pos giv

Ini Hati ❤

Diposting oleh Unknown | 06.51 | | 0 komentar »

*JENIUSNYA RASULULLAH tentang KESEHATAN*

_*"Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu"*_

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis...
Benci banget ?
Dendam banget ?
Nggak suka banget ?
Sedih Banget ?
Kecewa banget ?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh.
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi.

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja.

Diatasi dengan operasi, obat Herbal bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi.

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak.
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh.

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak.
Kecewa masih berlanjut.
Perasaan masih tidak enak.
Benci masih kuat.

_SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI_

Serius?

Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam, pernah berkata :

"Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk."

Itulah *"H A T I"*

Seharusnya ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi dan bahagia bersama...

Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa.
Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan.

Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci dan di bersihkan.

_*Tanda hati bersih dan suci adalah :*_

-. Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain..
-. Selalu semangat berbagi tanpa pamrih..
-. Selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita.
- TIDAK DENGKI
- TIDAK DENDAM

*🍃📚 BOLEHKAH SEORANG ISTRI MEMERIKSA BARANG PRIBADI SUAMI SEPERTI HP NYA ⁉*

=====

👤 Syeikh Musthofa Al-Adawi -hafizhohulloh- pernah ditanya seorang istri yang curiga terhadap suaminya hingga dia ingin memeriksa HP suaminya... beliau menjawab:

☝ "Anda tidak diperintahkan untuk melakukan tajassus... Anda dilarang melakukan tajassus, Allah telah berfirman (yang artinya): "Janganlah kalian melakukan tajassus"

[Al-Hujurot:12].

👉 Istri yang selalu menguntit suaminya, memeriksa HP nya, dan mencari-cari sesuatu yang bila tampak padanya akan berpengaruh buruk pada dirinya; dia tidak bisa dibenarkan dalam tindakannya, wallohu a'lam.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rx1AMxuwfgY

=====

📝 Hal senada juga dikatakan oleh Syeikh Abdul Aziz Al-Fauzan -hafizhohulloh- yang pernah ditanya tentang masalah ini, dan beliau menjawab:

☝ "Tidak boleh, dan ini merupakan tindakan tajassus yang dilarang oleh Allah ta'ala dalam firman-Nya (yang artinya): "Janganlah kalian melakukan tajassus!"

[Al-Hujurot:12].

👉 Hak seorang suami atas istrinya adalah hak yang paling agung setelah haknya Allah ta'ala atas diri seorang istri.

👉 (Oleh karenanya), hak suami atas istrinya lebih agung daripada hak kedua orang tua istri tersebut atas dirinya, padahal hak kedua orang tua atas dirinya juga sangat besar.

👉 Ketika seorang istri mengorek-ngorek rahasia-rahasia suami, dan mulai mencari-cari di dokumen-dokumen miliknya, atau di HP nya, dengan harapan mendapatkan bukti untuk dipertanggung-jawabkan, sehingga istri bisa mempertanyakannya atau menyudutkannya. Bahkan mungkin juga dia jadi berburuk-sangka kepada suaminya. Setiap yang dia lihat, dia bawa kepada kemungkinan terburuk.

👉 Maka, ini tentu tidak boleh, dan tindakan seperti ini -sebagaimana diketahui oleh semua- tidak boleh dilakukan terhadap semua orang, lalu bagaimana dilakukan terhadap seorang suami yang haknya atas isteri tersebut merupakan hak yang paling besar setelah haknya Allah atas dirinya?! Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan".

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-cNKaVQMIQs

-------

NB:

🔰Tajassus adalah usaha mengorek-ngorek sesuatu yang tidak tampak pada orang lain tanpa sepengetahuan orangnya.

🔰Tajassus dilarang oleh Syariat Islam yang mulia, karena itu merupakan pintu keburukan yang biasanya mengantarkan kepada pertengkaran dan perpecahan.

🔰Karena sudah menjadi fitrah manusia; suka menyembunyikan keburukannya dan menampakkan kebaikannya..

🔰Sehingga, biasanya tindakan tajassus ini tidaklah dilakukan, melainkan untuk mencari keburukan orang lain.. dan seseorang biasanya akan menjauh dari orang yang mengetahui aibnya.

🔰Sebagaimana seorang istri tidak boleh melakukan tajassus terhadap suaminya, begitu pula *seorang suami tidak boleh melakukan tajassus terhadap istrinya*, karena redaksi larangan tajassus itu umum, maka harus diberlakukan secara umum, mencakup laki-laki dan perempuan.

🔰Harusnya suami istri menjunjung tinggi sikap saling husnuzhon (berbaik sangka).. dan sikap saling percaya di antara keduanya.. Ingatkan diri masing-masing bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing.. siapa yang bersalah, maka dia tidak akan luput dari ancaman hukuman Allah.

🔰Kepada orang lain saja, Islam memerintahkan kita untuk saling menutupi aib, pantaskah sebagai suami istri malah ingin mengorek-ngorek kesalahan dan aib pasangan hidupnya?!

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

✒ Ustadz Musyaffa Ad-Dariny Hafidzahullahu

•┈┈┈•❀❁❦🌸🌹🌸🌹🌸❦❁❀•┈┈┈•
📮 *ʍʊtιaʀa ռasɛɦat ʍʊsʟιʍaɦ* http://goo.gl/I4oFGI
📮 *ʊռtaιaռ ғaաaιɖ* https://goo.gl/kun8Mj
🛰 aռɖʀօιɖ https://goo.gl/ozGo2Q
🌍 աɛɮsιtɛ : www.AsySyamil.com
💠 ʄք : https://goo.gl/MXbwOU
📱 աa : 0812-9661-2831 aɖʍιռ

Dakwah tidak instan

Diposting oleh Unknown | 23.13 | | 0 komentar »
Rasulullah berlari bersama Zaid bin Hâritsah menghindari hujan lemparan batu dari penduduk Thaif yang menolak dakwahnya , darah segar mengucur dari tumit Rasul yang mulia sampai membasahi sandalnya , sehingga beliau tiba dan berlindung di balik tembok milik ‘Utbah dan Syaibah, dua orang putra Rabi’ah, yang terletak tiga mil dari kota Thâ’if. 

Ketika itulah rasulullah mengadu dengan doa yang panjang kepada Allah , agar penduduk Thaif kelak dijadikan diantara barisan orang orang beriman,

Maka Allah mengutus jibril , dan menawarkaan akan menghukum penduduk thaif dengan melemparkan gunung di atas mereka.

rasulullah menolak dan tetap mengharap keislaman penduduk Thaif , bila bukan mereka semoga keturunanya kelak . sehingga doa rasulullah kelak memang terkabul.

Dari sekelumit kisah ini kita dapat mengambil  ibrah , betapa dakwah itu tidak instan .

Betapa lembut dan piawainya rasul dalam berdakwah sebagai insan pilihan dan didikan wahyu, namun apa yang beliau sampaikan tidak mudah diterima begitu saja .

Ada dua pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini .

Pertama : tentu dakwah disampaikan adalah dakwatul haq , dimana yang disampaikan adalah sesuatu yang jelas sumbernya , sehingga mantap dalam menyampaikannya, karena itu berilmulah , kuasai materi dakwah yang akan kita sampaikan sebaik mungkin , siapkan argumen yang kuat sebagai hujjah ketika ada yang melecehkannya.

Kedua : sampaikan dengan sabar , sabar adalah strategi dalam berdakwah , rentang waktu nabi sebelumnya dengan masa nabi Muhammad begitu lama , sehingga kemurnian agama Allah banyak dinodai oleh tradisi jahiliyah , banyak hal hal yang ditambahkan dalam agama ini, bagi yang tidak faham akan menganggap hal tersebuat adalah bagian dari ajaran Islam , persis seperti benalu pada sebuah pohon , yang tidak mengerti akan menganggap itu bagian dari pohon , dimana lambat laun pohon itu akan mati, begitulah agama ini.

Terakhir , kekeliruan kita dalam berdakwah , ialah menganggap orang lain sama dengan kita , padahal latar belakang , budaya , lingkungan, keluarga teman dan pendidikan sangat berpengaruh terhadap respon objek dakwah.. boleh jadi tumbuh simpati atau malah antipati.

Karena itulah hindari meneguran dari sebuah kesalahan kecil apalagi memang tidak difahami oleh objek dakwah , ubah menjadi pendekatan , agar mereka merasa nyaman menerima kebenaran.
Betapa banyak di antara kita saat taklim , saat belajar al-Qur,an tidak dilakukan dengan kusyu, tidak fokus , bertemunya kita dengan teman baru , dengan teman lama nyaris membuat kita abai kita sedang di mana , bersama siapa dan sedang apa , sehingga cengkrama kita , suara kita yang nyaris lebih terdengar dari suara guru menjadikan tempat kajian bukan lagi area  untuk mendapat ilmu.


Allah menggambarkan sikap orang kafir terhadap al-Qur,an , di mana mereka selalu membuat hiruk pikuk saat al-Qur,an di baca , di bahas , di tafsirkan makna maupun maksudnya , tujuannya agar yang belajar tidak mendapat manfaat apa pun dari al-Qur,an.

Semoga kita di jauhkan dari prilaku orang orang kafir yang Allah jelaskan melalui ayat-Nya .. aamiinn.

Menasehati apa memojokkan ?

Diposting oleh Unknown | 20.06 | | 0 komentar »
Tawassaw bil haq tawassau bissabr. (saling berpesar dengan yang haq dan saling berpesan dengan kesabaran)
Saling menasehati adalah kewajiban seorang Muslim kepada muslim yang lain, tujuannya  untuk menjaga ‘ezzah atau kehormatan kaum muslimin agar terjaga dari perilaku munkar dan ucapan ucapan keji dan sia sia.

Al-haq (kebenaran) adalah prinsip dalam menyampaikan pesan adapun sabar adalah tahapan dan strategi agar pesan dapat diterima dengan simpatik bukan antipati

Namun sayang  al haq yang harus disampaikan kadang tidak diiringi dengan kesabaran , inginnya instan , inginnya langsung di fahami. Contohlah  rasulullah . ketika di dzalimi penduduk taif, dengan kesabaran dan doanya , pesan itu dapat terealisasi dan terwujud meski ketika beliau telah tiada.

Akhlaq adalah seni menyampaikan dakwah , seni untuk mengambil hati , seni untuk mendapat kepercayaan , seni mendapatkan simpatik, sehingga rasul mulia digelari “al-amin , sehingga musuhpun segan.

Karena boleh jadi , ketika kita menegur pelaku dosa yang kecil, lalu kita menghujat kesalahannya dengan argumen ayat dan haditz tanpa ahklaq yang baik , yang terjadi dosa kita karena salah dalam menyampaikan lebih besar ,

atau jangan jangan kita bukan menasehati tapi sedang memamerkan kepiawaian kita dalam memilah dan memilih ayat atau hadits yang sesuai dengan objek masalah, agar orang segan kepada kita. 

Naudzu billah tsumma naudzu billah , wa ‘eyyadu billah.

Harta dan anak adalah ujian

Diposting oleh Unknown | 22.17 | | 0 komentar »
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. (QS 63 ayat 9)


Dengan panggilan iman yang begitu sejuk di hati Allah mengingatkan hamba-Nya , jangan sampai harta , dan anak anak termasuk perniagaan yang secara fitrah menjadi kebangaan melalaikan kita dari dzikir , artinya ingat  untuk selalu menerapkan aturan Allah.

Harta dan anak bukan Cuma sekedar kebangaan  yang mampu menaikkan gengsi serta nilai pandang dari orang lain, bahkan mampu menaikkan strata sosial seorang hamba, namun lebih penting dari itu keduanya adalah amanah ,yang kelak akan di minta pertanggung jawabannya , sebagai konsekwensi dari kita mengambil manfaat keduanya.

Kelalaian kita dalam mengelola amanah , yang melenceng dari manajemin ilahi akan menjadikan perniagaan kita dengan Allah berpotensi rugi besar .. rentang waktu kebahagiaan kita menikmati dari gemilaunya harta, menikmati kebangaan dengan anak anak yang menaikkan nilai strata sosial di mata manusia , sangat tak sebanding dengan akibat yang Akan Allah timpakan sebagai balasan kelalaian dan kegagalan kita dalam mengelola amanah Allah, itulah yang Allah maksud “rugi . bahkan boleh jadi kerugian kita bukan hanya di akherat kelak namun Allah akan mulai tampakkan di akhir akhir hidup kita.

Harta yang tak lagi dapat membahagiakan , ketika badan mulai di hinggap berbagai penyakit , maka tak dapat kita nikmati lagi.

Anak anak yang jauh dari agama , tak mengenal makna berbhakti , tak dapat hadir di sisi pembaringan saat orang tua membutuhkan kehadirannya di akhir akhir hidupnya .

Puncaknya hartapun menjadi sengketa dari anak anak, dan keduanya menjadi musuh

Dua amanah , yang ketika kita lalai mengelolanya . menjadi penghartar ke neraka.... naudzu billah , tsumma naudzu billah min dzalik.