pos giv

♥ Jangan Ajak Aku Pacaran

Diposting oleh Unknown | 15.30 | | 0 komentar »






Jangan Ajak Aku Pacaran

• Jangan ajak aku pacaran, karena cinta demikian bukanlah hubungan yang dihalalkan.
• Jangan ajak aku pacaran, karena pacaran begitu dekat dengan kemaksiatan.
• Jangan ajak aku pacaran, karena aku tak mau kehormatanku tergadaikan.
• Jangan ajak aku pacaran, karena aku dibalik keindahannya justru akan membutakan.
• Jangan ajak aku pacaran, karena aku ingin menjaga kesucian.
• Dan jangan ajak aku pacaran, karena aku takut buaiannya melunturkan cintaku kepada-Nya.

•• Jangan katakan aku sok alim..
•• Jangan katakan aku sok suci..

Akan tetapi, aku hanya ingin tetap menjaga diri..
Aku hanya ingin tetap menahan diri..
Aku hanya ingin patuh kepada Illahi..

Telah kutetapkan dalam hati..
Hanya imamku yang boleh memacariku nanti..
Setelah tertambat dalam ikatan suci..

Karena aku yakin sekali..
Pacaran setelah menikah itu akan berbuah kebahagiaan abadi..

Aku masih butuh waktu...

Diposting oleh Unknown | 07.31 | | 0 komentar »


aku masih butuh waktu lebih lama untuk mengisi hidup ini,
aku masih butuh waktu lebih lama untuk bisa menikmati senja tiba seperti hari ini,
aku masih butuh waktu lebih lama untuk bisa mewarnai lingkunganku dengan warna-warni pelangi yang mencerahkan, bukan warna hitam yang begitu menyesatkan,

aku masih butuh waktu lebih lama untuk bisa beramal, beribadah sebagai bekal akhiratku kelak,
aku masih butuh waktu lebih lama untuk menggenapkan separuh dienku,
aku masih butuh waktu lebih lama untuk bertaubat atas dosa-dosaku,

duhai Robby, panjangkanlah usiaku hingga aku mampu mengisi hari-hariku dengan manfaat,
dan..
terima kasih untuk kehidupan yang telah Kau anugerahkan kepadaku..




apa kabar hati duhai diRi?

Diposting oleh Unknown | 01.47 | | 0 komentar »

apa kabar hati duhai diri?
Masihkah ia teguh dalam riuhnya nafsu?
Masihkah ia lurus dalam Riak keruh?
apa kabar iman Duhai diri?
Masihkah ia merdu dalam Bait-Bait islammu?
Masihkah ia karang dalam samudra hidupmu?
apa kabar jantung duhai diri?
Masihkah ia berdenyut dengan syahdu dalam Dien-Nya?
Masihkah ia berdetak dalam nadi yang tak henti menyebut asma-Nya?
Masihkah dalam setiap degup yang terbentuk mensyukuri nikmat-Nya

Duhai diri..
Betapa masih rapuhnya Jiwamu sebagai tempat bersemayamnya Ruh yang ditiupkan Allah..
Betapa masih Lalainya Raga yang begitu kerdil di hadapan Sang khaliq..

astaghfirulloh robbal baroya,
Astaghfirulloh minal khothoya..

Bangun Qiyamul Lail

Diposting oleh Unknown | 15.33 | | 0 komentar »




Istri : mas, bangun mas Qiyamul Lail yuk. Aku mau diimamin sama kamu.
Suami : Hmmmm... (masih ngantuk)
Istri : Maaass, ayoo bangun. Kan bobonya dari abis Isya, masa pules gtu bobonya. #tepuk2lengannya :)
Suami : Hmmm... (tetep tidur)
Istri : (ngelipet lengan baju) Mas sayaaaang (usap pipi suaminya) (nyium pipinya) bangun yuk, kita sholat malem. (nyium keningnya) :)
Suami : Hah? Siap sayaang!! Bentar ya mas ambil wudhu dulu!!

Istri : (Kaget!!) "Ampun deh nih suami ane, masa mau bangun mesti dicium dulu" Gumam dalam hati

Mereka pun mendirikan sholat Qiyamul Lail berdua. Selesai menunaikan QL ;

Istri : Mas kamu lucu deh?

Suami : Lucu kenapa sayang?

Istri : Masa dibangunin susah pas dicium langsung bangunnya cepet banget. Zzz

Suami : Hehehe, jadi inget dulu waktu masih Jomblo di kost2an. Alarm yang volumenya udah FULL aja gak mempan, setelah nikah Alarmnya beda sih.

Istri : Bedanya? Hayoo ketauan nih sering kelewat QLnya, dasar :p

Suami : Bedanya? ya kalo kamu pake hati, pake cinta. Hihihi

Istri : Ampun deh, jam segini masih sempet aja ngegombal.








JADIKAN KAMI TERMASUK GOLONGAN YANG SEDIKIT ..

Bismillahirrahmannirahim,
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS 25:61-62)

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).
Pemahaman Rasulullah akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” ... merupakan sebuah pernyataan akan kelalaian kita sebagai hamba Allah dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun kita berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja kita tidak akan mampu menandingi nikmat Allah yang dikaruniakan untuk kita yang tidak terbilang.

Umar bin Khattab pernah mendengar seseorang berdo’a,
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.

Bersyukur kepada Allah ada 3 cara , yakni :

1. Bersyukur dengan hati nurani.
Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya

2. Bersyukur dengan ucapan.
Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca lailahaillallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

3. Bersyukur dengan perbuatan,
Ciri lain bersyukur adalah tidak menggunakan ni'mat-ni'mat Allah pada hal-hal yang tidak disukai Nya .. , senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai anugerah dan bahan perenungan akan kekuasaan Allah yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukur kita kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Anggota tubuh seperti penglihatan, pendengaran , dll dimaksimalkan untuk bersyukur. mengucapkan kata-kata yang baik, berzikir ... Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS 93: 11).

Orang yang bersyukur hatinya akan merasa tenteram dan puas akan segala anugerah yang Allah limpahkan.
Bagi orang yang bersyukur kenikmatan demi kenikmatan akan terus mengalir, kenapa? Karena ia menjadikan semua anugerah yang diterimanya sebagai sarana untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Tanda yang lain, orang yang pandai bersyukur tidak pernah merasa kekurangan, dia akan merasa berkecukupan walaupun tidak berlimpah harta sebaliknya orang yang tidak pandai bersyukur akan merasa selalu kekurangan meskipun hartanya berlimpah. Orang yang pandai bersyukur akan selalu melihat orang yang ada di bawahnya, tetapi untuk urusan akhirat dia akan selalu melihat ke atas. Kalau dia merasa telah berbuat banyak maka dia akan mencari orang yang lebih baik lagi dan berusaha untuk terus memperbaiki amalannya.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (Saba’:19).
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147)
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba Mu yang bersyukur ..
Wallahu a’lam bishawab,

Lebaran yatim

Diposting oleh Unknown | 20.58 | | 0 komentar »

Barang siapa yang ingin dilembutkan hatinya dan di penuhi hajatnya, maka usaplah kepala anak yatim, beri mereka makan dari makananmu, niscaya akan lembut hatimu dan terpenuhi segala keinginanmu..(al-Hadfits/muhktarul hadits no 15)

Masih dalam suasana Bulan Muharram , orang jawa  menyebutnya dengan bulan Suro, apapun itu namanya bulan ini adalah bulan yang dikenal di dalamnya ada sebuah istilah bagi anak Yatim, yakni “lebaran Yatim, tepatnya tanggal 10 Muharram, sebenarnya bukan hanya itu keistimewaan bulan Muharram tepatnya tanggal 10nya, karena pada tanggal itu beberapa nabiyallah dibebaskan dari bahaya dan tipu daya musuh Allah, hingga disunnahkan kita Shaum sebagi wujud rasa syukur kepada Allah.

Berkaitan dengan itu, hadits di atas yang dimulai dengan “harfu syartin (huruf syarat) di mana kalam setelahnya adalah syarat untuk dapat meraih sesuatu yang diterangkan dalam redaksi kalimat selanjutnya.
Bila kita ingin mempunyai hati yang lembut, welas asih, mudah tersentuh, ringan tangan dalam arti kata tidak berat hati mengulurkan tangan membantu orang lain, ringan langkah menuju orang yang membutuhkan bantuannya, tidak berat lidah untuk menyanggupi permintaan orang lain dan tidak keras hati untuk menepati janji, maka usaplah KEPALA  anak yatim. Makna mengusap kepala boleh jadi adalah makna hakiki (yang sebenarnya) tapi tidak mustahil adalah majazi/kiasan.

Kepala adalah bagian terpenting dalam tubuh di kepala ada otak yang mengatur segala gerak dan ucap, bahkan tanpa kepala jelas orang tidak akan hidup, saya lebih cenderung memahami makna majazinya, yakni dengan memberikan kelembutan dan perhatian intensif kepada mereka, memberikan jaminan kesejahteraan, perlindungan  baik secara perorangan (bila mampu), atau secara kolektif dengan bek,up sebuah lembaga atau institusi, karena mereka hidup bukan hanya dari belaian tapi dari terpenuhinya kelayakan hidup standar, dan mereka hidup bukan hanya hari itu (10 Muharram) tapi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dua belas bulan dalam setahun. Mereka bukan hanya butuh sandang, pangan dan papan, namun juga butuh tempat mengadu, tempat curhat, tempat berbagi suka dan duka. Itulah sebabnya nabi SAW. Bersabda dalam sebuah haditsnya

“aku dan pengasuh anak yatim bertetangga di surga. (al-hadits)

Dengan hidup bersama mereka, setidaknya sering mendengar keluh kesahnya, lambat laun hati yang kesat, keras membatu akan menjadi lembut  dengan sendirinya.

Allah bukanlah Zat yang ingkar janji, segala upaya, baik tenaga, pemikiran maupun materi akan Allah ganti dengan gantian yang berlipat ganda, tapi bukan itu sebenarnya yang kita butuhkan dalam materi, tapi yang kita butuhkan adanya”Keberkahan dalam rizeki. Dengan keberkahan maka hati menjadi lapang, dengan kelapangan hati maka akan tumbuh sifat Qonaah, atau merasa cukup. Itulah sebenarnya yang dibutuhkan dalam hidup. Sebab melimpahnya harta bukan jaminan kita akan puas bila hati masih merasa kurang , maka sebenarnya kita masih miskin.

Wallahu a’lam bissawab.