pos giv

~ Di Antara Pendidikan Allah Untuk Kita ~ 





Oleh : Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami

Adakalanya Allah memberikan ujian dan cobaan kepada kita berupa gangguan orang-orang di sekitar kita agar supaya hati kita tidak bergantung kepada siapapun kecuali bergantung kepada-Nya yang Maha Esa.. 

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya Allah memberikan ujian dan cobaan kepada kita untuk membuktikan ibadah hati kita berupa sabar, ridha dan yakin sepenuhnya kepada-Nya. Dan bahwasanya kita ridha kepadanya bukan karena Dia memberikan semua keinginan kita, tapi karena kita yakin sepenuhnya bahwa Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya Allah menghalangi kita untuk mendapatkan materi duniawi yang kita cari karena Dia Maha Tahu bahwa hal tersebut akan menyebabkan rusaknya agama dan dunia kita, atau karena waktunya belum tepat dan Dia akan berikan semua itu kepada kita pada saat yang terbaik..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya Allah mencabut kesenangan yang sedang kita nikmati karena Allah melihat bahwa hati kita mulai cenderung kepada dunia, maka Allah hendak menunjukkan hakekat yang sebenarnya agar supaya kita zuhud terhadap dunia dan selalu merindukan surga-Nya..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Sesungguhnya Allah tahu bahwa ada penyakit dalam hati kita, sedang kita tidak mampu dan kesulitan untuk mengobatinya sendiri, maka Dia-pun menguji kita dengan berbagai macam kesulitan agar supaya penyakit dalam hati kita tersebut keluar dan sembuh.. Kita merasakan kesulitan sebentar kemudian setelah itu kita bisa tersenyum dan tertawa bahagia..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya doa-doa kita ditunda pengabulannya oleh Allah agar supaya kita berupaya maksimal dengan menempuh berbagai macam sarana dan usaha, sehingga ketika kita hampir putus asa dan patah harapan untuk memperbaiki keadaan, maka pada saat itulah pertolongan Allah datang dari arah yang tidak terduga dan tidak kita sangka, supaya kita menyadari bahwa Dia-lah yang memberi nikmat kepada kita dan bukan yang selain-Nya..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Ketika kita beribadah kepada Allah dengan tujuan mencari dunia, maka justru kita tidak diberi dunia tersebut oleh Allah, agar supaya keikhlasan kembali masuk ke dalam hati kita dan kita terbiasa beribadah hanya karena Allah semata. Kemudian setelah itu Allah berikan kepada kita apa yang kita inginkan..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya Allah memberikan ujian yang cukup panjang kepada kita, tetapi pada saat itu juga Allah tampakkan kepada kita kelembutan-Nya dan pertolongan-Nya. Juga Dia berikan kepada kita kelapangan dada yang menjadikan hati semakin mengenal-Nya dan kemudian Dia curahkan cinta-Nya ke dalam hati kita..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Ketika kita lalai dan menjauh dari Allah serta iman berkurang, Dia terus-menerus tunjukkan kepada kita kebesaran-kebesaran kekuasaan-Nya yang menakjubkan. Dan Dia perlihatkan doa-doa kita yang begitu cepat dikabulkan sehingga kita menjadi tersadar dan terbangun dari kelalaian selama ini, lalu kita mendekat kepada-Nya dan iman pun menjadi bertambah..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya Allah menyegerakan hukuman kepada kita atas dosa-dosa kita dengan tujuan agar supaya kita segera bertaubat. Kemudian Dia ampuni kita dan juga Dia bersihkan kita, sehingga tidak tersisa lagi tumpukan-tumpukan dosa dalam hati kita yang menyebabkan hati tertutup bahkan buta..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya kita menginginkan sesuatu dan terus menerus merengek meminta kepada Allah agar sesuatu tersebut diberikan kepada kita seakan kita tidak menerima apa yang telah ditakdirkan Allah untuk kita. Maka Allah-pun akan berikan sesuatu yang kita inginkan tersebut agar supaya kita mengetahui hakekatnya, yang ternyata tidak baik bagi kita dan bahkan kita membencinya. Pada saat itulah kita menyadari bahwa pilihan Allah untuk kita adalah yang terbaik bagi kita..

• Di antara pendidikan Allah untuk kita…

Adakalanya kita sedang mendapat ujian dan cobaan, akan tetapi Allah selalu menunjukkan kepada kita keadaan orang lain yang ternyata lebih parah dari kita, sehingga kita menyadari betapa kasih sayang dan kelembutan Allah kepada kita yang menjadikan kita selalu memuji Allah dan mengucapkan Alhamdulillah..

• Alhamdulillaah.. maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kita dustakan.. ? 

Cinta karna Allah

Diposting oleh Unknown | 00.25 | | 0 komentar »







dalam keimanan, kesempitan jadi cerita indah | dalam ketaatan, kelapangan itu bahagia nan nyata 

dan kemaksiatan hanya berakhir penyesalan | aib yang tak pantas jadi cerita dan ingatan

bila bersatu karena harta, maka kemiskinan yang jadi ujian | namun bila bersama karena taat, Allah yang akan jadi pelindung

bila ketertarikan hanya pada badan, maka dunia dan usia akan mengakhiri | sedang yang bersatu karena iman, kematian tidak memisahkan mereka

menikah itu soalan memberi dan menerima, memahami dan mengerti | mengajak taat, mengawal dari maksiat, beribadah pada Allah

bila sudah karena iman, setiap lafal ayat Al-Qur'an adalah pengikatnya | bila sudah sebab taat, setiap sujud jadi penarik bagi pasangannya

iman membuat cinta tak menyakiti, tidak membahayakan dan menuntut | tapi senantiasa menjaga, melindungi, berkorban dan menentramkan

maka cinta karena iman itu menenangkan | karena Allah yang memberikan izin mencintai 



Ust. Felix S

Kewajiban kita kepada al-Qur,an

Diposting oleh Unknown | 00.55 | | 0 komentar »
Al-Qur,an adalah salah satu Mu'jizat rasulullah yang masih ada, mengimaninya bukan sekedar percaya akan adanya, namun dimana al-qur,an Allah turunkan sebagai konsep hidup seorang Muslim, tentulah suatu keniscayaan bagi kita sebagai Muslim untuk memahami kandungan isinya, guna menjadi landasan dalam mengamalkannya.

membaca atau dibacakan adalah tahapan pertama , namun yang perlu kita rubah adalah paradigma kita terhadap ungkapan "membaca (al Qur,an menggunakan kalimat IQRA),"membaca bukan hanya mengucapkan kalimat yang tersusun dari
rangkaian kata, namun membaca di sini adalah kita mengerti apa yang kita ucapkan atau kita dengar, karena al-qur,an adalah bahasa Arab.
jadi , ketika al-Qur,an di terjemahkan di uraikan tujuan dari maknanya dan ditafsirkan.
selanjutnya , "dengarkan, sebagai tahapan berikutnya memahami al-Qur,an.

kemudian "Simak , dengan menyimak kita tidak hanya mengerti namun juga faham, faham dan mengerti itu  beda, mengerti hanya cukup untuk kita sendiri, ada pun faham artinya kita mampu menyampaikan pada orang lain, seperti doa ketika belajar "RABBI ZIDNI 'ILMA WAR ZUQNI FAHMA (tuhanku .. berilah aku pengertian dan berilah aku pemahaman).


berikutnya , tentulah mengamalkan sebagai wujud ketaatan kita kepada yang mempunyai Firman tersebut (sami'na wa ata'na).. karena dengan amaliyah-amaliyah yang kita lakukan sebagai bentuk ibadah kepada-Nya , berarti kita telah melakukan pendekatan dan dengan kedekatan itulah rachmat insha Allah akan diberikannya.

Istri mu amanah mu

Diposting oleh Unknown | 05.30 | | 0 komentar »


Istri adalah amanah Allah Swt kepada sang suami,,
yang mana hak-hak nya harus di penuhi dengan baik dan benar menurut syari'at Agama.
Jika seorang suami lalai dalam memenuhi hak istri nya,,
itu berarti sang suami telah lalai menjaga dan memelihara Amanah yang telah Allah percayakan kepadanya.
SECARA GARIS BESAR HAK ISTRI ATAS SUAMI NYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

 > Suami harus tahu bahwa istri adalah Amanah yang di bebankan kepadanya, jadi ia harus bertakwa kepada Allah Swt dalam memikul amanah ini, mengajarinya masalah Agama dan memberi tahukan kepadanya berbagai kewajiban yang harus di lakukannya, Nabi Saw bersabda; "Setiap kalian adalah pemimpin dan pemimpin bertanggung jawab atas yang di pimpinnya,Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia bertanggung  jawab atas yang di pimpin nya"( Muttafaq'alaih).

> Mempergauli dengan baik dengan cara antara lain :
Memberi sandang,,pangan,,memperlakukan nya dengan baik,,memenuhi kebutuhan biologisnya dan yang sejenisnya. ALLAH SWT berfirman:"Dan bergaul lah dengan mereka secara patutu"(QS,AN-NISA';19)

> Bersabar atas penderita'an nya dan mau memikul beban kesalahan yang berasal darinya sehingga ia mendapatkan pahala dari ALLAH SWT atas kesabaran nya. Nabi Saw bersabda;"Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan.Jika ia (laki-laki) membenci cipta'annya (bentuk tubuhnya) ia akan rela (dengan kelebihan) dari sisi lain nya"(Hr-Ahmad,hadist ini shahih).

> Menyebutkan hal-hal yang baik kepadanya, memujinya di hadapan keluarga suami maupun keluarganya, tidak melukai perasa'an nya dengan perkataan yang buruk untuk menurunkan harga dirinya, Nabi Saw bersabda :"Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku melebihi kalian" (Hr,At-Tirmidzi)

Kemudian pasangan suami istri harus tahu bahwa kehidupan rumah tangga itu tidak lepas dari beberapa gangguan.,Karena nya,hanya dengan sikap sabar,mau menundukkan pandangan dan sama-sama bersedia memikul beban pasangan sajalah yang dapat melanggengkan kehidupan rumah tangga.

Sebagai penutup, ingatlah firman ALLAH SWT "Dan jangan lah kamu melupakan keutama'an di antara kamu" (QS,AL-BAQARAH;237)


Semoga bermanfa'at,,


Ketika "Sabar untuk kita.

Diposting oleh Unknown | 21.01 | | 0 komentar »
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Ketika ungkapan “sabar, di peruntukkan bagi orang lain, begitu pandainya lidah menyusun kata dan ungkapan agar menjadi penyejuk dan motivasi , betapa mudah menguraikan ungkapan tersebut betapa mudah beretorika dari sebuah ungkapan sederhana.

Namun ketika ungkapan tersebut terwujud dalam realita kehidupan kita sendiri, di mana saat Sang pemilik vokalis lagu  kehidupan, menjadikan “duka,  sebagai nyanyian sejenak hayat kita, sementara alur bait serta liriknya mengalir deras bagikan air, melewati , menerjang hingga  melampaui logika nalar manusia.

Maka saat itulah manifestasi ungkapan “bersabarlah,  jauh lebih berat dari sebuah retorika.


Maha Suci Engkau ya Allah !... betapa besar pahala orang yang bersabar, hingga di sandingkan bersama Allah, karena inti sabar ialah menerima dengan ikhlas kehendak-Nya yang bersebrangan dengan harapan  seorang hamba.






* ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA *
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA
Bismillaah...
Sebenarnya kajian ini kebanyakan ditujukan untuk para suami, kaum lelaki.
Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.

Istri adalah suatu amanat bagi suami. Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.
Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu :
1) Mengarahkan istrinya.
2) Mengayomi istrinya.
3) Melindungi istrinya.

Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam. Oleh karena itu sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita.

Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya,
namun Beliau berwasiat: JAGALAH WANITA-WANITA ITU.

Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita. Sehingga setelah memahami tabiatnya,kemudian memperlakukannya dengan ma'ruf, dengan sebaik-baiknya, seperti firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." QS. An-Nisaa (4) : 19

Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak. Jangan sampai keburukan akhlaq dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata : "ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".

Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah :
1) Pencemburu.
Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain, dll.
2) Perasa.
Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.
3) Suka Perhiasan.
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami.
Hargai pendapatnya, jangan egois.
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Suami berhias atau bersolek untuk istri.
6) Memberi istri hadiah.
7) Main tarik ulur.
Bersabar, jgn tergesa-gesa.
Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.
I
stri itu seprti wadah yang akan kekeringan jika tidak terus diisi air.
Karena jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya.
Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.

Firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anak mu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" QS. At-Taghobun (64) : 14

Merupakan nasihat bagi suami apabila ada masalah dengan istri maka :
1) Maafkan dia (tidak memberikan sangsi atas kesalahan)
2) Tidak menjelek-jelekkan dgn perkataan.
3) Lupakan (maghfirah). Buka lembaran baru.
4) Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.
Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.

Wasiat untuk suami dan istri :
JADILAH MANUSIA TERBAIK.
Dimana manusia yang terbaik adalah YANG TERBAIK KEPADA ISTRINYA, DAN KELUARGANYA.

Wasiat untuk istri :
JADILAH WANITA YANG TERBAIK, yang bila dipandang menyenangkan, dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah SURGA DAN NERAKA kita.

Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu : Agamanya dan Akhlaqnya.
Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.

Wallahu'alam.
Semoga yang sederhana ini bermanfaat untuk ku dan untukmu (saudara-saudara ku seiman)