru bertunangan tidak lama atau putus sebelum menikah, hal ini tidak perlu di sesali apalagi sampai membuat putus hubungan silaturrachim antara kedua belah pihak, karena yang jelas itu berarti tidak berjodoh bersyukurlah bila hal itu terjadi sebelum pernikahan setidaknya masing-masing pihak masih bisa selamat dari sebutan duda atau janda, sebuah ungkapan atau status yang tidak merdu terdengar di telinga bahkan cenderung merupakan sesuatu aib dalam kehidupan berumah tangga apapun penyebabnya. Jodoh mampir kedua, adalah terputusnya tali pernikahan yang disebut dengan jatuhnya talaq, peristiwa itulah yang paling tidak diharapkan oleh kedua belah pihak , apapun hasil positifnya dari perceraian itu apalagi bila sudah berketurunan, hal ini pun jangan sampai membuat terputus hubungan silatur rachim , agar tidak merugi dua kali yakni sudah putus hubungan suami istri juga putus hubungan silatur rachim, naudzu billah.

 Kedua : jodoh pasti , yakni setelah terjadi pernikahan salah satu dari pasangan tersebut di panggil lebih dahulu oleh Allah... hiyyy merinding mendengar hal ini.. ya Allah !..mati itu adalah salah satu sifat-Mu yang absolut , bila diperkenankan matikan kami setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban kami terhadap anak-anak kami, bisa melihat mereka bahagia bahkan kami dapat menimang anak cucu kami.

Ketiga : jodoh waris, jodoh waris, mungkin inilah yang kita kenal sebuah pernikahan yang bisa memasuki ulang tahun Emas , yakni ulang tahun yang ke 50 dari tahun pernikannya, jodoh waris juga mempunyai makna , harta dari keduanya mempunyai ahli waris yang akan menerimanya saat keduanya meninggal dunia, yakni anak dan cucu bahkan cicit.. subhanallah mudah-mudahan kita di sampaikan pada yang ketiga .. amin..bahagia dunia, bahagia akherat karena ada anak anak yang senantiasa mendoakan .



Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda di bawah ini