pos giv

Kala cinta tak bertaut

Diposting oleh Unknown | 00.55 | | 0 komentar »


Kala cinta tak bisa memiliki

kala tali kasih tak saling bertaut , dua anak manusia mulai menghibur diri, sebuah ungkapan dilahirkan , “Cinta tak harus saling memiliki.

Entah apa dasarnya, bila jodoh tak berlanjut sampai di pelaminan itu maknanya keduanya memang tidak berjodoh.

Bersyukur kepada Allah,.. karena Dialah yang lebih tahu , lebih tahu yang terbaik bagi kita.

Saat cinta memasuki masa ta’arruf (saling mengenal) , ketahuilah !..itulah masa-masa semu , masa di mana masing-masing pihak berusaha menampilkan yang terbaik, intinya ,kesan yang ingin di bangun di mata si dia adalah bahwa kita punya nilai plus, kita yang terbaik, bahkan seolah tanpa cacat, Action yang dilakukan saat itu ialah membangun Citra diri untuk menarik perhatian si dia.

Cinta yang sebenarnya ialah ketika tujuan sebuah cinta dapat terwujud secara nyata, yakni mahligai rumah tangga, yang di ungkapkan oleh rasul yang mulia sebagai,
“separuh dari agama, bahkan menikah adalah sunnah yang mulia.

Mengapa separuh agama ? karena setelah menikah, akan diketahui secara nyata, ber agamanya, di mana di saat masih sendiri begitu khusus dan rajinnya, karena tak ada tangan meminta uang belanja, tak ada mulut mungil meminta jajan, pendek kata tak ada tanggung jawab menjadi bebannya.

Bahkan, janji- janji manis, belaian lembut , kata kata mesra yang menyejukkan dan menentramkan hati, sehingga kita merasa aman dan damai di sisinya sebagi wujud cinta dari si dia, Maka saat menikah lambat laun namun pasti masing-masing akan menemukan sifat asli dari pasangannya, masih sama dengan saat pasaran, berbalik 180 derajat, atau bertambah.

Terakhir.. bila cinta tak lagi bertaut, yakinlah.. Allah pasti telah mempersiapkan sesuatu yang terbaik untuk kita , jangan berburuk sangka, karena yang tahu akhir cerita adalah yang memegang skenario kehidupan kita , yakni Allah.

Tidak perlu menghibur diri dengan ungkapan yang tidak perlu bahkan tidak logis dengan berandai-andai..anda saja.. andai saja..

masa lalu cukuplah dijadikan sebagai pengalaman, bukan untuk di ratapi.



Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda di bawah ini