pos giv

Menjaga amal agar Ikhlas

Diposting oleh Unknown | 07.11 | | 0 komentar »

97. Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS 16;97)

Jauh sebelum Amerika menerapkan anti gender (perbedaan jenis kelamin) sebelumnya Allah sudah menetapkan “bahwa manusia di sisi Allah tidak di nilai jenis kelaminnya, bahkan nabi bersabda

“sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kamu, harta (atau status sosial) tapi Allah melihat kepada hatimu (karena hati tempatnya taqwa)

Kemuliaan manusia terletak kepada ketaqwaannya di sisi Allah, maka siapa pun yang beramal “SALEH, lalu apa shaleh itu ? para ulama menerangkan ,bahwa “amal shaleh ialah amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan yang di contohkan baginda nabi SAW, baik itu laki atau perempuan, maka Allah janjikan akan memberikan kehidupan yang baik.

Lalu apa hidup yang baik itu ?

hidup yang baik tentunya memiliki makna yang sangat bias, tergantung dari sisi mana dan siapa yang menilai, namun baik di sini tentunya, adalah baik dalam penilaian Allah, yang di peroleh sebagai buah dari amal shalehnya, sebagai contoh diantara kehidupan baik ialah mudahnya mendapat rizeki yang halal dan barokah, anak anak yang sehat berbakti, lingkungan kondusif hingga tercipta suasana nyaman yang mendukung untuk kita beribadah secara Kyushu.

Maka dengan sendirinya Allah akan memberikan kepada kita pahala yang terbaik sebagi konsekuensi  dari amal shaleh yang kita kerjakan.


98. Apabila kamu MEMBACA Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Untuk dapat melakukan amal shaleh sebagaimana yang di definisikan para ulama, tentunya butuh ilmu, maka dari sinilah kita mutlak memahami apa yang dimaksud “MEMBACA  dalam ayat di atas, membaca, bukan hanya mengucapkan rangkaian kata yang menjadi kalimat, atau  istilah bahasa Arabnya mengucapkan rangkaian kalimat yang menjadi kalam, tapi membaca mempunyai makna yang luas, seperti saat ketika Jibril datang menyampaikan wahyu yang pertama, membaca berarti memahami apa yang diucapkan, yang di lihat dan yang di dengar sebagi referensi atau rujukan untuk melakukan suat amal, agar hati menjadi mantap dalam melaksanakannya.

Itulah sebabnya kita mohon kepada Allah perlindungan-Nya , agar dapat Istiqamah ketika mengamalkannya , dan diberi kekuatan dalam menghadapi godaan setan yang terkutuk, karena Setan tak akan pernah tinggal diam saat seseorang melakukan suat amalan apalagi berniat untuk istiqamah di jalan-Nya.

Dengan ke Imanan serta keikhlasan dalam beramal, maka godaan setan dapat kita minimalisir, karena setan tidak akan bisa menjerumuskan seseorang yang ikhlas dalam berbuat, seperti yang diakuinya sendiri

“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
 Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis  di antara mereka". (QS 15: 39/40)

Tawakkal adalah bentuk lain dari Ikhlas namun mempunyai makna yang sama, Tawakkal berarti menyerahkan hasil terakhir amal kita setelah secara maksimal kita melakukan ikhtiarnya.


Sesungguhnya kekuasaanNya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang berpaling kepadanya (kepada setan) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

Di sini semakin jelas, bagaimana setan dapat menguasai manusia, dan manusia macam apakah yang dapat di kuasainya, bila kita simak dengan baik ada dua macam manusia.

Pertama : manusia yang berpaling , yakni manusia yang berada di bawah bendera setan, masuk menjadi golongannya.

 Kedua : yang bersekutu, golongan ke dua ini lebih jahat dari golongan yang pertama, kalau golongan pertama kesesatannya untuk dirinya sendiri, maka golongan kedua sudah sudah bersekutu, dalam makna yang lain, “bersatu dengan setan untuk menyesatkan manusia yang lain, sesat menyesatkan.

Maha benar Allah dengan firmannya

“4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. Dari (golongan) jin dan manusia. (QS 114; 4,5,6)

Wallahu a’lam bissawab.











Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda di bawah ini