pos giv

Kapan berjilbab syar'e

Diposting oleh Unknown | 22.22 | | 0 komentar »



Yuk berjilbab yang syar’e !.
.
Ayat tentang jilbab turun pada sore hari, maka pada malam harinya  maka para sahabiyah (kaum Akhwat sahabat nabi) sebagian besar mereka tidak keluar bahkan tidak tidur pada malam hari, mereka merajut kain baik dari seprey maupun bahan lainnya utnuk dapat memakai jilbab sesuai yang di wahyukan oleh Allah.
Itulah sekilas tentang antusiasme kaum akhwat pada masa nabi, ghirah mereka dalam berIslam tidak mau kalah dengan kaum lelaki.

 Lalu bagaimana jilbab syar,e yang  mudah kita fahami ?

Jilbab dari segi takrif bahasa adalah, kain panjang yang menjulur menutupi rambut sampai ke dada sesuai dengan firman Nya.

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 33;59)

Bila kita telaah, teliti dan fahami dengan ikhlas dan membuang segala kehendak hawa nafsu kita dalam berpenampilan semata mata sebagai seorang Muslim yang ingin mendapat ridha Allah, tak terkecuali dalam berbusana agar bernilai ibadah , maka kita akan mendapatkan kejelasan apa yang Allah inginkan, adalah untuk keuntungan kita sendiri.

Jilbab sebagai busana sebagaimana fungsinya adalah untuk menutupi tubuh, bukan membungkus, membungkus dan menutupi jelas beda, membungkus sama dengan mengemas bila tidak isinya yang terlihat maka bungkusnya akan ketat yang menunjukkan lekuk lekuk isi di dalamnya, adapun menutupi yang dalam istilah bahasa pakaian, “baju kurung adalah tidak menampakkan lekuk lekuk tubuh pemakainya, sebagaimana yang di isyaratkan nabi dengan istilah “Berpakaian tapi hakikatnya telanjang.

Tubuh wanita semuanya adalah aurat kecuali ini dan ini, begitulah nabi berpesan sambil memberi isyarat kepada muka dan telapak tangan, hal ini beliau sampaikan ketika seorang wanita lewat di depannya dengan pakaian yang longgar tapi tipis tembus pandang.

Jilbab adalah ciri, bahkan pakaian seseorang adalah cermin pribadinya, dalam sebuah mauedzahnya Syeh Imam Nawawi al-bantani mengatakan “Adzzahiru mir,atul batin (penampilan dzahir adalah cermin batinnya, cermin atau penampakan batinnya).

Seorang Muslimah dengan kepribadian yang masih labil yakni ia ingin tampil sebagai Muslimah namun kehendak nafsunya masih belum tunduk secara utuh kepada kehendak Allah, masih terbawa oleh tren berbusana modern ala Jahiliyah barat, maka yang terjadi adalah timbulnya dualisme, dua kepribadian dalam penampilan yang menunjukkan kelabilan jiwanya , atau belum tunduk patuhnya kepada kehendak Allah.

Lalu pertanyaannya kapan menjadi Muslimah seutuhnya ?

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2;208)




Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda di bawah ini