pos giv

Macam manusia dalam ilmu dan amal

Diposting oleh Unknown | 16.21 | | 0 komentar »

Manusia itu ada empat macam
  1. Orang yang faham dan ia mengerti bahwa dirinya tahu, maka itulah orang alim, maka ikutilah dia.orang tersebut adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya, baik beramal untuk dirinya sendiri maupun ilmunya di ajarkan kepada orang lain, ia selalu menjadi contoh dalam amal dan ilmu.golongan yang pertama ini sangat sedikit
  2. Dan orang yang faham (tapi) ia tidak tahu bahwa dirinya tahu,  itulah orang tidur maka bangunkan dia.golongan yang kedua adalah orang yang faham berilmu , ia punya potensi yang bisa di berdaya-kan untuk kemaslahatan ummat,  namun ia berdiam diri dengan pengetahuannya, atau tidak menciptakan kesempatan untuk mentransfer ilmunya.  golongan  ini ada yang di tidurkan oleh kondisi di mana masyarakat memang tidak memanfaatkan keberadaan mereka, hingga lambat laun persaan bertanggung jawab bagi orang alim tersebut mulai pudar karena menilai masyrakat atau ummat, tidak lagi menganggap keberadaanya, dalam bahasa yang lebih mudah di fahami, bukan mencari guru yang sulit tapi yang mau belajar tidak ada.
  3. dan orang yang tidak faham (tapi) ia tahu bahwa dirinya tidak mengerti,  itulah orang yang cerdas,. maka ajarkan dia. golongan ke tiga adalah orang yang  memanfaatkan  kesempatan dan peluang dalam belajar untuk menutupi ketidak tahuannya, golongan seperti ini disebut cerdas karena menginsafi akan kelemahannya dan berupaya menutupinya agar menjadi nilai plus dalam kehidupannya, yakni ia menciptakan sesuatu yang bisa di bangga-kan  dengan memanfaatkan waktu dan peluang yang ada.
  4. Orang yang tidak mengerti/tahu (tapi) ia tidak faham bahwa dirinya tidak tahu, itulah orang yang bodoh, maka hati hati dengan mereka. golongan yang terakhir adalah golongan  para taqlid buta, merasa cukup dengan satu guru, hanya dengan baca buku, tidak ada referensi yang jelas dalam ilmu dan amal, dalil atau argumentasinya mentah , dalam istilah Fuqaha , QILA WA QALA, katanya dan katanya, celakanya lagi ia merasa tahu lalu menyampaikan pada orang lain hingga DHALA WA YA DHALLU, sesat dan menyesatkan, sudah ia sendiri sesat lalu menyesatkan orang lain, terhadap golongan terakhir ini berhati hatilah kita, karena banyak di sekitar kita, dan bukan hanya dari golongan orang awan tapi juga dari golongan yang terpelajar tapi sudah disesatkan oleh rahib rahib mereka, dalam berdalil mereka meninggalkan para ulama dan lebih percaya pada kemampuan otaknya sendiri.
Termasuk golongan mana kita ?
mudah mudahan Allah memelihara kita dari golongan yang terakhir.

puisi untuk suamiku

Diposting oleh Unknown | 19.51 | | 0 komentar »





Sudah berapa purnama kita bersama, Sayang?
Melalui detik yang bergulir di tangkai-tangkai hari
Melewati hari yang menelisik pucuk-pucuk waktu
Berlarian aku memunguti percikan-percikan cintamu  
Engkau melenakanku dengan kelembutan sikapmu
Kedewasaan pikiranmu
Memanjakanku hingga aku kewalahan menggapai malam Menaburiku dengan gula-gula dari ladang kesetiaan
Betapa beruntungnya aku sampai tak sadar embun melirikku cemburu
Sayang, tahukah engkau?
Tidak sedkitpun terselip sesal saat belasan thn yang lalu engkau tanpa malu-malu mencuri aku dari Mamaku
Karena jauh-juh hari kau telah berhasil mencuri hati keluagaku, memborongnya satu per satu
Dan sayang, tahukah engkau?
Betapa kebahagiaan menggenang saat aku mengandung Buah Cinta kita
Mereka memanggil kita Abi dan Ummi
Sayang, masih beribu purnama menanti untuk kita kunjungi
Berjuta mimpi menunggu untuk disambangi
Maka rangkul aku, genggam jemariku lekat
Kita kayuh perahu bersama agar tak oleng ditelan ombak
Jangan hiraukan mendung yang sesekali menggelayut manja
Atau kerikil tajam yang terinjak tak sengaja pada alas sepatu
Karena aku yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita
Sayang, larutkan jiwa dan ragaku dengan secangkir cinta yang kau punya
Setiap hari, tanpa henti, hingga purnama silih berganti





Jangan ciptakan kecurigaan

Diposting oleh Unknown | 20.08 | | 0 komentar »

Syayyida Ali RA pernah berpesan dalam bentuk untaian kata kata bijak dalam kitabnya 'NAHJUL BALAGHAH,

 "bila kamu tidak ingin di curigai, jangan berdiri di tempat gelap

Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki makna sangat dalam.

beberapa waktu yang lalu di tempat tinggal saya petugas satpol PP mengadakan razia dan penggrebekan di tempat maksiat kira kira pada jam 1. malam, dalam penggrebekan tersebut ternyata bukan hanya wanita malam yang tertangkap, tapi ada juga wanita biasa bahkan ibu rumah tangga yang kebetulan melewati tempat tersebut.
lalu kenapa mereka ikut di tangkap ? usut punya usut para penegak disiplin tersebut menangkap seseorang dengan kriteria , diantaranya " memakai pakaian seksi, berkeliaran tengah malam, berada di sekitar komplek pelacuran.

lalu apa kaitannya dengan artikel ini ?

Ikhwan dan akhwat pembaca sekalian, sebagai Muslim kita di atur dalam sebuah koridor etika dan akhlaq, baik etika bepergian , berbicara, berpakaian maupun yang lainnya, apa yang dilakukan petugas tersebut (satpol PP) tidak bisa disalahkan , karena secara umum kriteria tersebut adalah merupakan kriteria umum dari para pelaku maksiat.
lalu bagaimana pendapat anda jika '

sepasang muda mudi berduaan di tempat gelap, dengan alasan ada hal penting yang tidak boleh diketahui oleh orang lain.
atau menginap di hotel karena pulang kemalaman, dengan argumen takut menjadi korban kejahatan.
atau orang yang tidak kita kenal membenahi cucian yang kita jemur, karena kasihan terkena air hujan.
jawabannya kembali kepada anda sendiri.
masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan yang tidak seharusnya memancing rasa curiga.


Menjaga amal agar Ikhlas

Diposting oleh Unknown | 07.11 | | 0 komentar »

97. Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS 16;97)

Jauh sebelum Amerika menerapkan anti gender (perbedaan jenis kelamin) sebelumnya Allah sudah menetapkan “bahwa manusia di sisi Allah tidak di nilai jenis kelaminnya, bahkan nabi bersabda

“sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kamu, harta (atau status sosial) tapi Allah melihat kepada hatimu (karena hati tempatnya taqwa)

Kemuliaan manusia terletak kepada ketaqwaannya di sisi Allah, maka siapa pun yang beramal “SALEH, lalu apa shaleh itu ? para ulama menerangkan ,bahwa “amal shaleh ialah amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan yang di contohkan baginda nabi SAW, baik itu laki atau perempuan, maka Allah janjikan akan memberikan kehidupan yang baik.

Lalu apa hidup yang baik itu ?

hidup yang baik tentunya memiliki makna yang sangat bias, tergantung dari sisi mana dan siapa yang menilai, namun baik di sini tentunya, adalah baik dalam penilaian Allah, yang di peroleh sebagai buah dari amal shalehnya, sebagai contoh diantara kehidupan baik ialah mudahnya mendapat rizeki yang halal dan barokah, anak anak yang sehat berbakti, lingkungan kondusif hingga tercipta suasana nyaman yang mendukung untuk kita beribadah secara Kyushu.

Maka dengan sendirinya Allah akan memberikan kepada kita pahala yang terbaik sebagi konsekuensi  dari amal shaleh yang kita kerjakan.


98. Apabila kamu MEMBACA Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Untuk dapat melakukan amal shaleh sebagaimana yang di definisikan para ulama, tentunya butuh ilmu, maka dari sinilah kita mutlak memahami apa yang dimaksud “MEMBACA  dalam ayat di atas, membaca, bukan hanya mengucapkan rangkaian kata yang menjadi kalimat, atau  istilah bahasa Arabnya mengucapkan rangkaian kalimat yang menjadi kalam, tapi membaca mempunyai makna yang luas, seperti saat ketika Jibril datang menyampaikan wahyu yang pertama, membaca berarti memahami apa yang diucapkan, yang di lihat dan yang di dengar sebagi referensi atau rujukan untuk melakukan suat amal, agar hati menjadi mantap dalam melaksanakannya.

Itulah sebabnya kita mohon kepada Allah perlindungan-Nya , agar dapat Istiqamah ketika mengamalkannya , dan diberi kekuatan dalam menghadapi godaan setan yang terkutuk, karena Setan tak akan pernah tinggal diam saat seseorang melakukan suat amalan apalagi berniat untuk istiqamah di jalan-Nya.

Dengan ke Imanan serta keikhlasan dalam beramal, maka godaan setan dapat kita minimalisir, karena setan tidak akan bisa menjerumuskan seseorang yang ikhlas dalam berbuat, seperti yang diakuinya sendiri

“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
 Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis  di antara mereka". (QS 15: 39/40)

Tawakkal adalah bentuk lain dari Ikhlas namun mempunyai makna yang sama, Tawakkal berarti menyerahkan hasil terakhir amal kita setelah secara maksimal kita melakukan ikhtiarnya.


Sesungguhnya kekuasaanNya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang berpaling kepadanya (kepada setan) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

Di sini semakin jelas, bagaimana setan dapat menguasai manusia, dan manusia macam apakah yang dapat di kuasainya, bila kita simak dengan baik ada dua macam manusia.

Pertama : manusia yang berpaling , yakni manusia yang berada di bawah bendera setan, masuk menjadi golongannya.

 Kedua : yang bersekutu, golongan ke dua ini lebih jahat dari golongan yang pertama, kalau golongan pertama kesesatannya untuk dirinya sendiri, maka golongan kedua sudah sudah bersekutu, dalam makna yang lain, “bersatu dengan setan untuk menyesatkan manusia yang lain, sesat menyesatkan.

Maha benar Allah dengan firmannya

“4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. Dari (golongan) jin dan manusia. (QS 114; 4,5,6)

Wallahu a’lam bissawab.











Untaian doaku

Diposting oleh Unknown | 00.41 | | 0 komentar »

Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang kepadanya bersandar segala urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang kepadanya aku mencari penghidupanku, dan perbaikilah bagiku akheratku yang kepadanya tempat kembaliku, dan jadikanlah kehidupan ini sebagai bekal bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan.(Bulughul maram bab doa dan dzikir)

Doa merupakan pengakuan yang tulus dari seorang hamba akan kekurangan dan kelemahannya, bahkan dari doa yang diajarkan rasulullah kita bisa mengambil Ibrah atau pelajaran bahwa pada sisi itulah terletak diantara sekian banyak kelemahan kita.

dalam doa di atas kita mohon kepada Allah agar diberikan kebaikan dalam urusan agama kita, yang segala urusan bersandar kepadanya , yakni segala urusan kita tentunya harus kembali kepada aturan aturan agama kita yang syamil dan universal, karena dengan agama ini (Islam) Allah menerapkan aturan aturan-Nya sebagai etika dalam kita menjalani kehidupan.

kita juga mohon kebaikan dalam perkara duniawi, yang menjadi wasilah dalam kehidupan dan kita beribadah, agar kita terhindar dari perkara-perkara haram yang menodai ibadah kita kepada Allah, sebagaimana yang di ingatkan rasulullah

" Tidaklah sepotong daging yang tumbuh dari makanan haram, melainkan api neraka lebih dahulu menghanguskannya (al-hadits)

Kita juga mohon kepada Allah agar diberikan kebaikan dalam perkara akherat kita yang disanalah tempat kita kelak kembali, dan di sana tak berguna lagi sesal, di sana tak berguna lagi, taubat, maaf dan mengumpulkan amal, karena di sana tempat memetik memanen buah dari amal kita, baik atau buruknya.

lalu  kita juga mohon agar di berikan kemampuan menata kehidupan dunia ini sebagai ladang untuk bercocok tanam dari benih kebajikan yang terbaik sebanyak-banyaknya, dan mampu menyiraminya secara teratur (Istiqamah) agar dapat tumbuh baik dan menjadi bekal kelak kita menuju alam keabadian.

yang terakhir semoga Allah menjadikan kematian kita sebagai istirahat dari segala keburukan, namun bukan berarti kematian yang menghentikan keburukan kita, tapi kematian adalah akhir perjuangan kita menjauhi semua keburukan-keburukan yang menggoda kita, dengan berbagai macam topeng yang mampu melalaikan kita..
wallahu a'lam..


kata-kata bijak (2)

Diposting oleh Unknown | 17.24 | | 0 komentar »




Kali ini admin mengisi dengan kata-kata bijak penuh semangat semoga bermanfaat.......!!! :)

suatu kewajiban, yang menjadi kewajiban adalah perjuangan kita untuk menjadi sukses. Menjadi sukses itu bukanlah Bila kegagalan itu bagai hujan, dan keberhasilan bagaikan matahari, maka butuh keduanya untuk melihat pelangi.

Hidup itu maju kedepan! Bukan mundur ke belakang! Lupakan yg telah berlalu! Jadikan ia patokan untuk lebih baik dimasa depan.

Manusia adalah makhluk satu-satunya yang dapat menebang pohon, mengolahnya menjadi lembaran kertas, dan menulis Stop Penggundulan Hutan diatas kertas tersebut.

Inti keperjuangan adalah menjalani dengan usaha dan ditambahi dengan keiklasan. Allah sebenarnya telah menyediakan penyelesaian atas kesulitan yang kita hadapi, namun Allah tidak segera menurunkan penyelesaiannya karena ingin mengetahui seberapa besarnya cinta kita pada Nya.

Allah tidak menurunkan takdir begitu saja. Allah memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Allah akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Allah akan memberikan takdir kegagalan.

Saat kita menatap ke belakang sesungguhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan membangun masa depan.

Allah menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan.Ada tangan kanan,ada tangan kiri.Ada yang pintar,ada yang bodoh.

Jangan bilang kau tak pernah mengecap manisnya keberhasilan,jangan bilang kau gak pernah mengecap pahitnya kegagalan.Tapi biarlah semua seperti air mengalir dan lakukanlah yang terbaik didalam keseharianmu.

Jika kamu takut melangkah, lihatlah bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Niscaya akan kau temukan, bahwa setiap manusia pasti akan jatuh. Hanya manusia terbaik lah yang mampu bangkit dari ke jatuhannya.

Berfikir sebelum berbuat adalah satu kebijaksanaan, berfikir setelah berbuat adalah satu kebodohan, sementara berbuat tanpa berfikir adalah seribu kebodohan Barang siapa yang dapat menahan marahnya, padahal dia berhak untuk melepaskan amarahnya itu maka Allah memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman serta ketenangan.

Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan. Dunia ini ibarat sebuah lautan yang luas, dan kita adalah kapal yang berlayar dilautan yang telah banyak kapal karam didalamnya. Namun andai muatan kapal kita adalah iman,dan layarnya adalah takwa, yakinlah bahwa kita tidak akan pernah tersesat dilautan kehidupan itu.

Hati yang terluka adalah seumpamanya besi bengkok, walau telah diketuk, sulit kembali menjadi bentuk asalnya. Jadikanlah masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran, masa yang sedang berjalan isilah dengan amal dan perbuatan, dan masa depan janganlah terlalu diangan-angankan.

Takdir sebenarnya bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan. Takdir bukannya harus ditunggu, tapi takdir haruslah diraih.

Tetaplah berbagi meski kamu merasa tak punya apa-apa. Karena kamu bisa berbagi perhatian, kasih sayang, pun cinta. Tuluslah ketika berbagi.

Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan.

Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber ilmu, menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir kerana berfikir itu dasar kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kesuksesan, menyediakan waktu untuk bercanda karena bercanda itu akan membuat selalu muda dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.