pos giv

Bangun Qiyamul Lail

Diposting oleh Unknown | 15.33 | | 0 komentar »




Istri : mas, bangun mas Qiyamul Lail yuk. Aku mau diimamin sama kamu.
Suami : Hmmmm... (masih ngantuk)
Istri : Maaass, ayoo bangun. Kan bobonya dari abis Isya, masa pules gtu bobonya. #tepuk2lengannya :)
Suami : Hmmm... (tetep tidur)
Istri : (ngelipet lengan baju) Mas sayaaaang (usap pipi suaminya) (nyium pipinya) bangun yuk, kita sholat malem. (nyium keningnya) :)
Suami : Hah? Siap sayaang!! Bentar ya mas ambil wudhu dulu!!

Istri : (Kaget!!) "Ampun deh nih suami ane, masa mau bangun mesti dicium dulu" Gumam dalam hati

Mereka pun mendirikan sholat Qiyamul Lail berdua. Selesai menunaikan QL ;

Istri : Mas kamu lucu deh?

Suami : Lucu kenapa sayang?

Istri : Masa dibangunin susah pas dicium langsung bangunnya cepet banget. Zzz

Suami : Hehehe, jadi inget dulu waktu masih Jomblo di kost2an. Alarm yang volumenya udah FULL aja gak mempan, setelah nikah Alarmnya beda sih.

Istri : Bedanya? Hayoo ketauan nih sering kelewat QLnya, dasar :p

Suami : Bedanya? ya kalo kamu pake hati, pake cinta. Hihihi

Istri : Ampun deh, jam segini masih sempet aja ngegombal.








JADIKAN KAMI TERMASUK GOLONGAN YANG SEDIKIT ..

Bismillahirrahmannirahim,
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS 25:61-62)

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).
Pemahaman Rasulullah akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” ... merupakan sebuah pernyataan akan kelalaian kita sebagai hamba Allah dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun kita berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja kita tidak akan mampu menandingi nikmat Allah yang dikaruniakan untuk kita yang tidak terbilang.

Umar bin Khattab pernah mendengar seseorang berdo’a,
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.

Bersyukur kepada Allah ada 3 cara , yakni :

1. Bersyukur dengan hati nurani.
Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya

2. Bersyukur dengan ucapan.
Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca lailahaillallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

3. Bersyukur dengan perbuatan,
Ciri lain bersyukur adalah tidak menggunakan ni'mat-ni'mat Allah pada hal-hal yang tidak disukai Nya .. , senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai anugerah dan bahan perenungan akan kekuasaan Allah yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukur kita kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Anggota tubuh seperti penglihatan, pendengaran , dll dimaksimalkan untuk bersyukur. mengucapkan kata-kata yang baik, berzikir ... Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS 93: 11).

Orang yang bersyukur hatinya akan merasa tenteram dan puas akan segala anugerah yang Allah limpahkan.
Bagi orang yang bersyukur kenikmatan demi kenikmatan akan terus mengalir, kenapa? Karena ia menjadikan semua anugerah yang diterimanya sebagai sarana untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Tanda yang lain, orang yang pandai bersyukur tidak pernah merasa kekurangan, dia akan merasa berkecukupan walaupun tidak berlimpah harta sebaliknya orang yang tidak pandai bersyukur akan merasa selalu kekurangan meskipun hartanya berlimpah. Orang yang pandai bersyukur akan selalu melihat orang yang ada di bawahnya, tetapi untuk urusan akhirat dia akan selalu melihat ke atas. Kalau dia merasa telah berbuat banyak maka dia akan mencari orang yang lebih baik lagi dan berusaha untuk terus memperbaiki amalannya.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (Saba’:19).
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147)
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba Mu yang bersyukur ..
Wallahu a’lam bishawab,

Lebaran yatim

Diposting oleh Unknown | 20.58 | | 0 komentar »

Barang siapa yang ingin dilembutkan hatinya dan di penuhi hajatnya, maka usaplah kepala anak yatim, beri mereka makan dari makananmu, niscaya akan lembut hatimu dan terpenuhi segala keinginanmu..(al-Hadfits/muhktarul hadits no 15)

Masih dalam suasana Bulan Muharram , orang jawa  menyebutnya dengan bulan Suro, apapun itu namanya bulan ini adalah bulan yang dikenal di dalamnya ada sebuah istilah bagi anak Yatim, yakni “lebaran Yatim, tepatnya tanggal 10 Muharram, sebenarnya bukan hanya itu keistimewaan bulan Muharram tepatnya tanggal 10nya, karena pada tanggal itu beberapa nabiyallah dibebaskan dari bahaya dan tipu daya musuh Allah, hingga disunnahkan kita Shaum sebagi wujud rasa syukur kepada Allah.

Berkaitan dengan itu, hadits di atas yang dimulai dengan “harfu syartin (huruf syarat) di mana kalam setelahnya adalah syarat untuk dapat meraih sesuatu yang diterangkan dalam redaksi kalimat selanjutnya.
Bila kita ingin mempunyai hati yang lembut, welas asih, mudah tersentuh, ringan tangan dalam arti kata tidak berat hati mengulurkan tangan membantu orang lain, ringan langkah menuju orang yang membutuhkan bantuannya, tidak berat lidah untuk menyanggupi permintaan orang lain dan tidak keras hati untuk menepati janji, maka usaplah KEPALA  anak yatim. Makna mengusap kepala boleh jadi adalah makna hakiki (yang sebenarnya) tapi tidak mustahil adalah majazi/kiasan.

Kepala adalah bagian terpenting dalam tubuh di kepala ada otak yang mengatur segala gerak dan ucap, bahkan tanpa kepala jelas orang tidak akan hidup, saya lebih cenderung memahami makna majazinya, yakni dengan memberikan kelembutan dan perhatian intensif kepada mereka, memberikan jaminan kesejahteraan, perlindungan  baik secara perorangan (bila mampu), atau secara kolektif dengan bek,up sebuah lembaga atau institusi, karena mereka hidup bukan hanya dari belaian tapi dari terpenuhinya kelayakan hidup standar, dan mereka hidup bukan hanya hari itu (10 Muharram) tapi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dua belas bulan dalam setahun. Mereka bukan hanya butuh sandang, pangan dan papan, namun juga butuh tempat mengadu, tempat curhat, tempat berbagi suka dan duka. Itulah sebabnya nabi SAW. Bersabda dalam sebuah haditsnya

“aku dan pengasuh anak yatim bertetangga di surga. (al-hadits)

Dengan hidup bersama mereka, setidaknya sering mendengar keluh kesahnya, lambat laun hati yang kesat, keras membatu akan menjadi lembut  dengan sendirinya.

Allah bukanlah Zat yang ingkar janji, segala upaya, baik tenaga, pemikiran maupun materi akan Allah ganti dengan gantian yang berlipat ganda, tapi bukan itu sebenarnya yang kita butuhkan dalam materi, tapi yang kita butuhkan adanya”Keberkahan dalam rizeki. Dengan keberkahan maka hati menjadi lapang, dengan kelapangan hati maka akan tumbuh sifat Qonaah, atau merasa cukup. Itulah sebenarnya yang dibutuhkan dalam hidup. Sebab melimpahnya harta bukan jaminan kita akan puas bila hati masih merasa kurang , maka sebenarnya kita masih miskin.

Wallahu a’lam bissawab.

Siapakah Anda ??

Diposting oleh Unknown | 04.31 | | 0 komentar »






Siapakah orang yang paling sibuk? Yaitu orang yang suka meremehkan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus menngurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman.

 Siapakah orang yang rugi? Orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang manis senyumnya? Orang yang ditimpa musibah lalu berkata; "Innalillahi wainna illaihi roji'un." Lalu sambil berkata; "Yaa Rabb, aku ridha dengan ketentuan-MU ini," sambil tersenyum Siapakah orang yang kaya? Orang yang selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki dan banyak tabungan sedekahnya.

 Siapakah orang yang miskin? Orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada dan selalu menumpuk harta. Siapakah oarng yang paling cantik/tampan? Orang yang mempunyai ahklak yang baik sesuai syari'at. Siapakah orang yang rumahnya luas? Orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan diperluas sejauh mata memandang.

 Siapakah orang yang rumahnya sempit? Orang yang mati tidak membawa amal kebaikan lalu kubur menghimpitnya. Siapakah orang berakal? Mereka penghuni surga karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka. Siapakah Anda? Anda sendiri yang bisa menjawabnya...
Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis ? Sssst...... Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis" Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya, Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita, Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya. Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Robb-nya, Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga, Menjadi pengawal Robb bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya. Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya, Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya. Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya, Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan. Subhanallah.. Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya, Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam. Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele, Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat. Subhanallah.. Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari, Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rezeky, Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri, Pria "menangis" dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya, Namun...Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya, di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Robb-nya, Sungguh tiada yang pantas mendampingi pria berharga seperti itu melainkan wanita mulia yang memahami nilainya. Alhamdulillah... Indah jalan menuju Robb jika wanita shalehah yang menjadi teman. Pandanglah Ayah..... Pandanglah Suami..... Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha'an mereka...Aamiin

Cukur jenggot :D

Diposting oleh Unknown | 04.31 | | 0 komentar »
Cukur Jenggot,,

Umi: Bii........., kayaknya kalo jenggotnya nggak dicukur lebih keren deh?
Abi : Hah? yang bener mii....??
Umi: Iya Bii....., daripada dicukurin terus emang nggak capek apa? Lebih bagus ada jenggotnya, sunnah juga terus berpahala. :)

Abi : Tapi, ntar kamu risih sayang?
Umi: Ah, nggak. kata siapa? aku sekarang malah seneng semenjak Abi numbuhin jenggot. Lebih macho lho...:) (sambil elus pipi suaminya) ;)

Abi: Mmmm, bener nih. Ywdah aku rapihin aja deh ya. Ga jadi di cukur habis seperti biasa.
Umi: Iyaa, sini aku bantu cukurin...
Abi : Eh....., jangan aah....
Umi: Kenapa Bii....?? Takut ya aku cukurin, gpp kok.....kan Umi cukurnya dengan mesra  (asiik :D)
Abi : emm..... nggak Mii....., cuma koq mendadak Abi deg degan aja.....(hihihi bisa aja dah)
Umi: Yaa udah sini Umi cukurin, pelan-pelan kok. (sambil kecup pipi suaminya ...cieee :D)

Abi : ya Allah udah lama nikah kok Istri tetep bisa bikin ane deg-degan ya??? Semoga dia selalu jadi penyejuk jiwaku. Syukraan Allah...


Subhanallah begitu indahnya romantisme dalam pernikahan.... yang belum menikah yuk...buruan nikah.... rugi loh klo hari gini masih ngejomblo xixixixixi :D

menikah itu mencari berkah, insya Allah lebih indah, mudah dan membuat hati tenang......
modal nikah yang utama bukan cinta saja, tapi KERIDHOAN ALLAH. Maka berusahalah mendapatkan ridho Allah agar pernikahan menjadi mudah.... :)