pos giv

Cinta pada Mu

Diposting oleh Unknown | 08.16 | | 0 komentar »

Ya Tuhan, walau ribuan kali Kau campakkan mawar yang kupersembahkan untukMu, aku tetap mencintaiMu dan memaksaMu untuk mencintaiku. Aku tak pernah putus asa melamarMu, walau Kau pura-pura tak mengenalku saat aku tersenyum kepada-Mu.

Tuhan, aku tak memiliki kekayaan shalat dan puasa yang melimpah untuk meminangMu, namun aku punya hati yang kuharamkan bagi selainMu. Memang aku sering merayuMu dengan janji-janji gombalku, tapi aku memang benar-benar tak mungkin hidup tanpaMu.
Kau siksa aku dengan api cinta, dan panas kerinduannya. Kutunggu Kau wahyukan kepadanya, "jadilah dingin dan menyelamatkan bagi hambaKu". Seperti Kau mewahyukan kepada api cinta Ibrahim yang menggelora kepadaMu, agar ia menjadi dingin dan menyelamatkan bagi Ibrahim.
Duhai dalam cinta kepadaMu, bercampur antara nikmat dan sakit, jauh dan dekat, kenal dan asing serta gembira dan sedih.

@muara cinta

Follow channel telegram @kajianislam untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam. Mari berbagi kebaikan ��

KARENA TAKUT API NERAKA, ANAK KECIL ITU MENANGIS

Dalam sebuah riwayat mengisahkan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, saat dia sedang berjalan-jalan dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu’ sambil menangis.

Orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, “Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?”

Maka berkata anak kecil itu, “Wahai paman saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang bermaksud, ” Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.”
Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata anak kecil itu, “Wahai paman, paman adalah orang yang berakal, tidakkah paman melihat ketika orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”

SUBHANALLAH..

Pelajaran berharga untuk kita, betapa pola pikir lugu sang anak membawanya menjadi sosok yang begituh takut kepada neraka. Maka bagaimana dengan kita? 

@Al Kautsar

Follow channel telegram @kajianislam untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Bertambahnya noda hitam dihati

Diposting oleh Unknown | 08.09 | | 0 komentar »

Bertambahnya noda hitam dalam hati (Dosa)

Adakah diantara manusia saat mengetahui bahwa ia melakukan dosa namun tidak meninggalkannya? Pertanyaannya dimana letak akalnya yang berfungsi memahami? Apakah Ia meninggikan Syariat dengan akalnya atau jatuh karena kuatnya perasaannya?

Sesungguhnya kecerdasan ialah sinyal keimanan. Bila iman redup pertanda bahaya. Barangkali dosa telah menguasainya.

Rasulullah saw bersabda -Sesungguhnya seorang mukmin apabila berbuat dosa maka terdapat noda hitam didalam hatinya, apabila ia mau meninggalkan, bertobat dan beristighfar maka hatinya akan kembali jernih, akan tetapi apabila terus menerus melakukan dosa maka bertambahlah noda-noda itu hingga penuh-

Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu menutup hati mereka (H.R Ahmad)

(Al Kautsar,2015)

Follow channel telegram @kajianislam untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam ��

Koreksilah dirimu

Diposting oleh Unknown | 01.59 | | 0 komentar »

Jika anda sholat berjam'ah lantas tidak bisa khusyu' maka jangan salahkan imam, dengan alasan suara sang imam buruk...,

Jika anda berkaca lantas tanpak wajah anda yang kurang rupawan maka jangan salahkan cermin...
jika anda memiliki rambut yang kurang berkilau maka jangan salahkan sampo yang anda pakai...

jika anda belajar lantas kurang paham apa yang disampaikan guru maka janganlah salahkan sang guru....

jika ... , jika....
Belajarlah menyalahkan dan mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain. Para salaf menasehati aga tatkala kita melihat orang lain kita berusaha untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka, adapun tatkala kita melihat diri kita sendiri maka hendaknya kita berusaha melihat kekurangan-kekurangan kita agar kita tidak tertimpa penyakit ujub, dan agar kita mudah mengakui serta menghargai kelebihan orang lain, serta berusaha mencari udzur untuk kesalahan orang lain.

Untukmu istri sholehah

Diposting oleh Unknown | 01.23 | | 0 komentar »

Untuk Para Istri Sholehah

Syaikhul Islam berkata,

وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج

"Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah- dari pada hak suami" (Majmuu' Al-Fataawaa 32/260)

Ibnul Jauzi berkata,

«وينبغي للمرأة العاقلة إذا وجدت زوجًا صالحًا يلائمها أن تجتهد في مرضاته، وتجتنب كل ما يؤذيه، فإنها متى آذته أو تعرضت لما يكرهه أوجب ذلك ملالته، وبقي ذلك في نفسه، فربما وجد فرصته فتركها، أو آثر غيرها، فإنه قد يجد، وقد لا تجد هي، ومعلوم أن الملل للمستحسن قد يقع، فكيف للمكروه»

Seyogyanya seorang wanita yang berakal jika ia mendapatkan seorang suami yang sholeh yang cocok dengannya untuk bersungguh-sungguh berusaha untuk mencari keridoan suaminya dan menjauhi seluruh perkara yang menyakiti suaminya. Karena kapan saja ia menyakiti suaminya atau melakukan sesuatu yang dibenci suaminya maka akan membuat suaminya bosan dengannya, dan kebencian tersebut akan tersimpan di hati suaminya. Bisa jadi sang suami mendapatkan kesempatan maka sang suami akan meninggalkannya atau mengutamakan istrinya yang lain. Karena sang suami bisa jadi mendapatkan (istri yang baru) sedangkan ia belum tentu mendapatkan (suami yang baru). Padahal diketahui bersama bahwasanya rasa bosan itu bisa menimpa pada perkara yang baik, bagiamana lagi terhadap perkara yang dibenci" (Ahkaamun Nisaa' li Ibnil Jauzi)

Imam Ahmad pernah berkata tentang istrinya Ummu Sholeh 'Abbasah binti Al-Fadhl,

أقامت أم صالح معي ثلاثين سنة، فما اختلفت أنا وهي في كلمة.

"Ummu Sholeh tinggal bersamaku selama tiga puluh tahun, tidak pernah kami berselisih dalam satu permasalahanpun" (Taarikh Bagdaad 14/438)

Bukti cinta kepada Allah

Diposting oleh Unknown | 01.17 | | 0 komentar »

# Bukti Cinta Kepada Allah #
by Syaikh Prof. DR. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr

Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab tafsir beliau, dari imam al Hasan Al Bashri - semoga Allah merahmati beliau- bahwa beliau berkata, " Ada sekelompok orang yang mengaku-aku  dengan mengatakan: Sesungguhnya kami mencintai Allah dengan kecintaan yang kuat. Maka Allah menurunkan firmanNya :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ {31}

"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Ali Imron 31)

Oleh karena itu, para ulama menamakan ayat yg mulia ini sebagai Ayatul Mihnah ( Ayat untuk menguji benar atau tidaknya pengakuan kecintaan kepada Allah ).

Ini berarti bahwa setiap orang yg mengaku mencintai Allah maka harus dilihat amal perbuatannya; apakah dia mengikuti ( petunjuk dan sunnah ) Rosulullah shollallahu alaihi wasallam ( atau tidak). Kalau dia benar-benar mengikuti (petunjuk dan sunnah) Rosulullah shollallahu alaihi wasallam dan berjalan diatas jalan beliau Shollallahu alaihi wasallam yg lurus, maka ini merupakan bukti nyata dan pertanda jelas yang menunjukkan benarnya pengakuan cinta ( kepada Allah).

http://salamdakwah.com/baca-artikel/bukti-cinta-kepada-allah.html

download bukunya di http://salamdakwah.com/buku-detail/meniti-jalan-meraih-kecintaan-allah.html

# Bukti Cinta Kepada Allah #

@radiomuslim