pos giv

⏩ Teruntuk Mu yang Futur

Diposting oleh Unknown | 16.09 | | 0 komentar »

🍁Teruntuk yg Futur, Semoga Suatu Saat Engkau Kembali...
.
-----------
💔Jika suatu saat engkau Futur* , bahkan mungkin terjerembab di atas kemaksiatan, maka dirimu masih ada harapan kembali menuju ketaatan selama engkau masih menjaga Sahabat-Sahabatmu yang Sholeh. Jauh di lubuk hatimu, jiwamu sebetulnya masih terpaut dengan mereka.
.
🌱 Namun, jika engkau Futur, kemudian engkau tinggalkan Sahabat-Sahabatmu Itu, Maka akan sangat susah bagimu 'tuk kembali di atas ketaatan, jiwamu sudah tidak merasa cocok dengan Sahabat-Sahabatmu yang Sholeh itu. Jiwamu akan mencari pengganti yang semisal dengan keadaan dirimu sekarang, yakni Sahabat-Sahabat yang bergelimang di atas kemaksiatan sama seperti dirimu.
.
👤Sungguh Nabi pernah bersabda dalam hal ini,
🍁"Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah)." (HR Bukhari Muslim)
.
🔸Yang baik akan berkumpul dengan yang baik, yang buruk akan berkumpul dengan yang buruk.
.
🔸Jangan pernah menjauh dari Sahabat-Sahabatmu yang Sholeh meski sefutur , sejauh apapun engkau terjatuh ke dalam kemaksiatan.
.
💕Semoga suatu saat engkau bisa kembali.....
.
📄Keterangan :
*Futur : keadaan lemah dan malas melakukan ketaatan setelah sebelumnya semangat di atas ketaatan.
.
🌱wallahu a'lam🌱
.
•┈┈┈◎❅❀❦🌸❦❀❅◎┈┈┈•
.
☆Pegang erat sunnah dan gigitlah dengan geraham - Berani syar'i tanpa selfie☆
.
🔊 Disebarkan oleh :
.
📸 instagram : @muslimah.salafy
💻  facebook.com/muslimah.salafyy
📢Telegram : t.me/muslimahsalafyy
📲 Group Line : muslimah.salafy
🌏 sumber : t.me/boristanesia
👤Pemateri :  Ustadz Boris Tanesia حفظه الله تعالى

⚫⚫MUSUH Mu ⚫⚫

Diposting oleh Unknown | 04.24 | | 0 komentar »

.[ MUSUHMU  ]

Memiliki satu musuh sudah sangat banyak

Mempunyai seribu sohib masihlah kurang, itulah pesan salah seorang ulama’!

Biasanya seorang yang memiliki musuh akan berusaha untuk menyakiti musuhnya…

Kecuali syetan… banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa dia adalah musuh kita, tapi malah berkawan dan bersahabat dengannya

Bahkan melakukan hal-hal yang menyenangkan syaitan
Padahal Allah telah mengingatkan :

)) إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ((

”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu maka jadikanlah dia sebagai musuhmu.”
(QS Fathir: 6)

Akhi/Ukhti…
Siapapun yang membencimu
Siapapun yang memusuhimu

Ada satu langkah untuk menyakitinya

Untuk membuatnya gusar dan sengsara;

Satu langkah yang diridhai Allah, namun membuat musuhmu sengsara
membuatnya seperti cacing yang kepanasan

Yaitu: memperbaiki diri

Dekatkan dirimu pada Ilahi

Tinggalkan segala yang dibenci Rabbi

Basahi bibirmu dengan asma Allah

Tidak perlu kamu mendengki dan menghasut
Apalagi berbuat yang tak dibenarkan
Cukup kamu memperbaiki diri, Niscaya kamu sudah menyakiti musuh-musuhmu, dari bangsa Jin dan Manusia

Seorang alim ulama’ pernah berwasiat:

إذا أردت أن تؤذي عدوك فأصلح نفسك

“Bila kamu ingin menyakiti musuhmu, maka perbaikilah dirimu”.

Tiada senjata yang lebih ampuh, lebih dari kita memperbaiki diri sendiri

Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat

.✍️ Ditulis oleh Üsƭάϑz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

📝 Mitos sekitar kita

Diposting oleh Unknown | 18.51 | | 0 komentar »


*🍃📚 MITOS-MITOS ANEH YANG BUKAN BERASAL DARI AJARAN ISLAM*

✍ Ústάϑz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman, حفظه الله تعالى .

1. Ngidam tidak dipenuhi, berpengaruh pada bayi.

Diyakini bahwa keinginan yang biasanya dialami oleh wanita hamil ( dikenal dengan istilah ‘ngidam’ ) bila tidak terpenuhi akan berpengaruh pada sang bayi !
↪ Dikatakan bahwa ngidam yang tidak dipenuhi akan menyebabkan si anak suka berliur ( Jawa : ngileran ) ketika sudah terlahir ke dunia. Ini hanya mitos belaka.

2. Acara tujuh bulanan.

Di daratan jawa acara tujuh bulanan ( Jawa : mitoni ) bagi wanita yang sedang hamil masih terpelihara pada sebagian daerah. Tujuan mereka membuat acara agar si bayi nanti hidup sehat, selamat sampai lahir. Jelas ini tidak ada ajarannya dalam islam.

3. Suami si wanita yang hamil dilarang membunuh hewan.

Atau membunuh yang semisalnya dengan keyakinan akan membahayakan bayi.

4. Ucapan ‘amit-amit jabang bayi’.

Kata-kata ini yang diucapkan ibu hamil ketika melihat sesuatu yang dia benci, dengan keyakinan bahwa jika tidak mengucapkan itu maka apa yang ia benci itu akan dialami oleh bayinya.

5. Ibu hamil membaca al-Qur’an surat Yusuf dan Maryam.

• Dengan itu diharapkan bila yang lahir laki-laki akan tampan dan ganteng seperti Nabi Yusuf ‘alayhissalam.
•Dengan membaca al-Qur’an surat Maryam diharapkan bila yang lahir perempuan akan cantik seperti Maryam.
Jelas ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabatnya.

6. Kokok ayam ditengah malam, isyarat wanita hamil diluar nikah.

Kepercayaan ini hasil utak-atik orang terhadap perkara yang dianggap ganjil. Misalnya secara kebetulan ada kejadian yang berbarengan. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan karena tidak berlandaskan dalil.

7. Wanita hamil harus membawa gunting.

Hal itu dianggap benteng untuk menolak bala dan musibah.

8. Membuat tempat khusus untuk ari-ari.

Bahkan diberi lampu dan penerang lainnya selama beberapa hari.

9. Ari-ari adalah saudara kembar bayi.

Ada anggapan bahwa ari-ari adalah saudara si bayi. Karena itu, perlu diberi perlakuan khusus dengan mengadakan upacara tertentu ketika memendamnya.

10. Keberatan nama.

Jika bayi mempunyai nama yang panjang kemudian si bayi sering sakit maka masyarakat beranggapan bahwa bayi tersebut keberatan nama.

11. Kupu-kupu masuk rumah.

Jika ada kupu-kupu masuk rumah maka itu dikatakan merupakan pertanda akan ada tamu berkunjung. Allahu A’lam, kami tidak mengetahui dari mana asalnya keyakinan semacam ini.

12. Jika berjumpa ular atau menabrak kucing.

Jika anda berjumpa ular weling melintas dijalan yang akan anda lalui, atau anda menabrak kucing di jalan, maka diyakini bahwa itu pertanda buruk. Jelas ini adalah tathayyur yang dilarang dalam Islam.

13. Burung hantu hinggap di atas rumah.

Jika burung hantu berbunyi di sebuah rumah maka diyakini itu pertanda ada orang di rumah itu yang akan segera meninggal.

Itulah sebagian pemikiran penyimpangan berbahaya yang sering dilakukan oleh para wanita dan hendaknya segera ditingggalkan. Allahu A’lam.

✍ Ústάϑz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman, حفظه الله تعالى .

Didiklah ia dengan tauhid dulu
.
Ibnul Qayyim dalam kitab Ahkamul Maulud menjelaskan,
.
“Dia awal waktu ketika anak-anak mulai bisa berbicara, hendaklah mendiktekan kepada mereka kalimat ‘Laa ilaaha illallah, Muhammad rasulullah’ dan hendaklah sesuatu yang pertama kali didengar oleh telinga mereka adalah ma’rifatullah (mengenal Allah) dan mentauhidkan-Nya. Juga ajarkan kepada mereka bahwa Allah berada diatas Arsy-Nya, Dia senantiasa melihat dan mendengar perkataan hamba-Nya, dia senantiasa bersama mereka dimanapun mereka berada.”
.
sumber: muslimah.or.id
.
#taqwart #parenting #parentingislami #orangtua #tauhid #aqidah #tauhidanak #tauhidfirst

📝 Yang tersisa

Diposting oleh Unknown | 03.11 | | 0 komentar »

📎 YANG TERSISA..

Hari-hari telah berlalu..
Tahun demi tahun pun berlalu..
Yang tersisa hanyalah apa yang pernah Anda amalkan pada waktu-waktu tersebut..

Baik amal kebajikan..
Ataupun keburukan..

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa saja yang mengerjakan kebaikan sebesar biji sawi ia akan menuai balasannya." (Qs. Al-Zalzalah 7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Dan barang siapa bila ia melakukan keburukan sebesar biji sawi pun ia akan menuai balasannya.” (Qs. Al-Zalzalah 8)

____

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Hasyr 18)

___________________________

👤 Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih hafizhahullahu Ta'ala

Setelah mengaji

Jadilah engkau seorang muslim yang tetap santun dan ceria
Tutur katamu makin penuh kebaikan dan manfaat untuk sesama

Janganlah engkau seperti mereka yang wajahnya cemberut dan penuh curiga
Hanya karena beda pengajian dan ustadz idola
Sinis kepada mereka yang berbeda

Menjadilah muslim yang benar benar baik dan bersahaja
Tak hanya baik sebatas cover luarnya saja
Tapi juga harus benar benar baik akhlaq, hatinya dan baik pemahaman ilmu syar'inya

Nyunnahnya, syar'inya penampilan dzohir adalah kewajiban kita semua untuk memakainya
Namun jangan lupa imbangi pula dengan adab yang mulia dan amalan shalih yang nyata

Jangan menjadi mereka yang senantiasa kau lihat di majelis ilmu
Namun ilmunya tak berbuah pada akhlaq dan kepribadiannya
Bahkan rusak amalan hati serta lisannya
Ngajinya justru membuahkan sifat kaku, keras, kasar dan tak beradab kepada orang tua dan sesamanya
Semakin sombong dan mudah menyesatkan sesamanya yang berbeda

Nas alullah as salamah wal afiyah

Semoga Allah senantiasa Membimbing dan Menjaga kita yaa Saudariku semuanya

Baarakallahu fiikunn

Ummu Sulaym Ferihana
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qorniy