pos giv

Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Benarkah semua agama sama ?

Diposting oleh Unknown | 00.14 | | 0 komentar »

Semua agama sama
Semua agama mengajarkan rachmat (kasih sayang.)
Itulah yang disebut pluralisme agama menyamakan semua agama...yang telah difatwakan sesat oleh MUI.
Pertanyaannya di mana kesamaannya ? ..konsep teologinya saja berbeda..jika konteksnya hanya saling menyayangi betul dalam teori, meski  jauh dari realitasnya....
Sudah dimaklumi di mana Islam mayoritas maka penganut agama lain dapat hidup tenang, bahkan meski ngelunjak sekalipun.. tapi tengoklah di India, Kasmir menjadi bulan-bulanan .juga Muslim Rohingya di Myanmar .. tidak usah jauh jauh kesana... di negeri sendiri tirani minoritas amat terasa ini saya alami ketika menghadapi para misionaris Kristen
Sebagai Muslim kita seperti tidak punya ‘ezzah (harga diri) karena tidak adanya sifat Wala’ (loyalitas ) dan Barra’ (pelepasan diri dari hal yang di benci Allah) dengan alasan karena kita tinggal di Indonesia buka Arab..padahal dulu Rasulullah menanamkan wala’ dan bara, pada sahabatnya saat pengikutnya bisa dihitung dengan jari di Darul Arqam.. dan Mekkah sama sekali bukan negara Islam pada waktu itu.
Kalau semua agama bagus itu betul... tapi kalau semua agama benar ,itu SALAH!..ini bukan egois tapi sebagai bentuk loyalitas kita sebagi Muslim.. yang masih mengimani al-Qur,an
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam (QS 3:19)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (QS 3:85)..
Namun begitu, bukan berarti karena kita mayoritas dan mempunya agama yang syamil dan kamil lalu mencaci da merendahkan pemeluk agama lain, justru mereka adalah ladang dakwah yang harus kita tunjukkan adalah keluhuran budi dan akhlak agar mereka simpatik tidak antipati.



pentingkah 2 kalimat syahadat??

Diposting oleh Unknown | 16.17 | | 0 komentar »

Kalimat Tauhid yg bersanding dgn kalimat pengakuan akan kerasulan nabi Muhammad saw. Merupakan bagian yg tak tertinggalkan di lisan seorang Muslim, karena merupakan bagian dari bacaan shalat yg kita kenal dgn Tasyahud, bahkan Imam safi’e mengatakan merupakan bacaan wajib dalam dalam, sebagian Imam yg lain mengatakan hukumnya adalah sunnah Muakkadah. Namun seberapa berpengaruhkah 2 kalaimat syahadat yg kit baca itu ? hal ini tergantung seberapa besar pemahaman kita akan kutamaan dan pentingnya syahadatain itu.

Ada bebrapa hal yang penting kita fahami mengenai syahadataini tersebut.

Pertama:

Syahadat sebagai pintu masuk seorang muallaf kedalam Islam, pengakuan akan ke Esaan Allah dan kerasulan nabi Muhammad adalah lisensi atau akte Lisan dari seorang hamba yg kembali kepada fitrahnya, karena seorang manusia pada Fitrahnya adalah seorang Muslim, sebagaimana perjanjiannya dalam alam rahim.

Kedua

Syahadat sebagai inti dari ajaran Islam, karena semua amal kita akan bernilai ibadah manakala di lakukan dgn keikhlasan hati, ikhlas berarti melakukan suatu (hal yg baik menurut Allah dan rasulnya) semata mata karena (mencari ridha) Allah, kalimat Ikhlas (kata, dlm bahasa Indonesia) berarti mentauhidkan Allah, dgn cara apa yg telah di contohkan oleh rasulnya, Muhammad saw. Bukankah surat 112 disebut surat al-ikhlas karena di ayat pertamanya merupakan pengakuan secara rububiyah (ketuhan Allah yg Esa)

Ke tiga

Syahadatain merupakan konsep untuk memperbaiki tatanan masyarakat yang rusak, karena syahadat juga mengandung makna sumpah, ikrar dan janji untuk hidup dalam koridor ajarannya yg menjadi acuan bagi setiap pemeluknya , yaitu al-Qur,an dan as_sunnah, bukankah salah satu rukun Iman juga mengimani kepada kitab Allah, (utk kitab lain kita hanya wajib mengimaninya/percaya adanya, namun untuk al-Qur,an selain wajib percaya adanya kita wajib melaksanakan isinya), hal ini juga di akui oleh kalangan peneliti di luar Islam “bahwa al-Qur,an adalah kitab yg sangat universal, dan termasuk mu’jizat yg ada hingga kini.

Ke empat.

Syahadat adalah hakikat da’wah para rasul (QS 6;19) karena semua rasul baik yag disebutkan maupun yang tidak disebutkan dalam al-Qur,an menyeru pada satu tujuan yaitu meng Esakan Allah, dan menjauhi perilaku syirik, bahkan syirik adalah dosa yang tiada terampuni (QS 4:48)

Ke lima

Syahadat merupakan kunci menuju surga, tentunya bukan dalam makna yang sederhana, seperti seorang mengucapkannya lantas karena itu dia mendapat jaminan surga, tanpa perlu memahami kosekwensi dari ucapan atau pengakuannya tersebut.(QS 18:5) wallahu a’lam..