pos giv

Cukup Allah saja

Diposting oleh Unknown | 04.11 | | 0 komentar »

Panjang, tapi worth untuk dibaca :))

Untuk Wanita2 Yang Mencukupkan Allah Saja Sebagai Pemback-up dirinya

Bismillahirr Rahmanirr Rahim …

��Siapakah Kau, Wanita Sempurna?

��Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang yang sudah cukup matang,mapan, Kurang apa coba?

��betul!! Saya sombong! Ketika melihat para lajang,  kemudian ..saat diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membanding2kan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya. Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim.

��Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah.

��Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti. Ini terjemah ayat tersebut:

��66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

��66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

��66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

��SEBUAH KONTRADIKSI��
Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh, dan Istri Luth adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun dan Maryam, adalah symbol perempuan beriman.

��Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu? Isteri Nuh dan Isteri Luth adalah contoh wanita yang berada dalam pengawasan lelaki2 shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami2 kita! Tak ada apa-apanya, bukan?).

Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

��Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan Isteri Fir'aun(Asiyah binti Muzahim) dan Maryam Hebatnya, Isteri Fir'aun adalah istri dari seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbukumul a’la.”

��Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

❤WANITA SEMPURNA❤

��Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: ”Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

��Empat Wanita itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua wanita yang disebut sebagai wanita sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah Binti Muzahim istri Firaun dan Maryam binti Imran.

��Sesungguhnya keutamaan Asiyah Binti Muzahim dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

��Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan wanita sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah Binti Muzahim Istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu? Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits.

��Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan SUAMI

��Khadijah, ia wanita hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Rasul terkasih Muhammad Shollallahu 'alaihi wa sallam, seorang lelaki hebat dan nyaris sempurna.

Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib ra, seorang pemuda mukmin yang tangguh luar biasa keimanannya

��Sedangkan Asiyah Binti Muzahim??? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya????, karena justru yang menyiksanya adalah orang terdekatnya yaitu suaminya sendiri Raja Fir'aun

��Siksaan2 yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan suami yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

��Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina??? Pantas jika Rasul menyebut mereka: Wanita Wanita sempurna…

��JADI....... YANG MENGANTAR KE SYURGA, Adalah AMALAN2 Kita, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama.

��Namun.... jemari akan teracung pada para wanita yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa istiqomah, beramal dan cemerlang dalam cahaya iman yang kuat,kokoh,teguh.

Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

��Sebaliknya, alangkah hinanya para wanita yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin punya ini itu yang bagus, cari duit yang banyak ga pentinglah cara ngedapetinnya…”

��Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun ditakdirkan bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetap melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang shalih dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba kesayangan Allah Ta’ala!
Wallahu a’lam bish-shawwab.
(By: Afifah Afra)

��Semoga Bermanfaat…

Tak sesuai harapan

Diposting oleh Unknown | 17.08 | | 0 komentar »

~ Tak Sesuai Harapan ~
Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc -hafidzahullah-

Kisah seorang ikhwah..
Yang amat mencintai istrinya..
Namun istrinya tak mencintainya..
Ia mengharapkan lelaki lain..
Yang lebih darinya..

Wanita itu telah pandai bahasa arab..
Sementara suaminya..
Hanya memahami bahasa Indonesia..
Wanita itu telah lama mengaji..
Sementara suaminya..
Sibuk membanting tulang mencari nafkah..
Tuk membahagiakan kekasihnya..
Wanita itu telah banyak menghafal Al Qur'an..
Sementara suaminya tak banyak bisa menghafal..

Mungkin..
Kini suaminya sudah tak berharga di matanya..
Mungkin..
Kini cintanya telah pudar di hatinya..
Karena tak sesuai harapannya..

Demikianlah..
Kisah cinta yang bertepuk sebelah..
Karena istrinya tertipu oleh kepintarannya..
Ilmu tak membuatnya semakin sayang pada suaminya..
Ilmu tak membuatnya semakin berbakti kepada suaminya..
Ilmu membuatnya angkuh..
Tak ada lagi cinta dihatiku kilahnya..

Saudariku..
Engkau boleh lebih berilmu dari suamimu..
Tapi mungkin suamimu lebih takut kepada Allah darimu..
Engkau boleh punya banyak kelebihan di atas suamimu..
Tapi suamimu..
Mungkin lebih dicintai oleh Rabbmu karena ketawadlu'annya..

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata..
Ilmu itu bukanlah dengan banyak menghafal riwayat..
Namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut kepada Allah..

Dimanakah hadits yang telah engkau hafal, "Suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu..

Ya Rabb..
Berilah kami ilmu yang bermanfaat..

Ibumu

Diposting oleh Unknown | 17.04 | | 0 komentar »

Dari: Ust.Fuad Hamzah Baraba, Lc hafizhahullaah

Jaga Ortumu Jangan Sampe Sakit

@Dr_Alsadhan:

 مرض فزارته أمه؛ فقام فلبس وتأنق كأن لا بأس به. فلما خرجت سقط مغشيا عليه. فقيل له: كنت معها معافى، فما أصابك؟ فقال: أنين الأبناء عذب قلوب الأمهات.

Ada seorang anak Чαπƍ sakit, maka ibunya menjenguknya; maka orang tersebut bangkit dan memakai pakaiannya dengan rapi seakan-akan sedang tidak sakit. 

Ketika sang ibu keluar, orang tersebut pingsan. Maka ditanyakan kepadanya: kamu sehat dan bugar ketika ada ibumu, lalu apa Чαπƍ menimpamu (sehingga kau pingsan)? 

Maka dia menjawab: Rintihan sakit anak itu dapat menyakiti hati para ibu.

(Selesai dari Syekh as-Sadhan).

Faedah (dari pent): 

- Jangan mudah mengeluh baik problem rumah tangga, kesulitan biaya, penyakit, apalagi penyakit anak δ¡ depan ortu, terlebih ibu, karena hal itu dapat membuat ortu pikiran, dan hal itu bisa saja menjadi penyebab kesedihan Чαπƍ mendalam bagi ortu Чαπƍ tentunya bisa saja hal itu membuat mereka jatuh sakit.

Jadilah kita orang Чαπƍ mandiri dan kuat kepribadiannya δ¡ depan mereka. 

Kalaupun kita tidak bisa membuat ortu tersenyum, janganlah membuat mereka menangis atau bersedih bahkan sakit.‎

Sebelum detak jantung ibumu Чαπƍ  telah melahirkanmu berhenti, berikanlah Чαπƍ terbaik untuknya!





:: Hiburan bagi yang Mendapatkan Musibah ::.

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ
« مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا »
. قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan:
“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa
[Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”,
maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”
Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu; yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
[HR. Muslim no. 918.]
http://muslim.or.id/…/hiburan-bagi-yang-mendapatkan-musibah

Sakit kesempatan bermuhasabah

Diposting oleh Unknown | 06.07 | | 0 komentar »


"Nikmatnya Orang Sakit, Kesempatan bermuhasabah"
"Ketika judul tulisan ini muncul pada benak, kemudian dituangkan dalam bentuk kata-kata,bukan sesuatu yang diada-adakan, tetapi itulah suatu kenyataan yang sulit untuk diterima dengan akal.
Karena orang sakit organ tubuhnya sedang ada gangguan dengan gangguan itu akan menimbulkan rasa yang tidak enak.
Seperti contoh penyakit yang nampaknya ringan-ringan saja, misalnya sariawan. Maka makan minum menjadi tidak enak, untuk berbicara sulit, badan terasa panas dan sebagainya. Apalagi bila menderita penyakit kronis, seperti jantung, paru-paru, liver, kangker, struk, diabetes dan penyakit-penyakit kronis lainnya, semua penyakit itu akan menimbulkan rasa yang tidak enak.
Bila menderita sakit yang tergolong penyakit ringan mungkin untuk makan dan minuman tidak ada yang berpantang, hanya perlu dikurangi ketika sedang sakit saja, tetapi setelah sembuh makanan dan minuman apapun bisa disantap kembali.
Lain halnya bila itu adalah penyakit kronis,
Misalnya diabetes maka setelah dinyatakan sehat oleh dokter harus selalu menghindari segala jenis makanan dan minuman yang dapat memicu naiknya kembali kadar glukosa, bahkan kadang harus melakukan diet ketat, semua jenis makanan, nasi, air minum, sayuran, goreng-gorengan yang masuk ke dalam perut harus sesuai dengan takaran atau menurut petunjuk dokter..
Lalu apakah nikmat nya orang sakit itu?
Banyak orang yang baru sadar bahwa sesungguhnya sehat itu sangat indah, nikmat dan menyenangkan, keadaan ini baru dapat dirasakan ketika dalam kondisi sakit, sungguh besarnya nikmat sehat.
Karena itu senantiasa bersyukur ketika diberikan kesehatan, bersyukur karena penyakitnya hanya ini dan itu saja, bersyukur bukan merupakan penyakit yang bersifat komplikasi.
Bila ternyata sudah komplikasi, masih bersyukur segera tertangani dan bersyukur lagi bahwa Allah sedang mengujinya dan memberikan cobaan, sehingga dalam kondisi ini mereka menjadi hamba yang hina, hamba yang tidak
patut menerima apapun kepada Allah, karena dirinya merasa sadar dengan dosa-dosa yang telah dilakukan atau dirinya sadar bahwa sebagai orang yang beragama belum dapat menjalankan syari’at agama secara sempurna, perintah Allah sering ditinggalkan larangan Allah banyak dijalankan.
Kesadaran ini terbangun ketika sedang merasakan sakit, sehingga dengan kondisi yang di alami akan membangkitkan rasa syukur kepada Allah.
... Dan sesungguhnya dengan bersyukur Allah akan menambah kenikmatan kepada hamba-Nya..
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
[QS.Ibrahim: 7].
Dengan bersyukur hati akan menjadi tenang,sikap psimis, khawatir dan takut akan beralih menjadi sikap optimis, bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya.
Setiap Allah menurunkan penyakit Allah juga menurunkan obatnya. Hanya saja untuk memperoleh kesembuhan adalah menjadi proses yang harus dijalankan. Rasa ikhlas dan sabar akan menjadi energy positif, terapi diri, inilah obat yang tidak akan ditemukan di dunia kedokteran, kondisi dan kedaran diri akan mendominasi pada proses kesembuhan’..
Demikian pula ketika sakit akan insaf dan sadar atas kebiasaan buruk dalam hidup yang sering dijalankan.
Misalnya makan dan minum yang berlebihan menjadi sebab pemicu timbulnya penyakit, karena itu makan dan minum hendaknya memenuhi syarat yang halal dan thayyib, hendaknya dijauhkan dari sifat isrof, berlebih-lebihan. Karena didalam tubuh manusia (perut) terdapat tiga ruang untuk air, makanan dan udara. Sehingga bila makanan yang melebihi 1/3 akan terjadi gangguan, dalam jarak pendek atau dalam waktu yang lama..
Makan yang berlebihan akan mengurangi aktifitas dan kinerja, mengantuk, kalori yang seharusnya terbakar akan menumpuk dalam tubuh menjadi lemak yang selanjutnya akan terjadi obessitas, kolesterol naik, glokosa yang tidak terkontrol, sehingga akan menimbulkan beraneka macam penyakit..
Karena itu jangan terlalu bahagia bila sedang mendapat kenikmatan dan jangan terlalu sedih bila sedanag mendapat cobaan dan ujian..
Ciptakanlah keseimbangan hidup, agar hidup terasa indah, sakinah, mawaddah dan rahmah..
Semua orang bisa, bila niat yang ada didalam hati senantiasa diteguhkan dan dilaksanakan secara konsisten.
Karena itu ada beberapa pesan bagi orang yang sedang diberikan nikmat sehat:
1. Mensyukuri nikmat sehat sebagai suatu yang amat berharga. Apa artinya harta, pangkat dan jabatan, rumah megah, kendaraan mewah,
pasangan hidup yang gagah atau cantik, rupawan bila dirinya ternyata sakit..
2. Wujudkanlah kesyukuran dengan senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangannya..
3. Gunakanlah waktu sehat sebaik-baiknya sebelum datang waktu sakit, bila sedang sehat apapun
bisa dilakukan namun bila sakit hidupnya akan lebih bergantung pada yang lain. Makan, minum,
tidur dan hal-hal yang enak menjadi tidak enak, apalgi hal-hal yang tidak enak, misalnya bekerja, berfikir, berjalan, berlari semua menjadi serba terbatas..
4. Sadarilah bahwa tidak selamanya manusia itu akan sehat, sehati-hati, sekuat-kuat apapun didalam menjalani hidup, ternyata tantangan dari luar semakin kuat sehingga memungkinkan mempengaruhi organ tubuh, sehingga menimbulkan gangguan dan untuk selanjutnya menimbulkan rasa sakit..
5. Perbanyaklah untuk bershadaqah, karena dengan shadaqah dapat menjadi perantara untuk menjauhkan diri dari balak...
6. Berempatilah terhadap orang-orang yang sakit, menengok dan mendoakan untuk kesembuhannya...
7. Membiasakan diri untuk hidup sehat, dengan mempelajari pola hidup sehat...
8. Memperbanyak referensi, untuk mengetahui sebab-sebab timbulnya penyakit sehingga akan muncul kewaspadaan dini, dalam hal makan dan minum serta perbuatan' perbuatan lainnya...
9. Hindari sikap ujub -sombong bahwa dirinya selalu sehat dan tidak mungkin sakit, karena bisa jadi dia akan sakit sebagaimana orang yang sedang sakit..
10. Sehat itu enak dan menyenangkan, berbagilah
kesenangan kepada orang lain terutama yang sedang dalam penderitaan.
" Menjadi orang yang sehat memang enak dan menyenangkan, tetapi hendaknya tetap berhati-
hati, agar kenikmatan dan kesenangan ini menjadi hilang dengan sia-sia...
" Karena manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani, semua unsur ini membutuhkan asupan yang berbeda,berilah hak pada tiap-tiap unsur..
Wallahu a'lam.

Penghapus dosa

Diposting oleh Unknown | 06.04 | | 0 komentar »


' Renungan Pagi '

Zainal Abidin rahimahullah berkata :
ﻣَﺎ ﺃَﺣْﻠَﻢَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﻨِّﻲ ﺣَﻴْﺚُ ﺃَﻣْﻬَﻠَﻨِﻲ ﻭَﻗَﺪْ ﺗَﻤَﺎﺩَﻳْﺖُ ﻓِﻰ ﺫَﻧْﺒِﻲ ﻭَﻳَﺴْﺘُﺮُﻧِﻲ
"Betapa sayangnya Allah padaku… karna telah menangguhkan hukuman-Nya bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya"
ﺗَﻤُﺮُّ ﺳَﺎﻋَﺎﺕُ ﺃَﻳَّﺎﻣِﻲ ﺑِﻼَ ﻧَﺪَﻡِ ﻭَﻻَ ﺑُﻜَﺎﺀٍ ﻭَﻻَ ﺧَﻮْﻑٍ ﻭَﻻَ ﺣَﺰَﻥِ

"Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dos-dosa)Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan"
ﺃَﻧَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺃَﻏْﻠَﻖَ ﺍﻷَﺑِﻮَﺍﺏَ ﻣُﺠْﺘَﻬِﺪًﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﻌَﺎﺻِﻲ ﻭَﻋَﻴْﻦُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻧِﻲ

"Aku-lah orang telah menutup pintu untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku"
ﻳَﺎ ﺯَﻟَّﺔ ﻛُﺘِﺒَﺖْ ﻓِﻲ ﻏَﻔْﻠَﺔٍ ﺫَﻫَﺒَﺖْ ﻳَﺎ ﺣَﺴْﺮَﺓ ﺑَﻘِﻴَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﺗُﺤْﺮِﻗُﻨِﻲ

"Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat.... dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku"

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu
Abbas radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Penghapus dosa itu adalah penyesalan"
Firman Allah subhanahu wa ta'ala;
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong."
" Yakni, bersegeralah bertobat dan beramal saleh sebelum siksaan
datang menimpa. "Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu," yaitu Al-Qur'an yang agung "sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,"
Wallahu a'lam.